"''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Selasa, 7 Desember 1999
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
@ Kejaksaan Agung Cabut SP3
Jabatan untuk Keluarga-Kroni
@ Dipercepat, Peradilan Pelanggar HAM di Aceh
@ 'Bila Tidak Mau Berunding,
GAM Akan Ditinggal Rakyat'
@ Saya lebih Leluasa Kritik Gus Dur
@ Penanganan Konglomerat Jangan Diskriminatif '
Tangkap juga Prajogo, Salim, dan Bob Hasan'
-------BERITA LUAR NEGERI----------
@ Jepang dan Rusia Bahas Sengketa Wilayah
@ Timteng Bergantung pada Albright
SELAMAT MEMBACA
===================
Kejaksaan Agung Cabut SP3
Jabatan untuk Keluarga-Kroni
------------------------------------
JAKARTA - Setelah ditunggu-tunggu action-nya sejak menjabat Jaksa Agung
dalam Kabinet Persatuan Nasional, Marzuki Darusman SH kemarin membuat
gebrakan dengan mencabut surat penghentian penyidikan perkara (SP3) kasus
KKN mantan presiden Soeharto. Dengan pencabutan SP3 ini berarti kasus yang
sarat muatan politik tersebut akan dibuka kembali.
Dalam siaran pers Kejaksaan Agung yang dibacakan Kahumas Soehandojo SH,
semalam, disebutkan yang mendasari pencabutan SP3 N 81/Jaksa Agung/10/1999
tersebut Tap IX/ MPR/1998 dan Inpres No 3/1998. SP3 tersebut dinilai tidak
lengkap karena hanya penyidikan terhadap tiga yayasan yang diketuai HM
Soeharto, yaitu Supersemar, Dharmais, dan Dakab.
Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9912/07/nas1.htm
Dipercepat, Peradilan Pelanggar HAM di Aceh
--------------------------------------------------------
JAKARTA - Sidang Kabinet Bidang Polkam yang dipimpin langsung Presiden
Abdurrahman Wahid, Senin kemarin, memutuskan untuk mempercepat peradilan
bagi para pelanggar HAM di Aceh. Pemerintah juga berencana mempercepat
penerapan UU No 22, 25, dan 44 menyangkut keistimewaan daerah Aceh. Menko
Polkam Jenderal Wiranto setelah sidang di Bina Graha mengemukakan, masalah
Aceh akan diselesaikan dengan jalan mengutamakan cara-cara dialog, bukan
dengan cara kekerasan. Dengan prinsip dasar tersebut, bisa dibuktikan pada
masa kritis pelaksanaan HUT GAM (Gerakan Aceh Merdeka) 4 Desember lalu,
situasi Aceh secara umum dalam keadaan kondusif untuk melanjutkan dialog.
''Masing-masing pihak konsisten untuk menjaga agar tidak terjadi konflik di
lapangan. Baik aparat keamanan, masyarakat, maupun GAM, tidak melakukan
langkah-langkah provokasi yang bisa menjurus konflik massal,'' kata
Wiranto.
Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9912/07/nas6.htm
'Bila Tidak Mau Berunding,
GAM Akan Ditinggal Rakyat'
---------------------------------
BANDA ACEH (Waspada):
Tidak ada satu pun kemerdekaan sebuah negara di dunia ini yang diraih tanpa
lebih melalui meja perundingan. Karena itu, kata Drs. Ir. T. Saiful Ahmad,
BMuE, bila GAM menolak berunding dengan Jakarta maka organisasi itu pasti
akan ditinggalkan oleh rakyat Aceh. "Rakyat Aceh tidak ingin lagi bersimbah
darah," kata Saiful Ahmad, wakil Ketua Pansus DPR-RI untuk kasus Aceh, pada
acara coffee morning dengan wartawan yang dipandu anggota MPR-RI utusan
daerah Dr. Farhan Hamid, MS di restoran Koetaradja Sultan Hotel Banda Aceh,
Senin (6/12). Acara yang diprakarsai oleh ketua Fraksi FPPP DPRD-I Aceh
Abdullah Saleh, SH ini berlangsung dua jam lebih dihadiri Ketua DPRD-I Aceh
H. Muhammad Yus, para wakil Ketua yaitu Moersyid Minosra (FPG), T. Bahrum
Manyak (FPDIP) dan Kol. Inf. Farid Wadjdi Ali (F-TNI/Polri). Selain itu
juga dihadiri oleh Ketua Fraksi Partai Golkar Azhari Basyar dan Prof. DR.
Djamaluddin Ahmad, penasehat Fraksi PAN.
Lengkapnya: http://www.waspada.com/
Saya lebih Leluasa Kritik Gus Dur
----------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hamzah Haz mengatakan,
mundur dari jabatan Menko Kesra dan Taskin akan lebih leluasa mengritik
pemerintahan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Meski demikian, kritik itu
akan dilakukan secara sehat. Ia mengungkapkan hal itu kepada wartawan di
Jakarta, Senin (6/12) kemarin, usai membuka Rapat Pimpinan (Rapim) PPP.
Apakah PPP akan menjadi oposisi? Menurutnya, bagi PPP yang penting akan
melakukan amar makruf nahi mungkar (mengajak berbuat baik, dan mencegah
kemungkaran). ''Gus Dur sendiri mengatakan bahwa NU (Nahdlatul Ulama-red)
harus berani mengritik pemerintah. Demikian juga PPP,'' ujarnya.
Lengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/12/7/p3.htm
Penanganan Konglomerat Jangan Diskriminatif '
Tangkap juga Prajogo, Salim, dan Bob Hasan'
--------------------------------------------------------
JAKARTA -- Dugaan adanya ''persekongkolan politik'' di balik skandal
Texmaco harus dijawab dengan tindakan nyata oleh Jaksa Agung Marzuki
Darusman dan Meneg Penanaman modal dan Pembinaan BUMN Laksamana Sukardi.
Caranya, dengan menghindari perlakuan diskriminatif terhadap konglomerat
yang lain. ''Semua perusahaan yang bermasalah harusnya juga diselidiki, dan
jika memang memiliki bukti kuat, harus segera disampaikan ke Jaksa Agung
untuk diperiksa,'' kata Ketua DPR Akbar Tanjung di Jakarta kemarin. ''Jadi
jangan hanya meneliti satu perusahaan saja.'' Akbar menyatakan Laksamana
dan Marzuki jangan sampai menimbulkan kesan ragu-ragu untuk mencari
kebenaran. Apalagi jika sampai pilih-pilih dalam penegakan hukum di
Indonesia. ''Kita harapkan pada Laksamana, bila memiliki bukti-bukti
terhadap perusahaan lain supaya sesegera mungkin melaporkan pada Jaksa
Agung. Jika seandainya terbukti, menyalahi hukum, menyalahi aturan, ya
harus ditindaklanjuti,'' katanya.
Lengkapnya: http://www.republika.co.id/9912/07/11204.htm
-------BERITA LUAR NEGERI----------
Jepang dan Rusia Bahas Sengketa Wilayah
----------------------------------------------------
Tokyo- Jepang dan Rusia, Senin (6/12), mulai melakukan perundingan di
Tokyo mengenai perjanjian tahun 1997 untuk menyelesaikan sengketa wilayah
yang telah lama berlangsung dan menandatangani perjanjian perdamaian akhir
tahun 2000.
Pihak Jepang dalam perundingan dua hari itu dipimpin Deputi Menlu Ryozo
Kato dan tim Rusia dipimpin Deputi Menlu Grigory Karashin. Sidang itu juga
meliputi pertemuan dua komite, yaitu satu untuk menetapkan garis perbatasan
dan yang lain untuk meningkatkan kegiatan ekonomi bersama di kepulauan
Hokkaido --yang diduduki Rusia. Pertemuan tingkat sub-kabinet itu terakhir
diselenggarakan 6 Agustus di Moskow. Para pejabat Jepang mengatakan kedua
pihak juga diperkirakan akan mengusahakan suatu jadwal kunjungan Menlu
Rusia Igor Ivanov ke Tokyo untuk membuka jalan bagi kunjungan Presiden
Boris Yeltsin yang telah lama tertunda. Yelstin dikabarkan mengemukakan
kepada Jepang bulan lalu bawa ia berniat mengunjungi Jepang Maret atau
April tahun depan, sehingga menghancurkan harapan Jepang untuk
merealisasikan tahun ini pengaktifan kembali perjanjian tahun 1997 --yang
macet.
Lengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/12/7/m1.htm
Timteng Bergantung pada Albright
------------------------------------------
JERUSALEM - Utusan khusus AS untuk Timur Tengah (Timteng), Dennis Ross,
tidak berhasil menembus kebuntuan proses damai ketika dia bertemu juru
runding Israel dan Palestina, Senin kemarin. Dengan demikian, kedua pihak
yang bermusuhan itu kini menggantungkan harapan pada Menlu AS Madeleine
Albright. Juru runding Palestina Saeb Erekat mengatakan kepada Reuters,
dia, Ross dan juru runding Israel Oded Eran, tidak dapat melapangkan jalan
bagi penyerahan lima persen lagi wilayah Tepi Barat kepada Pemerintah
Otonomi Palestina. ''Pertemuan ini tidak membuahkan hasil,'' kata Erekat.
Albright kemarin dijadwalkan memulai kunjungan empat hari ke Timteng. Para
pejabat AS pesimis Albright akan bisa memberikan nafas baru bagi negosiasi
antara PM Israel Ehud Barak dan Palestina.
Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9912/07/int2.htm
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l