"''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Jumat, 3 Desember 1999
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
@ Marimutu Sinivasan Jadi Tersangka
@ Referendum, Awal Ambruknya Negara Kesatuan RI
@ Pansus DPR Setuju Referendum;
   Mahasiswa Minta Bukti
@ FKGMIT Minta Pertanggungjawaban
   Soeharto dan Habibie Soal Maluku
@ Bangsa Indonesia Bertahun-
   tahun Hidup Tak Normal

BERITA LUAR NEGERI
++++++++++++++++++++++++

@ Did GOP Leaders
   Snub Catholic Priest?
   Catholic Priest Says He Was Rejected for Faith
@ 'Precedent Shattering'

SELAMAT MEMBACA
===================
Marimutu Sinivasan Jadi Tersangka
-------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Jaksa Agung Marzuki Darusman menetapkan Presiden Direktur (Presdir) Grup
Texmaco, Marimutu Sinivasan sebagai tersangka. Itu berkaitan dengan dugaan
tindak pidana korupsi dalam pengucuran kredit senilai Rp 9,8 trilyun dari
Bank Indonesia lewat BankExim, Bank BNI, dan BRI. Penetapan status itu
didasarkan pada pemeriksaan awal Kejaksaan Agung terhadap dokumen yang ada.
Hal itu diutarakan pada jumpa pers, usai mengadakan pertemuan dengan
Menteri Negara Penanaman Modal dan Pembinaan Badan Usaha Milik Negara
(BUMN) Laksamana Sukardi di Kejagung, Jakarta, Kamis (2/12).
Menurut Marzuki, dokumen yang diperiksa dan menjadi dasar penetapan
tersangka itu, didasarkan pada keterangan yang diberikan Laksamana Sukardi.
"Dari berkas dan keterangan yang disampaikan Laksamana, kita sudah dapat
menyimpulkan bahwa sudah ada dasar untuk melakukan penyidikan. Karena sudah
pada tahap penyidikan, maka Sinivasan ditetapkan sebagai tersangka," kata
Marzuki. Laksamana datang ke Kejagung memberikan dokumen dan keterangan
berkaitan kasus Texmaco. Ia tiba di Kejagung pukul 13.10 dan langsung
menuju ruangan Jaksa Agung. Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup,
Laksamana juga menyampaikan secara resmi semua informasi, dokumen, dan
analisa yang menyangkut kasus pemberian fasilitas kredit kepada Grup
Texmaco.
Lengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9912/03/UTAMA/mari01.htm

Referendum, Awal Ambruknya Negara Kesatuan RI
-------------------------------------------------------------
Bandung, Kompas
Persetujuan terhadap pelaksanaan referendum dengan opsi melepaskan diri
dari negara RI sebagaimana tuntutan rakyat Aceh, bisa merupakan awal
ambruknya negara kesatuan RI. Jika permintaan tersebut disetujui, maka
tuntutan referendum dari daerah lain seperti Irian Jaya, Ambon dan daerah
lainnya harus dipenuhi sehingga negara kesatuan RI terpecah-pecah menjadi
sejumlah negara baru. Salah satu hal yang mencuat dalam diskusi terbatas
yang diselenggarakan Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas
Padjadjaran (Unpad) itu dikemukakan pakar hukum tata negara Prof Bagir
Manan SH MCL, Kamis (2/12). Tampil sebagai pembicara lainnya Prof AD
Pirous, Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) asal Aceh dan Prof Dr
HT Dzulkarnain Amin MA dari Unpad.
Bagir Manan menambahkan, walaupun kemudian berbagai negara baru tersebut
dipersatukan kembali dalam bentuk negara federal, namun sebelumnya, hal itu
harus lebih dulu membutuhkan pengkajian yang sungguh-sungguh dan mendalam.
Ia mengingatkan hal ini karena ancaman pemisahan diri atau disintegrasi
negara RI akan mengundang reaksi kuat dari berbagai komponen bangsa untuk
mengambil segala tindakan.
Lengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/9912/03/NASIONAL/refe07.htm

Pansus DPR Setuju Referendum;
Mahasiswa Minta Bukti
--------------------------------------
JAKARTA (Waspada): Pansus DPR RI tentang masalah Aceh menyetujui referendum
dalam upaya menyelesaikan masalah yang terjadi diSerambi Mekkah.
Persetujuan rumusan menyetujui referendum diputuskan dalam rapat tertutup
Pansus di Jakarta Kamis (2/12) dan akan dibawa dalam rapat paripurna DPR.
"Kita tidak bisa menentukan apa opsinya. Ini kan sikap Pansus, kalau DPR
tidak setuju, Pansus tidak bisa apa-apa,"ujar Wakil Ketua Pansus Ali Yahya.
Menurut dia, secara resmi hasil kerja Pansus akan dibawa dalam rapat
paripurna DPR 6 Desember mendatang. Secara resmi tambahnya, Pansus
mengakhiri kerjanya, setelah yang direncanakan diperpanjang ternyata dapat
selesai sesuai jadwal. Selama kerjanya Pansus telah mempersiapkan sepuluh
rumusan, selain masalah referendum, di antaranya, menyetujui peradilan
koneksitas terhadap pelanggar HAM di Aceh dan tidak menyetujui pemberlakuan
darurat militer dalam menangani penyelesaian Aceh.
Lengkapnya: http://www.waspada.com/

FKGMIT Minta Pertanggungjawaban
Soeharto dan Habibie Soal Maluku
-------------------------------------------
Jakarta, 2 Desember
Forum Komunikasi Generasi Muda Indonesia Timur (FKGMIT) mendesak
pemerintahan Gus Dur segera menyelesaikan masalah Maluku sebelum bulan
Puasa dan Natal tahun 1999.  Forum ini juga meminta pertanggungjawaban
mantan Presiden Soeharto dan Habibie serta Feisal Tanjung berikut Wiranto
soal kasus Ambon, termasuk segala pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan
perkosaan hukum serta keadilan di Maluku. Demikian pernyataan sikap yang
disampaikan FKGMIT kepada DPR melalui
http://suarapembaruan.com/News/1999/12/021299/index.htmlPansus yang
membahas kasus Aceh, Rabu (1/12) siang. FKGMIT dalam pernyataan sikap yang
ditanda- tangani ML Mikiduiri dan Sekretarisnya Chriss Latuperissa juga
meminta pertanggungjawaban mantan Kepala Badan Intelijen Negara Letjen TNI
ZA Maulani yang dinilai gagal dalam mendeteksi dan menangani kerusuhan di
Ambon dan sekitarnya. Persoalan Maluku harus segera diselesaikan, sehingga
suasana di daerah ini aman untuk umat beragama yang melaksanakan ibadah
mereka sesuai dengan agama masing-masing. Aparat keamanan pun didesak agar
bisa segera membongkar siapa di balik kasus tersebut.
Lengkapnya: http://suarapembaruan.com/News/1999/12/021299/index.html

Bangsa Indonesia Bertahun-
tahun Hidup Tak Normal
----------------------------------
Jakarta, 2 Desember
Jaksa Agung Marzuki Darusman menegaskan bahwa kebijakan-kebijakan yang ada
selama ini dibuat sedemikian rupa agar dapat terlepas dari jerat hukum.
Akibatnya, bangsa Indonesia hidup secara tidak normal. ''Selama ini ada
tatanan yang pararel, yang diciptakan ke seluruh kehidupan masyarakat
Indonesia, sehingga ada kalkulasi yang sangat cermat untuk tidak bisa
disalahkan dalam hukum,'' ujar Marzuki pada sebuah seminar bertajuk ''Visi
Baru Masyarakat Indonesia Terhadap Kemajukan'', Rabu (1/12) di Jakarta.
Menurutnya, selama beberapa tahun terakhir ini, bangsa Indonesia secara
terpaksa harus menerima kemunafikan dengan mengaggap sesuatu yang melanggar
hukum sebagai sesuatu yang normal dalam kehidupan.
Lengkapnya: http://suarapembaruan.com/News/1999/12/021299/index.html

BERITA LUAR NEGERI
++++++++++++++++++++++++

Did GOP Leaders
Snub Catholic Priest?
Catholic Priest Says He Was Rejected for Faith
----------------------------------------------------------
W A S H I N G T O N, Dec. 2 - The Rev. Tim O'Brien, passed over when House
GOP leaders made their selection of a new chaplain, charged that
anti-Catholic bias was at work.   "I am convinced that if I were a mainline
Protestant minister and not a Catholic priest, I would be the candidate,"
he said Wednesday in a telephone interview.  Presbyterian Picked Instead
Democrats say the two top GOP leaders, House Speaker Dennis Hastert of
Illinois and Majority Leader Dick Armey of Texas, overruled the work of a
special committee composed of nine lawmakers from each party, which
reviewed candidates and recommended O'Brien. Instead, the Republican
leaders chose a Presbyterian minister, the Rev. Charles Wright, who has
served pastorates in Maryland, Pennsylvania, Georgia and Washington.  "I
think there are tones of [bias] involved" in the selection," said Rep. Anna
Eshoo, D-Calif., a Catholic and member of the selection committee. "I do
not say this gladly," she added. But Republicans deny any anti-Catholic
bias. Armey spokeswoman Michele Davis said the Texas Republican found
Wright to be the most suitable for House members seeking counseling during
"a rough time."
More:
http://abcnews.go.com/sections/politics/DailyNews/congresschap991202.html

'Precedent Shattering'
 -------------------------
ABCNEWS.com
Dec. 2 - The Clinton administration may soon allow China to buy an
immensely powerful IBM computer that experts say Beijing could use to
improve the targeting of its nuclear warheads. Sources tell ABCNEWS.com
administration officials recently approved an unprecedented proposal to
allow China to import an IBM RS/6000 SP supercomputer with an estimated
processing speed of at least 30 billion operations per second. Nearly all
high-performance computers previously exported to China were estimated to
perform 7 billion operations per second or less. The IBM supercomputer, one
of the most capable on the market, is intended for China's Meteorological
Administration, a branch of the government, ostensibly for running programs
for forecasting winds and other weather more accurately.
More: http://abcnews.go.com/sections/world/DailyNews/supercomputerII.html

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke