************************** Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************** Eskol Netters yang terhormat, Salam Sejahtera dalam Kasih Kristus, Berikut ini kami postingkan situasi Ambon, Tanggal 1 s/d 2 Desember 1999. Mohon dukungan doa untuk saudara-saudara di sana khususnya yang saat ini terpencar-pencar dengan sanak keluarga tanpa diketahui keberadaannya. Salam dan Doa, Redaksi Eskol-Net ================ SITUASI AMBON Hari Rabu, 1 Desember 1999 Untuk kesekian kalinya pecah lagi kerusuhan di kawasan Ahuru, kelurahan Waihoka Kecamatan Sirimau. Salah seorang saksi mata, Bastian Unakelwa, dalam keterangannya kepada Tim Investigasi Sala Waku menyebutkan bahwa kerusuhan ini terjadi mulai jam 10.30.WIT, sebagai akibat dari pembakaran beberapa buah rumah warga Ahuru oleh massa penyerang yang diperkirakan berasal dari kawasan Galunggung. Warga Ahuru yang melihat kejadian itu melihat kemudian berusaha untuk mempertahankan rumah serta wilayahnya dari ancaman para perusuh. Namun bersamaan dengan itu, dari arah Galunggung terdengar rentetan tembakan senjata api aparat keamanan yang diarahkan kepada warga dan rumah penduduk di kawasan itu. Akibat tembakan yang dilepskan secara membabi buta ini, warga Ahuru menjadi panik dan berusaha untuk menyelamatkan diri ke lokasi yang dianggap paling aman. Masih menurut keterangan saksi bahwa dalam upaya menyelamatkan diri ini, ada di antara warga yang kena tembakan aparat hingga korban harus dilarikan ke rumah sakit. Sementara itu salah seorang warga lainnya, Bastian Masela, kepada Tim Investigasi Sala Waku menyebutkan bahwa sampai saat ini istrinya belum juga ditemukan saat mereka berusaha menyelamatkan diri dari rumahnya di RT 004. Menurut keterangan saksi, kerusuhan ini mencapai puncaknya pada jam 14.00 WIT, ketika aparat keamanan yang bergerak bersama-sama dengan massa perusuh, terlihat melepaskan tembakan dari berbagai jurusan. Akibat penembakan ini salah seorang aparat keamanan dari kesatuan Zeni Konstruksi (Zikon) XII/ Sriwijaya yaitu, Koptu Syamsir yang bertugas di kawasan tersebut dan sementara berada di pos penjagaan, tertembak dengan senjata standar milik TNI oleh oknum aparat yang tak dikenal. Koptu Syamsir akhirnya meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke rumah sakit. Keadaan akhirnya sedikit mereda setelah 1 (satu) tim pasukan gabungan dan1 (satu) kompi Yonif 303 Kostrad Jawa Barat diterjunkan ke lokasi kejadian. Akibat insiden ini masyarakat mengalami kerugian sebagai berikut : * Korban Meninggal : 4 orang atas nama 1. Rudy Sahertian 2. Wiliam Makatita 3. Joel Hukka 4. Koptu Syamsir * Korban Hilang : 1 orang atas nama Ny. Masella * Korban Luka-luka : 2 orang atas nama: 1. Melkias Marsella 2. Bastian Unawelka. Selain di Ahuru, pada saat yang bersamaan, terjadi penembakan dari arah Kebun Cengkeh ke arah perumahan penduduk di Karang Panjang, penembakan yang terjadi berulang kali tersebut ditujukan kepada warga di kompleks perumahan Pemda Karang Panjang. Akibat penembakan ini, Nn. Elsye Manuhutu, mengalami luka tembak di bagiabn kaki kiri, saat korban sementara berada di dalam rumahnya yang hanya bersebelahan gunung dengan kawasan Kebun Cengkeh. Sementara itu dari lokasi Mardika, Tim Investigasi Sala Waku melaporkan bahwa tekah ditemukan 2 (dua) mayat tanpa identitas dalam reruntuhan bangunan di lokasi perbatasan Mardika-Batu Merah. Kedua mayat itu sudah mulai membusuk dan diperkirakan tewas akibat terperangkap dalam amukan api pada insiden Nopember lalu. Kamis, 2 Desember 1999 Komandan Batalyon Armed 11, Mayor (Art) Hoedy Heryanto, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengeluarkan perintah tembak secara membabi buta ke arah warga sipil ataupun angota Brimob pada peristiwa tanggal 25 Nopember 1999. Selanjutnya, ia telah menyerahkan 15 orang anggota Armed untk diajukan ke Pomdam sehubungan dengan peristiwa tersebut. Sementara itu Letkol (Mar) LUKMAN Sofyan dalam keterangan persnya, menyampaikan permohonan maafnya kepada warga masyarakat terhadap tindakan kasar yang dilakukan oleh anggota Marinir yang terbukti menganiaya 14 warga sipil asal Desa Latuhalat. Selanjutnya Lukman menyatakan bahwa dirinya pasrah apabila dirinya ataupun anggotanya yang melakukan penganiayaan itu diproses secara hukum. Tim Investigasi Sala Waku yang melaporkan langsung dari lapangan bahwa sejak beberapa hari terakhir ini, Pangdam XVI Pattimura terlihat sering melakukan pemantauan di wilayah Kotamadya Ambon dengan pengawalan panser. Sejak hari kamis, (2/12), Angkutan kota mulai terlihat beroperasi kembali, bahkan ada yang sudah berani melewati daerah yang beberapa hari lalu tergolong rawan, seperti kawasan Mardika. Jalan-jalan yang selama ini dibarikade sudah mulai dibuka, kendati di daerah tertentu seperti Ponogoro, barikade yang dibuka hanya sebagian kecil saja hingga tak heran ka;au di jalan-jalan tersebut masih terjadi kemacetan. Sumber: YAYASAN SALA WAKU- MALUKU "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
