"''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Rabu, 17 Nopember 1999
""""""""""""""""""""""""""""""""""""
~ Referendum Aceh 7 Bulan Lagi
~ Jakgung: Baramuli Prioritas
~ Diplomasi Ekonomi Gus Dur Dipuji
~ Gelombang Eksodus Warga Non Aceh Terus Meningkat
~ Seratus Anggota TNI Dipecat
~ Zarima Histeris di Tahanan
~ Soal Nama Tiga Menteri yang Diindikasi Terlibat KKN
~ Pemerintah Dinilai Sangat Lamban Bertindak
--------- Luar Negeri--- -------------
@ Chechnya Digempur 12 Jam
@ Korban Gempa Turki Berjuang
Lawan Dingin
------------------------------------------
S E L A M A T M E M B A C A
''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Referendum Aceh 7 Bulan Lagi
Kalau Perlu TNI Bentuk DKP
----------------------------------
TOKYO - Presiden Gus Dur mengatakan, referendum di Aceh kemungkinan besar
akan diadakan paling lambat tujuh bulan lagi. Namun masih belum jelas
apakah referendum itu menyangkut otonomi atau kemerdekaan. ''Mengenai
referendum Aceh, keputusan tentang kerangka referendum akan bergantung pada
rakyat sendiri,'' kata Gus Dur dalam jumpa pers di Tokyo pada akhir
kunjungan dua hari di Jepang.
Gus Dur menambahkan, dia yakin kelompok separatis di berbagai wilayah
kepulauan Indonesia bukan kelompok mayoritas. ''Mereka minoritas, minoritas
sangat kecil,'' tandasnya.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9911/17/nas1.htm
Jakgung: Baramuli Prioritas
Penyidikan Kasus Bank Bali
---------------------------------
JAKARTA (Waspada): Jaksa Agung Marzuki Darusman menyatakan, mantan ketua
Dewan Pertimbangan Agung (DPA) AA Baramuli merupakan prioritas penyelidikan
selanjutnya dalam penyelesaian kasus Bank Bali (BB), setelah Djoko S
Tjandra dan Rudy Ramli.
Ditemui sebelum menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk "Tantangan Jaksa
Agung Dalam Perkara KKN Khususnya Mantan Presiden Soeharto" di Jakarta,
Selasa (16/11) malam, Marzuki mengungkapkan, Kejakgung telah berkirim surat
kepada Presiden untuk meminta ijin memeriksa AA Baramuli berkaitan dengan
kasus BB.
Selengkapnya: http://www.waspada.com/
Diplomasi Ekonomi Gus Dur Dipuji
Rizal: Investor Tunggu Langkah Konkret Tim Ekonomi
----------------------------------------------------------------
Jakarta, Jawa Pos.-
Terobosan diplomasi ekonomi Presiden Abdurrahman Wahid ternyata mendapat
pujian kalangan ekonom. Direktur Econit Dr Rizal Ramli menilai, langkah
presiden menarik investasi asing ke Indonesia saat ini sudah cukup
berhasil. Nah, sekarang tinggal tugas tim ekonomi pemerintahan baru untuk
segera menindaklanjuti terobosan itu dengan langkah konkret.Di mata ekonom
yang dikenal vokal ini, agaknya, dunia internasional melihat transisi
menuju demokrasi di Indonesia patut mendapat dukungan ekonomi maupun
finansial. ''Sayangnya, diplomasi ekonomi yang sangat sukses ini belum
dilanjutkan dengan langkah-langkah yang sifatnya teknis dan spesifik oleh
kabinet Gus Dur,'' kata Rizal kepada wartawan di DPR RI kemarin.
Selengkapnya: http://www.jawapos.co.id/
Gelombang Eksodus Warga Non Aceh Terus Meningkat
------------------------------------------------------------------
BANDA ACEH (Waspada): Gelombang eksodus warga non Aceh terus meningkat.
Tidak hanya di daerah Tk II yang memang dianggap rawan, seperti Pidie, Aceh
Utara dan Pidie, Aceh Barat dan Aceh Selatan, tapi di Banda Aceh yang
relatif aman pun penduduk luar daerah itu mulai meninggalkan Aceh.
Meski belum diketahui secara persis berapa jumlahnya, namun jika dilihat
hampir seluruh armada angkutan umum, seperti darat, laut dan udara terus
dibludaki penumpang. Hal ini mengindikasikan warga non Aceh yang keluar
daerah semakin meningkat. Sedangkan sebelumnya arus penumpang untuk di tiga
jenis armada di atas biasa-biasa saja.
Selengkapnya: http://www.waspada.com/
Seratus Anggota TNI Dipecat
------------------------------------
Surabaya (Bali Post)-
Dalam sepuluh bulan terakhir ini, sekitar 100 anggota TNI yang bertugas di
Jatim dipecat dari kesatuannya. Sanksi pecat itu terpaksa dijatuhkan karena
mereka melakukan desersi, bahkan tindak kriminalitas.
Hal itu dikemukakan Mayjen TNI Ryamizard Ryacudu seusai menyerahkan jabatan
Pangdam V/Brawijaya kepada Mayjen TNI Sudi Silalahi di Lapangan Makodam
Surabaya, Selasa (16/11) kemarin. Acara serah terima dan pelantikan pejabat
baru itu dipimpin KSAD Jenderal TNI Subagyo HS.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/11/17/n1.htm
Zarima Histeris di Tahanan
---------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Zarima sering berteriak histeris di ruang tahanan Polda Metro Jaya. Mantan
pemain bulu tangkis nasional ini juga tidak mau makan jatah makanan yang
disediakan petugas.
Hingga Selasa (16/11) kemarin, Zarima tetap menolak keras semua sangkaan
petugas, termasuk keterlibatannya dalam pesta narkoba yang melibatkan
sepuluh tersangka tindak pidana penyalahgunaan psikotropika. Cewek yang
pernah dijuluki ratu ecstasy ini juga merasa dijebak. Mulai dari proses
penangkapan hingga menjebloskannya ke ruang tahanan, dikatakannya
semata-mata merupakan rekayasa petugas.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/11/17/n3.htm
Soal Nama Tiga Menteri yang Diindikasi Terlibat KKN
-----------------------------------------------------------------
TOKYO -- Presiden KH Abdurrahman Wahid masih berspekulasi tentang tiga nama
menteri kabinetnya yang ia indikasikan terlibat praktek korupsi, kolusi,
dan nepotisme (KKN). Hingga tiba di Tanah Air tadi malam setelah lawatan ke
AS dan Jepang, Kepala Negara belum bisa menyebutkan siapa ketiga menteri
yang dimaksudnya itu.
''Saya tidak tahu persis. Tanya Jaksa Agung dia akan lapor kalau saya sudah
pulang. Dia mau umumkan kalau saya sudah pulang. Tunggu saja tanggal
mainnya,'' tandas Abdurrahman ketika diklarifikasi wartawan, termasuk
Damanhuri Zuhri dari Republika, tentang tiga nama menteri tersebut dalam
perjalanan pulang dari Tokyo, Jepang, kemarin.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/9911/17/31090.htm
Pemerintah Dinilai Sangat Lamban Bertindak
-----------------------------------------------------
JAKARTA -- Rapat Pimpinan DPR meminta Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri
secepatnya mengambil langkah untuk mengatasi kasus Ambon dan Irian Jaya.
Penting diperhatikan bahwa wapres harus segera berkunjung ke kawasan timur
agar berbagai masalah yang terjadi tidak menjadi berlarut-larut.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/9911/17/31066.htm
--------- Luar Negeri--- -----
Chechnya Digempur 12 Jam
---------------------------------
ANTRE PULANG: Meskipun perang di tanah air masih berkobar, para pengungsi
Chechnya di Ingusethia mulai bersiap-siap untuk pulang. Mereka Selasa
kemarin antre di tapal batas Ingusethia-Chechnya. (Foto: Suara
Merdeka/rtr-30)
GEKHI - Pasukan Rusia menghujani desa-desa Chechnya dengan tembakan
artileri selama hampir 12 jam sampai Selasa dini hari kemarin. Serangan itu
menandakan makin mengerasnya tekad para pemimpin Rusia untuk mempertahankan
kebijakan ofensifnya terhadap daerah yang memberontak itu.
Pemimpin Chechnya Aslan Maskhadov kembali mendesak negara-negara asing
untuk menekan Rusia agar menghentikan serangan terhadap daerahnya. Dia
minta kepada negara-negara Islam agar membantu menghentikan serangan Rusia.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9911/17/int3.htm
Korban Gempa Turki Berjuang Lawan Dingin
-----------------------------------------------------
DUZCE - Orang-orang yang selamat dari gempa bumi terakhir di Turki,
berjuang keras untuk memperoleh makanan dan kehangatan di tengah-tengha
suhu udara yang teramat dingin.
Sementara itu, harapan memudar untuk menemukan siapa pun yang terperangkap
hidup-hidup di bawah reruntuhan bangunan. Di Istanbul, tempat sejumlah
pemimpin dunia termasuk Presiden AS Bill Clinton dan Presiden Rusia Boris
Yeltsin dijadwalkan mengadakan pertemuan puncak akhir pekan ini,
kekhawatiran merebak mengenai bakal munculnya gempa baru. Beberapa pejabat
Turki mengatakan, jumlah korban jiwa akibat gempa Jumat lalu, yang
berkekuatan 7,2 Skala Richter (SR), meningkat menjadi 452 tewas dan 2.386
cedera.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9911/17/int2.htm
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l