"'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Sabtu, 11 Desember 1999 """"""""""""""""""""""""""""""""""""""" *Tuduhan Pelanggaran HAM di Timtim Wiranto: Tidak Berdasar *PT Banten Java Persada Akui Diberi Kemudahan *Pos Airut dibom, Lhokseumawe Terguncang dan Mencekam *Kontras Ungkap Dokumen Rahasia:Kekerasan Di Aceh Sistematis *Croatia's President Tudjman Dies *Historians say Swiss barriers helped Nazis kill more Tuduhan Pelanggaran HAM di Timtim Wiranto: Tidak Berdasar ------------------------------- Jakarta, Kompas Mantan Panglima TNI Jenderal Wiranto menolak semua tuduhan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) pascapenentuan pendapat di Timor Timur yang ditujukan ke TNI dan dirinya selaku Panglima TNI. Ia juga meminta Komisi Penyelidikan Pelanggaran (KPP) HAM Timtim tidak melontarkan pernyataan yang tidak berdasar sama sekali, sehingga dikhawatirkan dapat menyesatkan opini publik. Ini diungkapkan Wiranto kepada pers di kantor The Habibie Center yang terletak di Gedung BNI 46 Jakarta lantai 32, Jumat (10/12), usai memberikan keterangan lisan sekitar lima jam di depan advokat Adnan Buyung Nasution yang mewakili Muladi selaku Koordinator Tim Konsultan Hukum/HAM Perwira Tinggi TNI untuk Pelanggaran HAM Timtim. Mendampingi Nasution antara lain Hartono Mardjono, Yan Djuanda Saputra, Hotma Sitompoel, Mohammad Assegaf, Ruhut Sitompul, Erman Umar, Rahyono Abikusno, Henson, Chandra Motik Jusuf Djemat, dan Bob Nainggolan. Sementara Wiranto didampingi Wakil Panglima TNI Jenderal Fachrul Razy, Mayjen Zacky Anwar Makarim, Mayjen Adam Damiri, Mayjen Sjafrie Sjamsoeddin, dan Brigjen Tono Suratman. Tampak di antara mereka antara lain Komandan Pusat Polisi Militer Mayjen Djasri Marin, Kepala Badan Pembinaan Hukum Mabes TNI Mayjen Timur P Manurung dan Kapuspen TNI Mayjen Sudrajat. Lengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9912/11/UTAMA/wira01.htm PT Banten Java Persada Akui Diberi Kemudahan -------------------------------------------------------- Jakarta, Kompas Direktur Utama PT Banten Java Persada (BJP) Achmad Kalla mengakui memperoleh kemudahan dari sejumlah pejabat pemerintah dan Direktur Utama Bapindo saat perusahaan itu mengambil alih aset Golden Key senilai Rp 1,3 trilyun. Namun Achmad tidak mau menyebut nama pejabat dimaksud dan mengaku tidak mengerti mengapa sejumlah pejabat dan Direktur Utama Bapindo itu memberi kemudahan pada perusahaannya. Berbicara pada pers, Jumat (10/12) di Jakarta, Achmad memaparkan ikhwal pengambilalihan aset Golden Key, perusahaan petrokimia eks milik buronan Eddy Tansil. Diakui, tahun 1997 PT BJP membeli aset Golden Key yang saat itu disita Bapindo, dengan menggunakan kredit yang dikucurkan oleh Bapindo sendiri senilai Rp 1,3 trilyun. Kini oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) kredit PT BJP sebesar Rp 1,3 trilyun itu dinyatakan macet. Lengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9912/11/UTAMA/ptba01.htm Presiden pisahkan utang Texmaco dari kisah sukses perusahaan --------------------------------------------------------------------------- ----- satunet.com - Presiden KH Abdurrahman Wahid akhirnya sampai pada satu keputusan untuk memilah kasus Texmaco menjadi dua bagian, yakni hukum dan ekonomi. Secara hukum, pemilik Texmaco tetap perlu menyelesaikan pembayaran utangnya, namun secara ekonomi pemerintah berusaha mempertahankan keberadaan Texmaco dengan ribuan karyawannya. "Texmaco memang harus membayar utangnya. Alhamudulillah mereka sudah dua kali membayar," ujar Gus Dur, sebagaimana dikutip harian pagi Bisnis Indonesia edisi Sabtu. Pernyataannya yang disampaikan saat berdialog dengan masyarakat usai shalat Jumat di Masjid Baiturrahim, kompleks Istana Merdeka, Jumat, menyebut penyelesaian cara itu sebagai 'win-win solution'. Kendati demikian, menurut presiden seperti dikutip Bisnis, pemerintah tetap perlu melakukan tindakan hukum atas mega-kredit yang melibatkan dana Rp9,8 triliun itu. Lengkapnya: http://www.satunet.com/artikel/isi.html?id=2144 Pos Airut dibom, Lhokseumawe Terguncang dan Mencekam ---------------------------------------------------------------------- Reporter: Azwar Nurdin detikcom - Lhokseumawe, Lhokseumawe, Aceh, kembali terguncang. Sabtu (11/12/1999) pukul 00.10 wib dini hari, suasana mencekam merebak di kota Lhokseumawe. Ketegangan ini bermula pada sekitar pukul 16.05 Wib ketika bom meledakan Pos Airud, Pusong Baru Lhokseumawe. Dua aparat keamanan dilaporkan mengalami cedera. Masing-masing kulit kaki mengelupas dan satu aparat lainnya dilaporkan tangannya hancur. Ekses ledakan bom tersebut, serta merta mengundang aparat keamanan dari kesatuan Brimod. Satu truk pasukan mengelar sweeping mendadak. Selain membubarkan massa yang kebetulan berkumpul di sekitar tempat kejadian, aparat juga melakukan tembakan menggelegar ke atas. Mendengar tembakan itu, massa pun kocar-kacir. Mereka menyangka ada perang. Lengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/199912/19991210-232058.html Kontras Ungkap Dokumen Rahasia:Kekerasan Di Aceh Sistematis ---------------------------------------------------------------------- JAKARTA (Waspada): Kekerasan di Aceh dilakukan secara sistematis oleh aparat keamanan, bukan sekedar ekses operasi militer, demikian pernyataan Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras). Koordinator Kontras Aceh, Munarman, saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Jumat (10/12) menampik pernyataan petinggi dan mantan petinggi militer yang menyatakan kekerasan di Tanah Rencong merupakan ekses dari operasi militer atau akibat kesalahan oknum di lapangan. Dalam jumpa pers di kantor Kontras di gedung YLBHI Jakarta itu, Munarman dengan didampingi wakil Koordinator Kontras Ori Rahman, mengungkap data yang disebutnya "dokumen rahasia tentang pelaksanaan Operasi Jaring Merah yang dilakukan Satgas Rencong '94", yang diperolehnya dari masyarakat Aceh. Lengkapnya: http://www.waspada.com/121199/headline/headlin1.htm ------English Section----- Croatia's President Tudjman Dies Led Country to Independence; Policies Helped Fuel Bosnian War ---------------------------------------------------------------- Z A G R E B, Croatia, Dec. 11 - President Franjo Tudjman, who led his country to independence from former Yugoslavia but was assailed for his authoritarian rule as well as nationalist policies that helped fuel the war in Bosnia, has died, state television announced today. The announcement did not specify the time of death for the 77-year-old leader, hospitalized since early November. The announcement came at a special 2 a.m. newscast. "The president of Croatia, the founder of the independent Croatian state, has died," the announcement said. Tudjman had been hospitalized since undergoing emergency intestinal surgery Nov. 1. He had received medical treatment in Washington in 1996 for what U.S. sources said was stomach cancer. But Tudjman denied that, and his medical team in Zagreb said he had been treated for an ulcer and swollen lymph nodes. More: http://abcnews.go.com/sections/world/DailyNews/Tudjmandies991210.html Historians say Swiss barriers helped Nazis kill more --------------------------------------------------------------- BERN, Switzerland (AP) -- Switzerland blocked refugees from entering its borders at the height of the Holocaust, turning back thousands of Jews and others who were later killed by Nazi Germany, a long-awaited historians' report said Friday. "Switzerland declined to help people in mortal danger," said the hard-hitting, 956-page study by an international panel, which described its report as a lesson "for all humanity." The Swiss government commissioned the report by U.S., Israeli and Swiss historians to re-evaluate the World War II years, after the neutral country came under attack by Jewish organizations for harboring dormant bank accounts of Holocaust victims and buying Nazi gold. The panel did credit Switzerland with saving 21,000 Jews during World War II, but said many escaped harm because they sneaked into the country and reached the interior where they were allowed to remain. It said records exist of more than 24,000 refugees who were turned back to the Nazis when "Switzerland was their last hope." More: http://cnn.com/1999/WORLD/europe/12/10/bswissbanks.nazis.ap/ +++++++++++++ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
