"''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Selasa, 2 Nopember 1999
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
@ Presiden Abdurrahman Wahid:
Periksa Ulang Soeharto
@ Tidak Mau Segera Beberkan "Long Form" PwC
Sikap Akbar Tandjung Mencurigakan
@ Presiden Perintahkan Usut Assintel
Diduga Tembak Tokoh Masyarakat Aceh
@ Presiden: Tindak Tegas
Yang Inginkan Riau Merdeka
@ Neiss: IMF tak Tunggu Skandal BB Tuntas
--------BERITA LUAR NEGERI-----------
@ Penyebab Jatuhnya Egypt Air Masih Misterius
@ Israel Akan Setujui Negara Palestina
SELAMAT MEMBACA
'''''''''''''''''''''''''''
Presiden Abdurrahman Wahid:
Periksa Ulang Soeharto
-----------------------------------
Jakarta, Kompas
Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) meminta Jaksa Agung Marzuki
Darusman untuk meneliti dan memeriksa kembali secara tuntas kasus mantan
Presiden Soeharto."Tetapi yang jelas, untuk Presiden dan Wakil Presiden,
kita mintakan pengampunan," kata Gus Dur kepada para wartawan di Wisma
Negara, Jakarta, Senin (1/11) petang. Apakah pemeriksaan hukum terhadap
mantan Presiden Soeharto termasuk proses peradilan, baru kemudian diberi
pengampunan seperti yang terjadi di Korea Selatan? tanya wartawan dalam
jumpa pers itu. "Ya, kalau memang ada alasan untuk diadili, ya diadili.
Sekarang tampaknya belum ada, tetapi Jaksa Agung saya minta memeriksa
kembali," jawab Gus Dur.
Lengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9911/02/UTAMA/peri01.htm
Tidak Mau Segera Beberkan "Long Form" PwC
Sikap Akbar Tandjung Mencurigakan
--------------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Masyarakat luas pantas menaruh curiga pada sikap Ketua DPR, Akbar Tandjung,
yang mengulur-ulur waktu dalam membeberkan laporan lengkap (long form)
hasil audit PricewaterhouseCoopers (PwC) atas skandal Bank Bali (BB). Sikap
Tandjung dan DPR mengindikasikan, masih ada upaya perlindungan terhadap
mantan pejabat publik yang diduga kuat terlibat skandal BB. Demikian Ketua
Departemen Luar Negeri Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan dan ahli
hukum perbankan Pradjoto secara terpisah, Senin (1/11) di Jakarta. Keduanya
juga berpendapat, sikap Tandjung, yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat
(DPP) Partai Golkar, itu sendiri makin kuat mengindikasikan keterlibatan
Golkar dalam skandal BB.
Lengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9911/02/UTAMA/sika01.htm
Presiden Perintahkan Usut Assintel
Diduga Tembak Tokoh Masyarakat Aceh
------------------------------------------------
JAKARTA - Presiden Abdurrahman Wahid memerintah Panglima TNI Laksamana TNI
Widodo AS segera memeriksa Asisten Intel Korem Meulaboh, Aceh, sehubungan
dengan penembakan tokoh masyarakat Tengku Bantaqiah beberapa waktu lalu.
"Kalau terbukti bersalah, harus diajukan ke pengadilan," kata Kepala Negara
dalam jumpa pers mendadak dengan para wartawan di Wisma Negara, Senin sore.
Presiden menyatakan Pemerintah memutuskan semua pasukan Kostrad dan
Kopassus akan segera ditarik dari Aceh, sehingga pengamanan semua proyek
vital hanya akan dilakukan pasukan organik setempat.
Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9911/02/nas9.htm
Presiden: Tindak Tegas
Yang Inginkan Riau Merdeka
------------------------------------
JAKARTA (Waspada): Presiden KH Abdurahman Wahid menegaskan, Pemerintah akan
menindak tegas pihak-pihak yang menghasut supaya Riau menjadi merdeka.
Penegasan Presiden itu dikemukakan di Wisma Negara kemarin petang, menjawab
pertanyaan wartawan tentang adanya usul untuk memerdekan Riau. "Saya tahu
suara yang menginginkan Riau merdeka ini datang dari orang Riau yang di
Jakarta. Saya tak perlu sebutkan namanya. Karena itu jika tetap menyuarakan
hal yang tak masuk akal ini, akan diambil tindakan tegas dan
menghukumnya,'' tandas Presiden.
Lengkapnya: http://www.waspada.com/110299/nasional/nas5.htm
Neiss: IMF tak Tunggu Skandal BB Tuntas
---------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Direktur Dana Moneter Internasional (IMF) Hubert Neiss mengatakan, IMF bisa
melanjutkan kembali bantuannya bagi Indonesia, tanpa harus menunggu skandal
Bank Bali (BB) diselesaikan secara tuntas. "Kita tidak harus menunggu
sampai semuanya selesai," ujar Neiss kepada wartawan, setibanya di Bandara
Soekarno-Hatta, Senin (1/11). Pada kunjungannya kali ini, Neiss
direncanakan akan bertemu dengan tim ekonomi pemerintahan baru Indonesia,
mulai Selasa ini, guna membahas kelanjutan kerja sama IMF dengan Indonesia.
Lengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9911/02/UTAMA/neis01.htm
--------BERITA LUAR NEGERI-----------
Penyebab Jatuhnya Egypt Air Masih Misterius
--------------------------------------------------------
MENANGIS: Seorang pria keluarga korban pesawat Boeing 767 EgyptAir tak
kuasa menahan tangis ketika menyaksikan pengumuman di bandara JFK, New
York. Meski belum dipastikan, kecil kemungkinan ada korban selamat dalam
kecelakaan ini.(Foto:Suara Merdeka/rtr-52) NEWPORT - Ratusan petugas
penyelamat dikerahkan ke Samudera Atlantik untuk mencari korban-korban
pesawat Boeing 8=767 EgyptAir. Enam kapal layar Penjaga Pantai AS Senin
dini hari kemarin mengambil serpihan-serpihan reruntuk pesawat dan
barang-barang milik penumpang di lokasi jatuhnya pesawat, perairan lepas
pantai Massachusetts.
Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9911/02/int1.htm
Israel Akan Setujui Negara Palestina
---------------------------------------------
JERUSALEM - Israel akan menyetujui sebuah negara Palestina di
wilayah-wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza sebagai bagian dari perjanjian
perdamaian yang menurut rencana akan disusun Februari mendatang, demikian
diberitakan surat kabar Israel Haaretz Senin kemarin. Berdasarkan
hasil-hasil kontak tidak resmi antara Israel, AS dan Palestina, surat kabar
itu melaporkan, pembentukan sesungguhnya negara tersebut akan dilakukan
sehari menjelang penandatanganan perjanjian perdamaian yang terinci yang
menurut rencana akan dilakukan tahun depan.
Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9911/02/int4.htm
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l