**********************************
Bila anda mampu berpikir kritis analisis,
    Manfaatkan ruang "Artikel" Eskol-Net
Untuk menuangkan ide dan gagasan anda!
    Kirimkan ke [EMAIL PROTECTED]
***Jangan sia-siakan talenta anda****
**********************************

---------------------
Artikel Eskol-Net:
---------------------
"KEKRISTENAN DIBENCI, SALAH SIAPA ?"
''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Oleh: Augustinus Simanjuntak, S.H.

Setelah kebenaran dinyatakan dalam diri Yesus Kristus, umat Tuhan sepanjang
masa memang selalu dibenci oleh dunia. Dunia membenci kebenaran itu. Dalam
Alkitab diceritakan, bagaimana Yohanes Pembabtis yang dipenggal kepalanya
atas permintaan putri Raja Herodes. Rasul Paulus dipenjara dan akhirnya
mati dibunuh. Demikian juga para Rasul lainnya serta para jemaat banyak
yang mengalami penderitaan dan penganiayaan.  Menderita karena kebenaran.
Dibenci karena iman kepada Yesus Kristus Sang Juru Selamat dunia.

Tetapi menjadi persoalan mendasar ketika kebencian itu timbul BUKAN
disebabkan oleh kebenaran di dalam Kristus. Kebencian itu bukan lagi hanya
dikarenakan pemberitaan Injil.  Akan tetapi penderitaan dan kebencian itu
sering kali muncul karena KESALAHAN KEKRISTENAN sendiri. Kebencian timbul
karena kesaksian dan tindakan jemaat yang tidak baik dan tidak bijaksana
dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menimbulkan banyak persoalan
berhubungan dengan  relasinya kepada sesamanya manusia. Kekristenan yang
telah melembaga ke berbagai institusi gereja dan pelayanan, termasuk
institusi agama dalam negara, umat Kristen justru semakin diperhadapkan
pada berbagai kendala yang cukup kompleks. Beberapa kendala dimaksud ialah:

PERTAMA Kesaksian hidup.  Tidak jarang kita mendengar sesama umat Tuhan
berseteru, saling menjatuhkan, berebut posisi, berperkara, suami isteri
bercerai,  dan sebagainya. Tindakan kriminal bukan lagi hanya didominasi
oleh orang-orang di luar Kristen dalam berbagai aspek kehidupan. Kita tidak
jarang mendengar orang Kristen mencuri, menipu, memfitnah, korupsi, mabuk,
bahkan membunuh.  Bisa juga kejahatan dilakukan karena ia masuk dalam
sebuah sistem, yang kebetulan bobrok, yaitu sistem yang penuh dengan
Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Orang Kristen yang melakukan
kejahatan bisa ketahuan identitasnya sebagai Kristen berdasarkan pengakuan
maupun dari hasil penyidikan aparat yang selalu menanyakan identitas agama
tersangka, atau bisa juga kelihatan dari identitas namanya yang bercirikan
nama Kekristenan, walaupun nama tidak terlalu menentukan. Dampak kejahatan
oleh sebagian "orangKristen" ini sangat luas. Negara dan masyarakat bisa
dirugikan oleh kejahatnnya. Asumsi dari luar Kekristenan ialah bahwa sikap
dan perilaku manusia di dunia ini sama saja, entah itu Kristen atau non
Kristen, sehingga dunia memandang Kekristenan tidak ada istimewanya,
apalagi jika dikaitkan dengan fungsi "garam dan terang". Lebih tragis lagi
apabila sikap, perilaku dan tindakan sebagian "orang Kristen" itu sungguh
telah mempermalukan Allah.

KEDUA, negara-negara besar yang diidentikkan dengan "negara Kristen" sering
melakukan kebijakan atau tindakan yang dipandang tidak manusiawi dan tidak
adil. Contohnya, ketika Amerika Serikat menyerbu Iraq beberapa tahun yang
lalu dan ketidaktegasannya terhadap Israel yang menduduki tanah Palestina,
mengakibatkan dampak yang luas terhadap Kekristenan. Kaum di luar Kristen
menganggap bahwa umat Kristen juga suka perang dan membunuh orang. Padahal,
penduduk Amerika itu terdiri dari beraneka ragam latar belakang,
diantaranya; Kristen, Katolik, Islam, Agama Yahudi, Atheis, Budha, Hindu,
dan sebagainya. Akibatnya acapkali timbul kecurigaan, terutama terhadap
Kristen dan Yahudi, seolah-olah ada konspirasi untuk menghadapi golongan
tertentu dalam masyarakat dunia.
Ketiga, sikap eksklusif umat Kristen juga mempengaruhi "image" sesamanya
yang lain. Rasa curiga dan kebencian itu timbul karena fungsi garam dan
terang itu tidak tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Seringkali garam
itu tidak merembes, tetapi bergumpal-gumpal. Kalau diibaratkan dalam suatu
hidangan makanan, bila garamnya masih bergumpal-gumpal, pasti rasanya tidak
mengenakkan, bahkan bisa menjengkelkan walaupun rasa asin itu tetap ada.
Demikian juga Kekristenan, kalau tidak bisa bersosialisasi dengan
masyarakat lainnya, maka yang timbul adalah rasa curiga dan kebencian.
Disamping itu, ajaran Kekristenan diharapkan berperan sebagai sumber
moralitas manusia Indonesia. Di era sekarang tidak masanya lagi sekedar
memperjuangkan sekelompok orang/ golongan tertentu, tetapi berjuang untuk
semua golongan, demi kebaikan bersama.

KEEMPAT, ternyata di kalangan Kekristenan sendiri terdapat kaum opportunis
dalam pentas politik. Akibat ulah segelintir orang Kristen, maka orang lain
menilai Kekristenan adalah sekelompok warga yang hanya mementingkan
kepentingannya sendiri atau mencari "amannya" sendiri, sehingga Kekristenan
dinilai tidak mempunyai sikap yang tegas terhadap kebobrokan sistem
kekuasaan, bahkan terjebak dalam sistem itu.

KELIMA, sikap kurang bijaksana dalam pendirian rumah ibadah dan dalam
menjalankan ibadah.  Kurang bijaksana apabila jemaat Tuhan mendirikan
gedung peribadatan mewah di tengah-tengah masyarakat yang berbeda keyakinan
yang berjumlah lebih besar.  Demikian juga ibadah yang sampai mengganggu
ketenteraman dan kenyamanan lingkungan sekitar gedung peribadatan.
Acapkali terjadi, umat Tuhan bersuka cita memuji Tuhan di dalam rumah
ibadah, tetapi orang yang berada di luar sangat jengkel dengan suara-suara
musik dan dram yang terlalu keras.  Kalau ada orang Kristen berkata: "orang
lain (non Kristen) juga sering ramai, mengapa kita tidak boleh.",  maka itu
merupakan penilaian yang tidak arif.  Kita harus beda dengan dunia ini
(Roma: 12:2).

KEENAM, Salah satu kekurangan kita sebagai umat ialah image/anggapan orang
bahwa orang Kristen itu kaya. Suatu pemandangan yang kurang mengenakkan
ketika kesenjangan sosial sangat mencolok antara orang-orang di dalam
gedung peribadatan dengan di luar gedung.  Akibat yang muncul ialah
kecemburuan sosial, bahkan bisa menimbulkan gejolak soaial, seperti
kerusuhan dan penjarahan. Hal ini membuat jemaat takut. Pengamat Sosial
dari FISIP Unair, Dr. Hotman Siahaan pernah mengatakan: "rasa takut itu
tidak perlu ada kalau jemaat tidak naik mercy ke gereja. Kalau naik becak,
itu malah  bisa membantu para tukang becak dalam mencari nafkah. Salah satu
kesalahan kita sebagai umat ialah image/anggapan orang bahwa orang Kristen
itu kaya."

Hal-hal di atas merupakan tantangan berat bagi Kekristenan, terutama bagi
kita yang betul-betul telah menyadari keberadaannya sebagai anak Tuhan yang
telah diberi Anugerah Keselamatan untuk hidup penuh pengharapan dan
sejahtera dalam Kasih Kristus. Setiap individu dan lembaga Kristen
diharapkan menyadari keberadaaannya itu . Setiap gereja diharapkan lebih
memperhatikan pertumbuhan rohani jemaatnya secara keseluruhan tanpa
kecuali. Kita sangat bersyukur apabila dalam setiap lembaga Kekristenan
tidak ada seorang pun yang keberadaannya masih tergolong "Kristen KTP".
Tantangan ini memang berat, tetapi kalau kita mengandalkan pertolongan dari
Tuhan dan dengan motifasi yang benar dihadapan Tuhan maka segala tantangan
tersebut akan bisa teratasi.

Mau tidak mau, Kekristenan harus meminimalisasi kejahatan yang dilakukan
oleh sebagian orang yang berlabel Kristen. Memang sudah terlanjur
Kekristenan itu melembaga, terutama dalam bentuk Agama, sehingga kalau ada
seorang yang beragama Kristen melakukan kejahatan, maka nama Kekristenan
secara keseluruhan ikut rusak. Namun melalui pembinaan yang lebih intensif
dan terpola diharapkan bisa membentuk jemaat semakin mengasihi Tuhan dan
sesamanya. Dengan demikian, tantangan Kekristenan bukan hanya terletak pada
orang belum mengenal Kristus, tetapi tantangan juga sama beratnya terletak
pada lingkungan Kekristenan sendiri, apakah orang Kristen di dalam
masing-masing institusi kita sudah benar-benar Kristen sejati atau belum.
Paling tidak kita bisa tahu dari pengakuan pribadinya, pola hidupnya dan
pemahamannya tentang Firman Tuhan.

Kekristenan harus membiasakan diri membatasi sikap eksklusifisme. Gereja
harus bisa berbaur dengan masyarakat sekitarnya. Di satu sisi sikap
eksklusif memang diperlukan bagi umat Kristen yaitu untuk keperluan
persekutuan, untuk saling meneguhkan/menguatkan, saling berbagi suka dan
duka/beban, dan lain-lain yang menyangkut persekutuan. Namun di luar itu,
Kekristenan tidak lepas dari dunia luar (non Kristen). Disamping kewajiban
memberitakan Injil (mandat Penginjilan), umat Kristen juga dituntut untuk
mewarnai kehidupan di dunia (mandat Budaya). Umat Kristen harus ikut
berperan dalam memperbaiki setiap sistem yang rusak/bobrok. Misalnya dalam
sistem politik, Kekristenan harus ikut  mewarnainya dalam bentuk pemikiran
dan "suara kenabian". Dunia politik bukan merupakan suatu hal yang tabu
bagi Kekristenan, malahan rusaknya sistem politik tidak bisa dilepaskan
dari tanggung jawab Kekristenan dalam proses pembangunannya. Dunia politik
membutuhkan suara kebenaran yang bersumber dari Kristus (Kebenaran sejati)
yang hanya terdapat pada orang yang percaya pada Dia.

Oleh karena itu, berdasarkan pemaparan di atas, diharapkan agar
penderitaan, kebencian dan penganiayaan yang dihadapi oleh Kekristenan
jangan sampai terjadi dikarenakan oleh kesalahan Umat Kristen sendiri.
Tetapi "Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena
merekalah yang empunya Kerajaan Sorga" . dan .. "Berbahagialah kamu, jika
karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang
jahat" .. "Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di Sorga,
sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu" (Matius 5 :
10 -12).  Dengan demikian nama Tuhan akan dipermuliakan.

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke