"''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Selasa, 30 Nopember 1999
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
@ Di ASEAN, Indonesia
    Terbanyak Melanggar HAM
@  Pengunjuk Rasa Referendum
    Aceh Lempari Akbar Tanjung
@ Menhan: Hindarkan Kontak
    Senjata Di Irian Dan Aceh
@ DPR tak Mampu Korek Para Jenderal
@ Xanana dan Ramos Horta
   Temui Petinggi RI di Jakarta

-------BERITA LUAR NEGERI--------

@ Mahathir Diduga Berkuasa Lagi
@ Irlandia Utara Buang
   Permusuhan, Satukan Tujuan

SELAMAT MEMBACA
===================
Di ASEAN, Indonesia
Terbanyak Melanggar HAM
----------------------------------
SALA - Agar hak asasi manusia (HAM) di Indonesia dapat diimplementasikan
secara bersih, TNI dan birokrat harus netral terhadap politik Pemerintah.
Lepasnya pengaruh Pemerintah, birokrat, dan TNI itu memberikan kesempatan
agar pengaruh rakyat lebih besar. "Pelaksanaan HAM di Indonesia paling
rendah di ASEAN atau paling banyak pelanggaran, yakni 67%,'' ujar Ketua
Litbang Universitas Sanatadharma Yogyakarta, Dr Pj Suwarno SH, dalam
seminar sehari "Implementasi UU HAM'' di Hotel Sahid Raya Sala, kemarin.
Seminar yang diprakarsai Ikadin, Kantor Sospol, Bakom PKB, dan Atma itu
juga menghadirkan Drs Hm Dian Nafi' dan Dr Moh Mahfud MD sebagai pembicara.
Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9911/30/nas13.htm

Pengunjuk Rasa Referendum
Aceh Lempari Akbar Tanjung
-----------------------------------
JAKARTA (Waspada): Dialog terbuka antara Ketua DPR Akbar Tandjung dengan
sekitar 200 pemuda Aceh di lantai dasar Gedung Nusantara III DPR RI, Senin
siang, ricuh karena ketidakpuasan massa atas jawaban Akbar.  Dialog itu
diawali dengan penyampaian tuntutan dari sejumlah pemuda kepada Akbar
Tandjung, antara lain menyangkut referendum, pelanggaran HAM, aksi-aksi
militer, dan ketidakadilan ekonomi. Akbar kemudian menjelaskan sikap dan
langkah yang telah dan akan ditempuh DPR menyangkut penyelesaian persoalan
Aceh. Penjelasan secara rinci itu ternyata tidak memuaskan pengunjuk rasa.
Lengkapnya: http://www.waspada.com/

Menhan: Hindarkan Kontak
Senjata Di Irian Dan Aceh
--------------------------------
JAKARTA (Waspada): Menteri Pertahanan, Juwono Sudarsono, mengimbau agar
kontak senjata antara aparat dengan massa yang menuntut merdeka di Irian
dan Aceh dihindarkan.  "Kita usahakan supaya dengan kehadiran dan struktur
(aparat) yang terbatas, tidak terjadi kontak senjata," kata Juwono seusai
memimpin serah terima jabatan Sekjen Departemen Pertahanan dari Jenderal
Fachrul Razi kepada Letjen Soegiono di Jakarta, Senin (29/11). Mantan
Mendikbud itu mengatakan, pihaknya justru lebih berhati-hati atas
kemungkinan adanya pihak ketiga yang akan memancing kerusuhan di Aceh yang
sengaja memicu pertentangan antara aparat dengan GAM.
Lengkapnya: http://www.waspada.com/

DPR tak Mampu Korek Para Jenderal
--------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Sejumlah jenderal yang dianggap paling bertanggung jawab dalam masalah
Aceh, di hadapan anggota Panitia Khusus DPR untuk masalah Aceh, Senin
(29/11), menyatakan pembelaan diri bahwa pelaksanaan tugas pertahanan
keamanan di daerah itu dilaksanakan sesuai konstitusi, Ketetapan MPR dan
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Keterangan para jenderal itu
digugat anggota Dewan yang meminta kejujuran dan keterbukaan mereka dalam
mengungkapkan kesalahan militer yang pernah dilakukan di Aceh. Keenam
jenderal yang diundang Panitia Khusus memenuhi undangan itu. Mereka adalah
mantan Menteri Pertahanan dan Keamanan Jenderal (Purn) LB Moerdani, mantan
Panglima ABRI Jenderal (Purn) Try Soetrisno, mantan Panglima ABRI Jenderal
Feisal Tanjung, mantan Komandan Resor Militer Lilawangsa/Kassospol ABRI
Letjen (Purn) Syarwan Hamid, mantan Panglima Komando Daerah Militer Bukit
Barisan Mayjen (Purn) Pramono, dan mantan Kepala Badan Intelijen ABRI
Mayjen Zacky Anwar Makarim, yang pada era Mei 1991-Maret 1992 adalah
komandan satuan tugas aparat TNI di Aceh. Selain keenam jenderal itu, hadir
pula mantan Gubernur Aceh Ibrahim Hasan.
Lengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9911/30/UTAMA/dpr01.htm

Xanana dan Ramos Horta
Temui Petinggi RI di Jakarta
-----------------------------------
JAKARTA - Presiden CNRT Xanana Gusmao kemarin tiba di Jakarta untuk memulai
serangkaian pembicaraan dengan pejabat tinggi Indonesia, termasuk Presiden
Abdurrahman Wahid. Begitu tiba di Jakarta, Xanana bersama tokoh CNRT yang
lain, Ramos Horta, serta Panglima Perang Falintil Taur Matan Ruak dan Mari
Alkatiri menemui Ketua DPR RI Ir Akbar Tanjung.
Pembicaraan dengan petinggi Indonesia, termasuk Gus Dur, akan
dititikberatkan pada kondisi pengungsi rakyat Timtim di NTT yang kesulitan
kembali ke tanah kelahiran mereka, Timor Timur. Sedangkan tuntutan terhadap
pelaku pelanggaran HAM yang diduga dilakukan oleh TNI dan milisi
prointegrasi yang menyebabkan Timtim luluh lantak belum merupakan prioritas
pembicaraan Xanana. Masalah itu akan diserahkan kepada lembaga yang
berwenang.
Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9911/30/nas9.htm

-------BERITA LUAR NEGERI--------

Mahathir Diduga Berkuasa Lagi
 --------------------------------------
KUALA LUMPUR - Rakyat Malaysia hari Senin kemarin memberikan suara dalam
pemilihan umum yang diduga akan mengantarkan kembali PM Mahathir Mohamad ke
masa jabatan kelima. Tempat-tempat pemberian suara (TPS) ditutup pukul
17.30 (16.30 WIB). Pemberian suara berlangsung damai, dan jumlah orang yang
memberikan suara dilaporkan cukup tinggi karena cuaca cerah kendati musim
hujan.Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebutkan, sampai pukul 14.00 (13.00
WIB) 42 persen dari 9,6 juta pemilih sudah memberikan suaranya dalam pemilu
ke-10 sejak Malaysia merdeka pada 1957. Pada pemilu terakhir pada 1995, 72
persen pemilih memberikan suaranya. ''Segalanya berlangsung lancar,'' kata
Ketua KPU Omar Hashim, sebelum pemberian suara ditutup.
Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9911/30/int1.htm

Irlandia Utara Buang
Permusuhan, Satukan Tujuan
-----------------------------------
Belfast, Senin
Irlandia Utara hari Senin (29/11) bersiap menghadapi sebuah langkah penting
yang akan diambil kelompok Unionis yang Protestan dan kelompok Republik
yang Katolik untuk membentuk sebuah pemerintah koalisi baru. Para pemimpin
politik Irlandia Utara yang selama ini berseteru berkumpul untuk membuat
sejarah pembentukan pemerintah bersama. Ini adalah tahap berikut dari
sebuah proses perdamaian yang diharapkan menuju pada sebuah pemerintahan
sebelum hari Kamis dengan prospek perlucutan senjata paramiliter di
bulan-bulan mendatang. Para pemimpin dari kelompok Protestan yang
pro-Inggris dan kelompok Katolik yang pro-Irlandia direncanakan untuk
memulai pertemuan Majelis Irlandia Utara yang beranggotakan 108 orang itu
di Stormont, pinggiran Belfast, pada pukul 14.30 GMT (pukul 21.30 WIB).
Mereka akan mencalonkan sebuah kabinet lintas-komunitas dengan 10 anggota
untuk menjalankan tugas mendampingi Menteri Utama dan Wakil Menteri Utama.
Lengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9911/30/LN/irla24.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke