"''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Jumat, 26 Nopember 1999
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
@ Pemerintahan di Aceh Lumpuh
@ Tokoh Irja Bertemu untuk Amankan 1 Desember
@ 'Peradilan Sipil Adili Pelanggar HAM Di Aceh'
@ Petinggi TNI tak bisa Diadili di Pengadilan HAM
@ Firman ''Bernyanyi'', Baramuli Tersudut?
@ Presiden: Masyarakat Harus Dididik
    Menerima Perbedaan Agama
@ Isu Politik Mulai Membuat Investor Berpaling

-------------- Luar Negeri ---------------------
Pemerintah Kamboja Tolak Seruan Oposisi
Clinton Siap Hidup Berpisah
----------------------------------
S E L A M A T   M E M B A C A
'''''''''''''''''''''''''''''''''''
Pemerintahan di Aceh Lumpuh
Karyawan Tak Masuk Kantor
Di Jakarta Demo Besar-besaran
---------------------------------------
TUNTUT REFERENDUM: Ribuan warga Aceh kemarin menggelar unjuk rasa di depan
Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Mereka menuntut Pemerintah RI segera
mengadakan referendum untuk Negeri Rencong itu.  Gubernur Aceh Syamsuddin
Mahmud menyatakan, kegiatan pemerintahan di beberapa kabupaten di Aceh kini
dilaporkan sudah lumpuh, menyusul kondisi keamanan di provinsi ini yang
dalam beberapa pekan terakhir cukup memprihatinkan. Ketika membuka
lokakarya ''Keistimewaan Aceh'' kemarin Gubernur mengatakan, akibat kondisi
keamanan yang tidak menentu ini, para pejabat dan karyawan di kantor
pemerintahan tidak masuk kantor. Dalam suasana seperti itu juga berdampak
pada pelaksanaan hukum di daerah ini, yang tidak berjalan lagi.
Disebutkan, sebagian masyarakat khususnya warga non-Aceh juga sudah eksodus
ke provinsi lain, karena merasa sudah tidak aman lagi.
Hal senada juga dikemukakan Danrem Kol Syarifuddin Tippe. Menurut Danrem,
keadaan pada umumnya sudah cukup memprihatinkan. Hukum tidak berlaku lagi
di daerah ini yang ditandai dengan larinya ratusan tahanan dari seluruh LP
di beberapa kabupaten
Lengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/9911/26/nas1.htm

Tokoh Irja Bertemu untuk Amankan 1 Desember
Jayapura, 25 November
-----------------------------
Untuk pertama kalinya para tokoh masyarakat Irian Jaya, Theis Uluway (yang
mengklaim dirinya sebagai pemimpin besar bangsa Papua Barat), Thombeanal
(Ketua Tim 100/Lemasa), Yorris Raweyai (Ketua Lembaga Adat Masyarakat Irja
di Perantauan), Herman Wayoi (tokoh pejuang kemerdekaan), dan Thaha Al
Hamid (tokoh Solidaritas Muslim Papua) bertemu dan bertekad meng- amankan
dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap rencana pengibaran bendera Papua
Bartat Bintang Kejora, 1 Desember mendatang.
Acara yang digelar di Gedung Serbaguna STIE Ottow dan Geisler ini dipandu
oleh Sekretaris Eksekutif Forum Rekonsiliasi Masyarakat Irian, Willy
Mandoen dihadiri sekitar 200 peserta, Rabu (24/11) di Kotaraja, Jayapura.
Theis Uluway mengatakan, pada tanggal 1 Desember seluruh tokoh dan
masyarakat Papua akan bertanggungjawab terhadap keamanan, sehingga tidak
terjadi kerusuhan dan keresahan. Dikatakan, deklarasi 12 November dan
rencana pengibaran bendera Papua Barat, tanggal 1 Desember mendatang adalah
perjuangan seluruh bangsa Papua, jadi tanggal ini merupakan tonggak
sejarah. Oleh karena itu rakyat Papua tidak boleh saling memaksakan
kehendak untuk mengibarkan bendera. Sebab itu hak masing-masing untuk
menentukan pilihannya sendiri.
Lengkapnya:
http://suarapembaruan.com/News/1999/11/251199/Utama/ut132/ut132.html

'Peradilan Sipil Adili Pelanggar HAM Di Aceh'
--------------------------------------------------------
JAKARTA (Waspada): Ketua MPR RI Amien Rais menyatakan, para pelanggar hak
asasi manusia (HAM) di Aceh sebaiknya diadili dengan menerapkan peradilan
sipil.
"Saya kira yang logis adalah peradilan sipil, atau paling tidak peradilan
koneksitas seperti yang diungkapkan Menteri Hukum dan Perundang-undangan,
Pak Yusril," kata Amien Rais, seusai konsultasi antara pimpinan MPR RI
dengan pimpinan Dewan Pertimbangan Agung (DPA) di gedung MPR RI Senayan,
Jakarta Rabu (24/11).
Dan yang lebih penting, katanya, para pelaku pelanggaran HAM tersebut
segera diadili, karena masyarakat Aceh ingin segera melihat bukti bahwa
para pelanggar HAM diadili.
Selengkapnya: http://www.waspada.com/

Petinggi TNI tak bisa Diadili di Pengadilan HAM
* Terkait Tragedi Kemanusiaan di Aceh
------------------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Para petinggi TNI yang diduga terlibat dalam tragedi kemanusiaan di Aceh,
tidak bisa diadili di pengadilan HAM. Pasalnya, dugaan keterlibatan mereka
dalam konteks tanggung jawab politik, bukan tindak pidana.
Demikian ditegaskan Jaksa Agung (Jakgung) Marzuki Darusman seusai dengar
pendapat dengan Pansus DPR mengenai Aceh di Jakarta, Kamis (25/11)
kemarin. Hal ini dikemukan menanggapi desakan masyarakat untuk mengadili
sejumlah petinggi militer yang terkait kebijakan DOM (daerah operasi
militer) di Tanah Rencong itu.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/11/26/p5.htm

Firman ''Bernyanyi'', Baramuli Tersudut?
* Dugaan Terkait Kasus BB
---------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Tampaknya ''nyanyian'' saksi Firman Soetjahya akan membuat posisi A.A.
Baramuli tersudut. Mantan Ketua DPA tersebut diduga terlibat dalam skandal
Bank Bali (BB) menyusul intimidasinya agar Gubernur Bank Indonesia Syahril
Sabirin memperhatikan klaim interbank antara Bank Bali dan PT Era Giat
Prima.
Firman Soetjahya, salah seorang saksi dalam kasus Bank Bali yang diperiksa
Kejakgung, Rabu (25/11) kemarin mengungkapkan, dugaan keterlibatan orang
dekat Habibie itu. ''Catatan penting Rudy Ramli itu dibenarkan Firman
Soetjahya,'' kata Juan Felix Tampubolon, kuasa hukum Firman Soetjahya.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/11/26/n1.htm

Presiden: Masyarakat Harus Dididik
Menerima Perbedaan Agama
----------------------------------
Amman, Jawa Pos.-
Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) minta para pemuka agama di seluruh
dunia agar mendidik pengikut mereka untuk menerima kenyataan terdapatnya
perbedaan agama, kepercayaan, bahasa, dan kebudayaan.
"Kita perlu mendorong setiap orang untuk mengembangkan hubungan dengan
orang lain berdasarkan adanya perbedaan agama, bahasa ibu, dan kebudayaan,"
kata Kepala Negara di Amman, Jordania, Kamis, ketika menyampaikan pidato
pembukaan Konferensi Internasional Tentang Perdamaian dan Agama.
Selengkapnya: http://www.jawapos.co.id/

Isu Politik Mulai Membuat Investor Berpaling
------------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Memanasnya situasi keamanan di Aceh yang juga terjadi di Ambon, serta
keraguan kesiapan Indonesia dalam menghadapi masalah millennium bug (Y2K)
mendorong investor mengalihkan modalnya ke Singapura dan Hongkong.
Dikhawatirkan hal ini semakin memperpuruk kondisi pasar modal dalam negeri
dan kurs rupiah yang cenderung terus melemah beberapa hari terakhir.
Kekhawatiran investor direfleksikan dengan melakukan aksi jual saham dan
mengkonversikan dananya ke dollar AS untuk kemudian diamankan di luar
negeri. Akibatnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek
Jakarta, Kamis (25/11), sempat merosot 17 poin meski akhirnya agak menguat
dan ditutup turun 11 poin. Sedangkan kurs rupiah diperdagangkan melemah 100
poin terhadap dollar AS.
Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9911/26/UTAMA/isu01.htm

-------------- Luar Negeri ---------------------
Pemerintah Kamboja Tolak Seruan Oposisi
---------------------------------------------------
Phnom Penh, -
Pemerintah Kamboja Kamis menolak seruan terakhir kalangan oposisi agar
menggelar pengadilan kejahatan perang yang dikelola PBB bagi sejumlah
pemimpin rezim "ladang pembantaian" Khmer Merah, dengan mengatakan, mereka
sebaliknya akan memburu keadilan lewat pengadilan di dalam negeri.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/1999/11/26/m1.htm

Clinton Siap Hidup Berpisah
----------------------------------
Washington, Kamis
Presiden AS Bill Clinton bersiap untuk hidup berpisah dari istrinya,
Hillary Rodham Clinton. Ia mengatakan hal itu setelah Hillary hari Selasa
lalu menyatakan akan mencalonkan diri sebagai anggota Senat mewakili New
York.
Keputusan Hillary itu berarti dia dan Clinton akan tinggal terpisah selama
sekurangnya tahun terakhir. Clinton di Gedung Putih saat Hillary
berkampanye untuk mendapatkan kursi Senat menghadapi saingan yang
diperkirakan adalah Wali Kota New York, Rudolph Giuliani dari Partai
Republik.
Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9911/26/LN/clin28.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke