Para Netters yang terkasih, berikut ini kami postingkan situasi terakhir yang kami terima dari Ambon sejak tanggal 16-18 Oktober 1999. Selamat Membaca Salam Redaksi Eskol-Net =============== SITUASI TERAKHIR KOTA AMBON TANGGAL 16-18 OKTOBER 1999 ''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Setelah terjadi kerusuhan dua hari lalu di DesaTawiri, hari ini Sabtu, 16 Oktober 1999 kembali terjadi ketegangan di daerah tersebut. Menurut laporan yang kami terima dari Tim Investigasi Sala Waku di lapangan menyebutkan bahwa kejadian ini dimulai pada Jam 05.45 WIT, massa Muslim mencoba melakukan penyerangan terhadap Desa Tawiri. Penyerangan tersebut dilakukan dari arah Dusun Wailawa II. Menurut saksi mata anggota PASKHAS yang berada di pos penjagaan Wailawa II bahwa kemarin (15 Oktober 1999) sekitar Jam 23.55 WIT ada sekitar 14 orang warga Muslim dari Desa Laha melewati landasan pesawat, kemudian melewati depan kantor Konsultan dan hendak menuju le Air Sakula/Water Ledeng, dan pada saat ditanyai oleh pos keamanan yang posisinya di sekitar Airport bahwa, "kami mau pergi jaga mesjid di Sakula". Mereka kemudian lolos. Saksi juga mengatakan bahwa massa Muslim mulai melakukan mobilisasi dan konsentrasi massa ke Dusun Air Sakula/Water Ledeng setelah mereka gagal melakukan penyerangan ke Desa Tawiri dari arah pantai. Kiara-kira jam 02.00 WIT mulai ada pergerakan massa Muslim dari Dusun Air Sakula ke Dusun Wailawa II, melewati gunung menuju lokasi lapangan tembak, waktu itu langsung diberitahukan kepada warga Dusun Wailawa dan Tawiri untuk siaga satu. Sekitar jam 05.45 WIT, seorang anggota PASKHAS sementara berjaga-jaga sambil menyulut sebatang rokok kretek, ia melihat sesuatu yang mencurigakan mulai bergerak dari arah kaki gunung dan ia mengira bahwa yang bergerak itu adalah sapi. Lama kelamaan ternyata ada sekelompok orang yang akan menyerang aparat keamanan dari PASKHAS dengan menggunakan bom rakitan di sekitar lapangan tembak. Ia kemudian mengeluarkan tembakan peringatan dan ternyata massa semakin brutal. Karena posisinya semakin terjepit, ia mengeluarkan tembakan untuk melumpuhkan dan terdengar ada suara teriakan dari atas gunung bahwa "ampun pak, teman-teman saya banyak yang tertembak." Menurut keterangan saksi mata dari anggota PASKHAS bahwa sewaktu dilakukan tembakan melumpuhkan, ternyata ada tembakan balasan dari massa putih ke arah aparat keamanan dengan menggunakan senjata otomatis. Saksi menyatakan bahwa senjata yang digunakan adalah jenis AK dan tidak terdengar bunyi ledakan senjata rakitan dan bom rakitan di lokasi tersebut. Kontak antara aparat keamanan dengan para perusuh berlangsung kurang lebih 30 menit dan sampai saat ini, situasi dapat dikendalikan oleh aparat keamanan. Dalam insiden ini belum diketahui apakah ada korban jiwa atau tidak, tetapi menurut informasi ada 1 (satu) orang meninggal dunia dan beberapa lainnya luka-luka. Ini baru pernah terjadi bahwa bahwa perusuh mencoba menyerang aparat keamanan. Sementara itu informasi yang kami terima dari Tim Investigasi Sala Waku di lapangan, bahwa setelah terjadi kerusuhan di Desa Suli Jumat 15 Oktober 1999, kembali terjadi lagi penyerangan yang dilakukan oleh warga Muslim Desa Tial pada hari Sabtu tanggal 16 Oktober 1999. Saksi mata mengatakan bahwa setelah terjadi kerusuhan kemarin telah ada satu perundingan antara pihak Pemerintah Desa Suli dan aparat keamanan (MARINIR dan RINDAM Kodam XVI Pattimura) untuk memindahkan pos penjagaan aparat keamanan ke perbatasan Desa Suli dan Desa Tial. Mengingat aparat keamanan tidak menjaga daerah perbatasan, maka tanaman-tanaman umur panjang dan umur pendek milik masyarakat Desa Suli dirusak dan ditebang oleh warga Muslim Desa Tial. Aparat keamanan dari Kesatuan MARINIR dan RINDAM Kodam XVI Pattimura sebelumnya menempati pos di dekat daerah kuburan Desa Suli dan tidak pada daerah perbatasan Desa Suli dan Desa Tial. Sewaktu dilakukan pemakaman 2 (dua) korban meninggal dunia lerusuhan kemarin Jumat 15 Oltober 1999, SAMSON AMROSEA di Suli warga Muslim Desa Tial mulai melakukan penebangan terhadap tanaman-tanaman milik warga Desa Suli, tetapi hal ini dapat dihalau oleh masyarakat Desa Suli yang berjaga-jaga di perbatasan Desa Suli dan Desa Tial. Sementara itu aparat kemanan sangatjauh dari garis perbatasan Desa Suli dan berada dalam petuanan Desa Suli. Karena situasi agak tenang, masyarakat kemudian mengikuti ibadah pemakaman SERKA (Pol) FERRY SOMAIL di Passo. Pada saat masyarakat sedang mengikuti ibadah pemakaman kembali terjadi lagi penyerangan yang dilakukan warga Muslim Desa Tial melalui pesisir pantai pada Jam 14.00 WIT. Masyarakat kemudian kembali untuk mempertahankan desanya dan ketegangan tidak dapat dihindarkan. Sementara itu aparat keamanan tidak berani turun ke daerah pesisir pantai untuk menghentikan pertiakaian antar kedua kubu tersebut. Menurut keterangan beberapa saksi mata di lapangan kepada Tim Investigasi Sala Waku, bahwa saat terjadinya penyerangan massa Muslim dipimpin oleh beberapa yang berpakaian militer dengan peralatan tempur, kecuali senjata. Ini memperkuat dugaan terlibat beberapa oknum TNI YON 732 Ternate yang sedang cuti. Dalam percobaan penyerangan 1 (satu) orang mengalami luka-luka, atas nama JHON SUITELA, terkena serpihan senjata rakitan. Sampai berita ini diturunkan, situasi di daerah perbatasan masih tetap panas dan masih terjadi perundingan aparat keamanan dengan Pemerintah Desa Suli untuk memindahkan pos penjagaan di daerah perbatasan Desa Suli dan Desa Tial dan belum diketahui hasilnya. Situasi keamanan di kota Ambon relatif aman tanggal 17 dan 18 (pagi ini), walaupun di sejumlah tempat masih terdengar bunyi ledakan bom rakitan pada malam harinya. Menurut informasi yang kami dapatkan walaupun terdengar bunyi ledakan bom rakitan, aparat keamanan masih tetap berjaga-jaga di lokasi-lokasi yang rawan kerusuhan. Di desa Poka dan Rumah Tiga misalnya tadi malam masih terdengar 2 kali bunyi ledakan bom rakitan yang cukup dahsyat, sehingga masyarakat tetap siaga penuh. YAYASAN SALA WAKU MALUKU "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
