"'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Selasa, 16 Nopember 1999 """"""""""""""""""""""""""""""""""""""" **Clinton: Aceh Bagian Dari RI; AS Tidak Dukung Separatis **Akbar Tandjung: Kabinet Tanggung Jawab Presiden **Alwi: RI - Israel Tidak Korbankan Palestina **20.000 Warga Maluku Utara Eksodus ----English Section--- *No Answers, More Mystery *More bad news for AIDS - virus may be unreachable ++++++++ Clinton: Aceh Bagian Dari RI; AS Tidak Dukung Separatis ----------------------------------- TOKYO (Waspada): Presiden Amerika Serikat Bill Clinton menegaskan, Aceh adalah bagian dari Indonesia dan tidak benar AS memberi angin pada gerakan separatis, sebaliknya negara adidaya itu akan membantu Indonesia untuk mengatasi gerakan separatis. Menlu Alwi Shihab di pesawat yang membawa rombongan Presiden RI dari Salt Lake City, AS, ke Tokyo, Jepang, Senin (15/11) ketika mengutip pernyataan Clinton sat bertemu dengan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Gedung Putih, Jumat (12/11), mengatakan AS mendukung wilayah integral Indonesia yang sah. AS, kata Alwi, sangat berharap suasana demokratis yang terjadi di Indonesia saat ini jangan sampai terganggu dengan adanya gerakan seperatis, karena itu jangan ada anggapan negara adidaya itu mendukung gerakan separatis. "Kami ingin menandaskan, Aceh adalah bagian dari Indonesia dan kami akan ikut berupaya agar penyelesaian Aceh dapat berjalan dengan baik dan tetap bagian integral Indonesia," kata Clinton seperti dikutip Alwi. Kalau ada yang beranggapan AS memberi angin kepada gerakan separatis maka hal itu tidak benar, kata Clinton. Ditambahkannya, AS mendukung wilayah integral Indonesia dan berkepentingan melihat Indonesia kuat dan demokratis. Lengkapnya: http://www.waspada.com/111699/headline/headlin2.htm Akbar Tandjung: Kabinet Tanggung Jawab Presiden -------------------------------------------------------------- Meskipun ada garansi dari beberapa tokoh politik dalam penyusunan kabinet sekarang, tetapi tanggung jawab sepenuhnya tetap berada pada Presiden Abdurrachman Wahid. Demikian diungkapkan oleh Ketua DPR, Akbar Tandjung, salah seorang yang dianggap sebagai pemberi garansi dalam penyusunan kabinet Gus Dur, di DPR, Senin (15/11). "Karena Presidenlah yang dipercaya oleh rakyat untuk menyusun kabinet secara prerogatif," ujar Akbar. Seperti diketahui banyak pihak, penyusunan kabinet yang penuh kompromi sekarang ini digaransi oleh beberapa tokoh politik. Di antaranya adalah Akbar Tandjung, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Amien Rais dan Gus Dur sendiri. Meskipun demikian, kenyataannya masih ada beberapa menteri yang disinyalir terlibat kasus kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN), sebagaimana yang diungkapkan oleh Gus Dur sendiri ketika melakukan lawatannya ke Amerika Serikat tempo hari. Akbar memang tidak menafikan masukan dari tokoh politik kepada Presiden dalam penyusunan kabinet. "Seandainya Presiden mendapat masukan tentang kabinet dan personilnya, hal itu sangat dimungkinkan. Saya adalah salah seorang yang memberi masukan tersebut," tambahnya. Tetapi karena sifatnya masukan, maka semua keputusan apakah calon menteri yang bersangkutan diterima atau tidak, tergantung Presiden. Ketua Umum Golkar ini menganggap dirinya tidak pernah mengatakan memberi garansi terhadap orang-orang tertentu yang ada di kabinet kecuali sebatas memberikan masukan. Lengkapnya: http://www.tempo.co.id/harian/include/index.asp?file=16111999-ti-1 Alwi: RI - Israel Tidak Korbankan Palestina ----------------------------------------------------- TOKYO - Pembukaan hubungan dengan Israel tidak akan mengorbankan prinsip membela kepentingan Palestina, dan harus diakui lobi Jahudi sangat kuat dan memengaruhi kepentingan Indonesia di Kongres AS dan bidang lainnya. Menlu Alwi Shihab di pesawat yang membawa rombongan Presiden Abdurrahman Wahid dari Salt Lake City, AS, ke Tokyo, Jepang, Senin, menjelaskan hasil pertemuannya dengan Ketua Masyarakat Jahudi Amerika Serikat, Rabbi Scheniere, dan negosiator AS untuk Timteng, David Ross. Kepada Ross, Alwi menyatakan, meski Indonesia berniat membuka hubungan dagang dengan Israel, bukan berarti Indonesia akan menjual prinsipnya untuk membela kepentingan Palestina. "Tidak ada kompromi dalam hal ini," kata Alwi kepada Ross. Menlu RI meminta prinsip Indonesia ini disampaikan pada pertemuan Ross dengan PM Israel dan Presiden Palestina Yasser Arafat pada pertemuan mereka dalam waktu dekat. Ross, kata Alwi, dapat menerima prinsip Indonesia dan berjanji akan menyampaikan pesan Indonesia tersebut. Alwi lalu menjelaskan pembukaan hubungan dagang yang dilakukan secara transparan tersebut memang mendapat reaksi negatif di dalam negeri. Lengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9911/16/nas4.htm 20.000 Warga Maluku Utara Eksodus ----------------------------------------------- TERNATE (Media): Kerusuhan yang terjadi di Ternate dan Kao-Malifut Pulau Halmahera, mengakibatkan 8.000 jiwa lebih telah meninggalkan daratan Halmahera dan 12.966 jiwa warga Ternate, Maluku Utara juga eksodus ke luar daerah. Ribuan warga Ternate terpaksa melakukan ekodus ke berbagai daerah di Indonesia menyusul aksi kerusuhan yang terjadi 6 Nopember 1999 lalu. Sementara 8.000 jiwa warga Malifut, yang lebih dulu berada di Ternate, kini telah kembali ke Pulau Makian. Keterangan yang diperoleh di Posko Kewaspadaan Nasional Kodim 1501 Maluku Utara di Ternate, kemarin, menyebutkan jumlah pengungsi yang meninggalkan Ternate melebihi angka itu karena jumlah itu hanya yang tertampung di instalasi militer. Para pengungsi yang sebagian besar eksodus ke Sulawesi Utara dan Pulau Jawa itu menggunakan tiga kapal TNI-AL. Gelombang terakhir dari pengungsi yang tertampung di instalasi militer tercatat 700 jiwa, Minggu (14/11), telah berangkat dari Ternate tujuan Bitung (Sulut), dan sisanya ke Tual (Maluku Tenggara). Lengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/detail_news.asp?id=1999111600403649 ---English Section---- No Answers, More Mystery -------------------------------- Nov. 15 - The chairman of the National Transportation Safety Board said today he is confident the puzzle of EgyptAir Flight 990 will be solved, but also raised the possibility that oversight of the probe could shift to another agency Officials are now working on synchronizing the data found on both of the plane's "black boxes" in the hopes that data from the aircraft's systems and the tape of voices in the cockpit will lead them to the answer. Voice recorders are normally difficult to interpret, Hall said, but this one is especially tricky because it is almost entirely in Arabic, the language spoken by the Egyptian pilots. Hall also raised the suggestion today that the responsibility for the investigation could still be shifted from his agency. "We are concentrating our efforts on determining from the evidence whether or not this investigation is to remain under the leadership of the National Transportation Safety Board," he said. If the investigation becomes a criminal probe, the FBI would take over. More: http://abcnews.go.com/sections/us/DailyNews/egyptair991115.html More bad news for AIDS - virus may be unreachable ---------------------------------------------------------------- WASHINGTON, Nov 11 (Reuters) - Scientists had more bad news for HIV patients on Thursday, saying they found that, within days of infecting someone, the virus manages to find hiding places that no drug currently in use is able to reach. The finding is another setback to doctors who had hoped that perhaps HIV could be stopped early, either with quick drug treatment or by somehow stimulating the body's immune system. Microbiologist Ashley Haase of the University of Minnesota and colleagues said that within three days of getting into the body, the virus sneaks into cells known as resting T-cells. These cells are good hiding places because they are inactive and thus not noticed by the immune system. Nor can they be targeted by drugs, which need some kind of activity by the virus or the cells it infects in order to work. "These cells fly below the radar screen of the immune system," Haase, who reported his team's work in the journal Science, said in a statement. "They also live a long time and won't be affected by our current combinations of anti-AIDS drugs." More: http://newsnet.reuters.com/cgi-bin/basketview.cgi?b=rcom:science&s=nN116830 28 ++++++++++++++++++++++ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
