"''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Sabtu, 4 Desember 1999
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
@ Panglima GAM:
Terus Berjuang Mencapai Kemerdekaan
@ Dua Belas Orang Kena Tembak di Irian Jaya
@ Jangan Ulangi Kesalahan Di
Timtim Dalam Kasus Aceh
@ Dibentuk Satgas Perdamaian Ambon
@ Mahkamah Internasional bisa Adili para Jenderal
--------BERITA LUAR NEGERI----------
@ Clinton Teken Perjanjian
Perlindungan Pekerja Anak
@ IRA Tunjuk Perantara Diskusikan Perlucutan Senjata
SELAMAT MEMBACA
==================
Panglima GAM:
Terus Berjuang Mencapai Kemerdekaan
-----------------------------------------------
Gunung Halimun, Kompas
Dalam sebuah jumpa pers dengan lebih dari seratus wartawan dalam dan luar
negeri, Jumat (3/12) malam, Panglima Perang Gerakan Aceh Merdeka, Teungku
Abdullah Syafiie, mengatakan, bangsa Aceh akan terus berjuang hingga
mencapai kemerdekaan yang diinginkan. Perjuangan itu ditempuh dengan
cara-cara damai, bukan dengan kekerasan. Sebab, bangsa Aceh bukanlah bangsa
yang brutal, yang mengutamakan kekerasan dalam perjuangannya. Bahwa GAM
memiliki senjata, hal itu dinilainya sebagai upaya mempertahankan diri dari
konflik-konflik bersenjata yang diciptakan Tentara Nasional Indonesia.
Abdullah Syafiie mengatakan pula, Presiden Indonesia, Abdurrahman Wahid
kurang dapat dipercaya karena janjinya menarik TNI dari Aceh ternyata tak
ditepati. Hingga kini, serdadu Indonesia disebutnya masih berkeliaran di
desa-desa sehingga rakyat Aceh harus mengungsi.
Lengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9912/04/UTAMA/teru01.htm
Dua Belas Orang Kena Tembak di Irian Jaya
* Tiga Kritis, Delapan Luka Ringan, Tujuh Ditahan
------------------------------------------------------------
Jayapura (Bali Post) -
Dua belas orang mengalami luka-luka akibat tertembak, tiga di antaranya
dalam kondisi kritis dan delapan menderita luka ringan di Timika, Kabupaten
Mimika, Irian Jaya, Kamis (2/12). Sementara aparat keamanan menahan tujuh
orang, termasuk dua wartawan asal Jerman. Peristiwa itu terjadi sesaat
setelah penurunan bendera Papua ''Bintang Kejora''. Petugas medis
Poliklinik Katolik Caritas Timika Abraham Komber di Timika, Jumat (3/12)
kemarin menjelaskan, tiga orang yang menderita luka parah terkena peluru
tajam yang dilepaskan pasukan Brimob Polda Irja. Korban telah dilarikan ke
RS PT Freeport Indonesia di Tembagapura, sekitar 80 km dari Timika untuk
mendapatkan perawatan intensif. Sementara delapan orang lainnya yang
mengalami luka ringan dirawat di Poliklinik Katolik Caritas Timika Kota.
Aparat keamanan juga menahan tujuh orang di Polsek 32 Timika untuk dimintai
keterangan guna proses lebih lanjut, yaitu lima orang WNI saat penurunan
bendera Papua dan dua orang wartawan asing dari Jerman. Herman Baru,
seorang tokoh Irja di TKP melalui SLJJ menjelaskan, penduduk telah
mengumpulkan 80 butir selongsong peluru tajam di TKP sebagai barang bukti
untuk membantu proses penuntasan kasus tersebut. Ratusan penduduk juga
meminta aparat keamanan melepaskan warga Timika yang ditahan, termasuk dua
wartawan Jerman tersebut.
Lengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/12/4/n1.htm
Jangan Ulangi Kesalahan Di
Timtim Dalam Kasus Aceh
----------------------------------
BANDA ACEH (Waspada): Komite Sentral Organisasi Solidaritas Mahasiswa Untuk
Rakyat (KSO-SMUR) melalui juru bicara politik dan hubungan internasional
Aguswandi BR dari New York, AS, mendesak sejumlah lembaga HAM dunia untuk
melakukan intervensi di Aceh. Masyarakat internasional jangan mengulangi
kesalahan di Timor Timur dalam kasus Aceh, pinta Aguswandi dalam surat
elektronik kepada Waspada, Jumat (3/12), setelah menemui sejumlah lembaga
HAM dunia di New York. Keterlambatan masyarakat internasional dalam
memperhatikan kasus Timtim telah menyebarkan terjadinya kejahatan HAM yang
besar di Timtim, ujar Aguswandi. "Keterlambatan tersebut jangan sampai
terulang di Aceh, apalagi kondisi Aceh saat ini bertambah buruk," tegasnya.
Dia kembali menegaskan, belum terlambat lembaga-lembaga internasional untuk
segera menyelamatkan Aceh. Kalau tidak, maka masyarakat Internasional,
katanya turut berdosa besar seandainya terjadi kembali kejahatan HAM di
Aceh.
Lengkapnya: http://www.waspada.com/
Dibentuk Satgas Perdamaian Ambon
-------------------------------------------
JAKARTA-Kapolri Jenderal Pol Drs Roesmanhadi menyatakan, dalam waktu dekat
akan dibentuk dan diturunkan Satgas Perdamaian Maluku dalam menghadapi
bulan Ramadan, Natal, dan Tahun Baru. Satgas Perdamaian Maluku tahap
pertama itu berjumlah sekitar 90 orang, yang terdiri atas pemuda-pemuda
Maluku yang berada di Jakarta. Mereka nanti akan bekerja sama melalui
pendekatan dengan pemuda di Maluku untuk menjalankan misi perdamaian.
"Mudah-mudahan dalam masa status quo itu, kita dapat melakukan kegiatan
lain," kata Roesmanhadi setelah melakukan dialog dengan Masyarakat Maluku
Jakarta di Jakarta, Jumat. Upaya perdamaian tersebut, dia mengatakan, dalam
jangka pendek antara lain dengan membuat suatu maklumat bersama baik para
raja-raja (kepala desa-Red) maupun pada pihak yang bertikai untuk suatu
usaha perdamaian.
Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9912/04/nas14.htm
Mahkamah Internasional
bisa Adili para Jenderal
------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Para jenderal yang diduga terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia
(HAM) khsususnya di Aceh dan Timtim bisa saja diadili di Mahkamah
Internasional (International Tribional). Advokat Dr. Todung Mulya Lubis
mengatakan hal itu seusai pengumuman pemenang Yap Thiam Hien Award di
Jakarta, Jumat (3/12) kemarin. Menurut Todung, International Tribional
jangan secara apriori ditolak, terutama dalam menangani proses penyelesaian
kasus pelanggaran HAM yang terjadi selama ini. Alasannya, lembaga tersebut
selain lebih efektif, lebih mandiri, juga secara institusional lebih siap.
Ia mencontohkan peran lembaga tersebut dalam menangani kasus Yogoslavia dan
Rwanda. ''Memang, selama ini lembaga tersebut terkesan hanya menangani
kejahatan perang,'' katanya. Tetapi sebenarnya, International Tribional
bisa melakukan pengadilan terhadap tiap pelanggaran terhadap konvensi
Jenewa yang menyangkut pelanggaran HAM, misalnya pembunuhan, penyiksaan,
penahanan dan pemaksaan orang untuk meninggalkan tempat tinggalnya.
Lengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/12/4/p2.htm
-------BERITA LUAR NEGERI--------
Clinton Teken Perjanjian
Perlindungan Pekerja Anak
--------------------------------
SEATTLE - Presiden AS Bill Clinton, Kamis (waktu setempat) menandatangani
perjanjian internasional yang melarang perlakuan buruk bagi tenaga kerja
anak. Perjanjian tersebut bertujuan menyelamatkan anak-anak dari kehidupan
yang menyengsarakan sebagai budak, pelacur, serdadu, atau pembantu rumah.
''Ini kemenangan bagi anak-anak di seluruh dunia, dan terutama bagi puluhan
juta buruh anak di dunia, yang terpaksa masih harus banting tulang dalam
keadaan yang menyedihkan,'' kata Clinton, ketika menandatangani Konvensi
Tenaga Kerja Anak di sela-sela pertemuan Organisasi Dagang Dunia (WTO) di
Seattle, Negara Bagian Washington. ''Anak-anak mendapat mimpi buruk akibat
prostitusi. Mereka mengikat perjanjian kerja dengan pengusaha pabrik dengan
upah sangat rendah, guna membayar utang yang tidak akan pernah mereka dapat
lunasi,'' katanya.
Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9912/04/int1.htm
IRA Tunjuk Perantara Diskusikan Perlucutan Senjata
* Setelah 25 Tahun Di Bawah Inggris
-----------------------------------------------------------------
Belfast-
Kelompok paramiliter Tentara Republik Irlandia (IRA), Kamis (2/12) menunjuk
perantara yang akan mendiskusikan penyerahan senjata mereka, beberapa jam
setelah kelompok politik yang saling bermusuhan di Irlandia Utara melakukan
sidang kabinet lintas-partai pertama mereka. Dalam pernyataan yang
disebarkan kepada media di Belfast dan Dublin, Tentara Republik Irlandia
mengatakan menunjuk seorang juru runding yang akan berhubungan dengan badan
perlucutan senjata, tepat pada hari penyerahan kekuasaan dari London kepada
Belfast. Pernyataan itu ditandatangani oleh P.O'Neill, yakni nama sandi
yang digunakan untuk menyebut identitas IRA, kendati dalam pernyataan itu
tidak disebut nama perantara itu. "Kami menegaskan bahwa wakil kami telah
ditunjuk untuk terlibat dalam diskusi dengan badan penonaktifan senjata
internasional," kata pernyataan itu.
Lengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/12/4/m1.htm
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l