"''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Selasa, 14 Desember 1999
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
*Kembalikan Budaya Persahabatan dan Persaudaraan di Maluku
*TNI akui operasi militer identik dengan kekerasan
*Nasib Wiranto Tergantung Pengadilan
*Buyung Nasution Didesak Mundur
*Lee Kuan Yew: Aceh akan terisolasi bila memaksakan diri untuk merdeka
------------

*Columbine Killers on Video
*Unraveling a Mummy Mystery


Kembalikan Budaya Persahabatan dan Persaudaraan di Maluku
---------------------------------------------------------------------------
Ambon, Kompas
Penyelesaian konflik antara kelompok warga yang bertikai di Ambon harus
segera dihentikan, agar terwujud langkah menuju perdamaian abadi. Untuk
itu, warga masyarakat diminta segera mengembalikan budaya persahabatan dan
persaudaraan yang sudah dikenal sejak lama, yaitu pela gandong.
"Saya datang, saya melihat, saya ingin dihentikan," seru Wakil Presiden
Megawati Soekarnoputri kepada pengungsi korban kerusuhan dan pertikaian, di
Halong (Pangkalan TNI AL), Ambon, Maluku, Senin (13/12).
Pada kesempatan bertatap muka, Megawati meminta agar pesannya disampaikan
kepada pengungsi lain yang tidak sempat hadir dalam pertemuan. "Ini
keinginan saya yang tulus sebagai orang yang pernah datang ke sini. Saya
mohon semua pertikaian dihentikan," katanya. Kunjungan Megawati, yang
didampingi suaminya, Taufik Kiemas, serta sejumlah menteri ke lokasi
penampungan pengungsi, disambut meriah. Para pengungsi berebut untuk
berjabat tangan dengan orang kedua di republik ini.
Lengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9912/14/UTAMA/kemb01.htm

TNI akui operasi militer identik dengan kekerasan
---------------------------------------------------------------------------
-----
satunet.com - Pangdam Wirabuana Mayjen TNI Agus Wirahadikusumah mengakui,
operasi militer identik dengan kekerasan karena sifatnya memang represif,
sesuai dengan ciri militer pada umumnya.
Seperti disampaikannya pada rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR di
Jakarta, Senin, Agus yang juga mantan Asrenum (Asisten Perencanaan Umum)
Panglima TNI itu menyatakan, apabila kekerasan sebagai bagian dari operasi
militer itu dipandang sebagai suatu kesalahan maka dirinya siap untuk
diadili.
Didahului dengan memberi catatan kecil bahwa ia tak bermaksud menjadi
pahlawan, Agus mengatakan, apabila gambaran kekerasan yang telah dilakukan
TNI selama ini dinilai sebagai kesalahan maka sebagai seorang pemimpin TNI
ia akan meminta maaf kepada rakyat. "Karena tidak seorang pun yang bisa
keluar dari sistem otoritas yang begitu dominan pada masa lalu," ujarnya.
Tetapi jika masyarakat tetap tak bisa menerima permintaan maaf tersebut
maka dirinya siap diadili. "Saya siap diadili demi anak buah saya,"
tegasnya. Tindakan itu, menurutnya, merupakan implementasi dari nilai-nilai
kejuangan para sesepuh TNI bahwa tidak ada anak buah yang salah. Yang salah
adalah para perwira atau pemimpin komando, katanya mengutip para sesepuh
TNI.
Lengkapnya: http://www.satunet.com/artikel/isi.html?id=2311

Nasib Wiranto Tergantung Pengadilan
Gus Dur: Kalau Salah Dipecat
-------------------------------------
Tak Masalah Petinggi TNI Diadili
JAKARTA-Presiden KH Abdurahman Wahid menyatakan, pengadilan yang memutuskan
status Menko Polkam Wiranto, apakah harus dinontaktifkan atau diberhentikan
dari jabatannya sebagai menteri.
Gus Dur ketika menjawab pertanyaan pers seusai menghadiri peringatan HUT
Ke-36 LKBN Antara di Jakarta Senin kemarin mengatakan, tudingan yang
menyatakan Menko Polkam diduga terlibat pelanggaran HAM di Timtim merupakan
penilaian Komnas HAM dan Komisi Penyelidik Pelanggaran (KPP) HAM.
"Itu (pernyataan terlibat) pendapat Komnas HAM dan KPP HAM. Bagaimana
pendapat pengadilan itu yang penting, jadi saya tidak tergoda apa pun,"
tandasnya menanggapi pertanyaan wartawan mengapa Wiranto tidak
diberhentikan dari jabatan Menko Polkam karena KPP HAM menduga dia terlibat
pelanggaran HAM pascapengumuman hasil jajak pendapat di Timtim.
Gus Dur kembali menegaskan pernyataannya sebelum melantik para menteri
beberapa waktu lalu, masih berlaku. Yakni, jika seorang menteri diperiksa
Kejakgung maka otomotis nonaktif. Jika dinyatakan bersalah oleh pengadilan,
akan diberhentikan dari jabatannya
Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9912/14/nas1.htm

Buyung Nasution Didesak Mundur
---------------------------------------
Jakarta, Kompas
Ikut sertanya anggota Dewan Penyantun Yayasan Lembaga Bantuan Hukum
Indonesia (YLBHI) Adnan Buyung Nasution dalam Tim Advokasi Hak Asasi
Manusia Tentara Nasional Indonesia (HAM TNI), merupakan penyimpangan dari
visi dan misi organisasi YLBHI. Argumen legalistik-positivistik yang
dikumandangkan Nasution dalam setiap pembelaannya yang mengesankan bahwa
hukum itu netral, telah menyelubungi kejahatan kemanusiaan yang telah
berlangsung selama ini. Untuk itu, Dewan Pengurus YLBHI menyarankan agar
Nasution mengundurkan diri dari Dewan Penyantun YLBHI selambat-lambatnya
dalam satu minggu.
Sikap tegas Dewan Pengurus YLBHI itu disampaikan Wakil Ketua Dewan Pengurus
Dadang Trisasongko, Kepala Divisi Tanah dan Lingkungan Boedhi Wijardjo, dan
Kepala Litbang Robertus Robet, sebagai hasil dari rapat Dewan Pengurus
YLBHI yang juga dihadiri oleh Ketua Dewan Pengurus YLBHI Bambang
Widjojanto, Senin (13/12), di Jakarta.
Pernyataan senada juga disampaikan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta
melalui Direktur LBH Apong Herlina. LBH Jakarta menyatakan, apa yang
dilakukan Nasution adalah pelecehan kemanusiaan dengan menggadaikan hukum
untuk kepentingan politik. LBH Jakarta juga memberikan waktu satu minggu
untuk mencabut kedudukan Nasution sebagai Direktur Kehormatan LBH Jakarta.
"Pernyataan sikap yang sama disampaikan LBH-LBH di daerah, antara lain LBH
Palembang, LBH Makassar, dan LBH Lampung," ungkap Trisasongko.
Lengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9912/14/UTAMA/buyu01.htm

Lee Kuan Yew: Aceh akan terisolasi bila memaksakan diri untuk merdeka
---------------------------------------------------------------------------
-----------
JAKARTA, Mandiri - Satu lagi 'ancaman' muncul bagi keinginan besar warga
masyarakat propinsi Aceh untuk merdeka. Ancaman itu datang dari tokoh
paling berpengaruh di Singapura, Lee Kuan Yew.
Laporan pers dari Kualalumpur Malaysia menyebutkan bahwa mantan menteri
senior Singapura yang sempat diminta sebagai penasehat keuangan Kabinet Gus
Dur itu menyatakan kalau Aceh tetap memaksakan diri untuk memisahkan diri
dari NKRI, akan mengalami nasib serupa dengan Biafra.
Biafra adalah bagian wilayah dari negara Nigeria yang memisahkan diri pada
tahun 1967. Seperti propinsi 'Serambi Mekah' Aceh, Biafra juga penghasil
utama minyak bumi bagi Nigeria.
"Katakanlah kalau Aceh memisahkan diri misalnya, apakah lantas akan ada
dukungan dan diakui? Bisakah dia mempunyai hubungan internasional,
perdagangan dan mendapat suara internasional?" tanya pemimpin flamboyan
Singapura itu.
Lee Kuan Yu mengatakan hal itu dalam sebuah wawancara eksklusif dengan
stasiun CNBC Asia yang ditayangkan Minggu malam, membicarakan tentang Asia
dalam menghadapi milenium baru.
Lengkapnya:
http://www.mandiri.com/isimandiri/contents/Berita/1299/bt131299_7.htm

------English Section-----
Columbine Killers on Video
--------------------------------
They debated which Hollywood director would do justice to their story, set
their sights on 250 victims at their high school campus, and "apologized"
for their final, violent act.
     In five videotapes left behind by gunmen Dylan Klebold and Eric
Harris, the two detail their plans and thoughts in the weeks before they
walked into Columbine High School with guns and launched a killing spree
that left 12 students and a teacher dead. The teenagers then killed
themselves.
     The videotapes, which had been kept under wraps by authorities, were
viewed by a Time magazine reporter.
     According to Time, Klebold, 17, predicted the moments prior to the
April 20 assault would be the most "nerve-wracking of my life, after the
bombs are set and we're waiting to charge through the school. Seconds will
be like hours. I can't wait."
More:
http://abcnews.go.com/sections/us/DailyNews/columbine_videos991213.html

Unraveling a Mummy Mystery
Peruvian Man May Be Genetically Linked to Incan Mummy
--------------------------------------------------------------------
B U E N O S   A I R E S,   Argentina,   Dec. 9 - The discovery of a distant
living relative of one of the three Incan mummies found on top of an
Argentine volcano may shed light on their origin and customs of the time.
     The Peruvian relative, now living in the Washington, D.C.-area, was
matched through DNA tests which showed the individual and a girl ritually
sacrificed about 500 years ago could have had a common ancestor 100 years
before her death.
"For the first time ever we could have that hard evidence," of the mummies'
origin, archaeologist and team leader Johan Reinhard said by telephone from
the city of Salta.
     The scientists announced in April they had found the frozen bodies of
two girls and a boy ritually killed some 500 years ago about 22,000 feet
above sea level on top of the Llullaillaco volcano in the northwestern
Argentine Andes.
More: http://abcnews.go.com/sections/science/DailyNews/mummy991210.html
+++++++++++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke