********************************
Bila anda mampu berpikir kritis analisis,
    Manfaatkan ruang "Artikel" Eskol-Net
Untuk menuangkan ide dan gagasan anda!
    Kirimkan ke [EMAIL PROTECTED]
***Jangan sia-siakan talenta anda****
**********************************
Wacana Mingguan : 11 Desember 1999
===============================

Konsistensi Hati Pelayan

Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya
di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan
manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku. (Mat.10:32-33)


 Apa reaksi dunia ketika Injil diberitakan? Apakah semua orang
menyambutnya dengan gembira dan hati terbuka? Atau sebaliknya, menolaknya?
Yesus sudah tahu jawabnya. Sehingga tidak mengherankan, ketika Yesus
mengutus para murid Ia juga memberi 'wanti-wanti' mengenai bagaimana dunia
akan bereaksi. Tidak semua orang akan menyambut baik kehadiran dan
pemberitaan Injil. Bahkan,  Ia tekankan, bahwa dunia akan menolak mereka.
Persoalannya, "Siapa atau apa penyebab penolakan itu; apakah terhadap para
muridNya secara pribadi, atau berita Injil itu sendiri?"
 Di awal teks ini, Yesus menggambarkan bahwa dunia ini bak serigala; liar
dan berbahaya. Dunia punya kecenderungan menolak dan menentang  siapa saja,
termasuk kehadiran Tuhan Yesus dan para murid-Nya. Itulah sebabnya Ia
berkata bahwa seorang murid tidak lebih dari gurunya yang mengalami
penganiayaan.

Namun, Tuhan Yesus menghibur mereka dengan mengatakan bahwa mereka itu
memiliki Tuan atau Pemilik yaitu Kurios (Tuhan Yesus). Jadi, tidak ada
alasan untuk melarikan diri dari dunia yang mengelilinginya. Para murid
harus konsisten melayani.
Pesan dan nasihat Tuhan Yesus tersebut, juga berarti agar para murid tidak
mencari alasan untuk menyangkal Tuhan Yesus. Tidak ada alasan untuk
mengalihkan tujuan misi mereka, apapun dan bagaimanapun ancamannya. Para
murid ditantang untuk mengakui Yesus di tengah dunia yang diibaratkan
seperti serigala itu. Konsistensi mereka untuk bersaksi dan menyaksikan
nama Yesus menjadi faktor penentu apakah mereka layak dihadapan Bapa atau
tidak.
 Bagi pelayan, seperti halnya murid-murid Yesus, konsistensi sangatlah
penting. Konsistensi dalam hal beriman kepada Tuhan Yesus, dan konsistensi
dalam melaksanakan pelayanan. Bagaimanapun dunia ini, dan siapa pun yang
dihadapi, sang pelayan tidak perlu kecut atau lari dari tugasnya, terlebih
lari dari imannya. (yus)

Pokok Doa:
1. Berdoa agar kita sebagai murid Tuhan sekarang ini tetap konsisten
terhadap komitmen kita di hadapan Tuhan. Doakan juga kondisi dunia yang
sekarang acuh tak acuh terhadap berita Injil agar mata rohaninya dibukakan.
2. Kita terus berdoa untuk keutuhan bangsa Indonesia ini sehingga tidak
akan terjadi perpecahan dan menjadi tercerai-berai.
3. Berdoa dan mendukung kebutuhan para pengungsi di beberapa daerah akibat
kerusuhan yang selama ini terjadi.

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke