"''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Sari Berita: Senin, 13 Desember 1999
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
*Di Tengah Kunjungan Presiden dan Wapres Nyaris Terjadi Bentrok
*Dipertanyakan, Konsultasi Wiranto di Habibie Center
*Pembela Perwira Tergugah Nasionalismenya
*Aparat Diberondong, Empat Brimob Luka;
12 Kedai Dan Rumah Penduduk Dibakar

-------------------
*Albright: 'There are threats' to Americans abroad
*UK Muslims urged to join battle
+++++++++

Di Tengah Kunjungan Presiden dan Wapres Nyaris Terjadi Bentrok
-----------------------------------------------------------------------
Ambon, Kompas
Di tengah Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Wakil Presiden
Megawati Soekarnoputri berdialog dengan tokoh masyarakat di Ambon, Minggu
(12/12), nyaris terjadi bentrok antarwarga di Jalan Sultan Hairun, sebelah
kiri Kantor Gubernur. Suatu kelompok masyarakat bergerak sampai ke depan
Pengadilan Negeri Ambon. Sambil mengayun-ayunkan parang, mereka terus
bergerak dan menantang kelompok lainnya yang ada di pintu kiri Kantor
Gubernur.
Melihat massa itu terus bergerak, massa lainnya juga merangsek hingga ke
depan Kejaksaan Tinggi Maluku. Di antara dua kelompok massa ini, puluhan
aparat dari berbagai kesatuan bersiap-siap dengan senjata lengkap. Mereka
hanya terpisah dalam jarak sekitar 30 meter.
Namun, bertepatan dengan itu, tiba-tiba dari belakang Kejaksaan Tinggi
sebuah anak panah meluncur dan jatuh di depan Kantor Wali Kota Ambon.
Akibatnya, hampir seluruh aparat mengokang senjata dan meminta semua massa
mundur.
Lengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9912/13/UTAMA/nyar01.htm

Dipertanyakan, Konsultasi Wiranto di Habibie Center
* Jaksa Agung Tindaklanjuti KPP HAM Timtim
-------------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Acara temu konsultasi hukum antara mantan Panglima (1998-1999) TNI Jenderal
Wiranto bersama sejumlah perwira tinggi TNI dan Tim Konsultasi Hukum/Hak
Asasi Manusia (HAM) Perwira Tinggi TNI untuk Pelanggaran HAM Timor Timur
(Timtim) di kantor The Habibie Center, lantai 32 Gedung BNI'46, Jakarta
Pusat, dipertanyakan.
Makna pertemuan antara Adnan Buyung Nasution dan Jenderal
Wiranto -sebelumnya antara Muladi dan Mayjen Zacky Anwar Makarim- di kantor
mantan Presiden (1998-1999) BJ Habibie ini dapat memberi kesan pada
masyarakat telah terjadi upaya pendukungan moral -dan bukan pemberian
bantuan hukum- antara kelompok mantan Presiden ketiga itu terhadap Perwira
Tinggi TNI yang diduga melakukan serangkaian pelanggaran HAM pascapenentuan
pendapat di Timtim.
Pendapat sekaligus pertanya-an ini diungkapkan Ketua Komnas HAM Marzuki
Darusman saat dihubungi Kompas di Jakarta, Minggu (12/12). Sementa-ra Ketua
Badan Pengurus Perhimpunan Bantuan Hukum (PBHI) dan HAM Hendardi
mengingatkan, jangan mempersonifikasikan kepentingan diri sendiri sebagai
"kepentingan bangsa".
Lengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/9912/13/UTAMA/dipe01.htm

Aparat Diberondong, Empat Brimob Luka;
12 Kedai Dan Rumah Penduduk Dibakar
-----------------------------------------------
BANDA ACEH (Waspada): Kelompok bersenjata tak dikenal memberondong mobil
pick-up yang ditumpangi aparat keamanan, Minggu (12/12) di kawasan Desa
Pulo Baroh, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, antara km 174-175 jalan
negara Banda Aceh - Medan.

Pemberondongan yang sangat mengejutkan bahkan menakutkan warga di sekitar
tempat kejadian perkara (TKP), menyebabkan empat orang anggota Brimob
mengalami luka-luka tembak, satu di antaranya mengalami luka cukup serius
sehingga terpaksa dievakuasi ke RSUZA Banda Aceh.

Ke empat anggota Brimob yang mengalami luka tembak itu adalah Serda Irfan
DA, 23, mengalami luka robek cukup parah di mulut dan tembus pundak kiri,
Bratu Edi Agus, 26, luka tembus betis kiri dan paha tembus lengan atas
kanan, Bratu Sulaiman, 27, luka di paha kanan belakang, dan Serda Hari
Triantoro, 23, luka robek dada kiri samping dan dada belakang.
Lengkapnya: http://www.waspada.com/121399/headline/headlin1.htm

Pembela Perwira Tergugah Nasionalismenya
-----------------------------------------------------
JAKARTA-Sejumlah praktisi hukum yang tergabung Tim Bantuan Hukum Perwira
Tinggi TNI untuk Timor Timur merasa tergugah nasionalisme, sehingga tidak
rela TNI dipermainkan. Hal itu diungkapkan Hotma Sitompoel dan Mohammad
Assegaf, anggota Tim Pembela Perwira Tinggi TNI untuk Timor Timor. ''Ini
soal nasionalisme, tidak rela melihat TNI dipermainkan,'' kata dia.

Hotma melihat, para perwira itu memiliki hak asasi yang harus
dipertahankan, sehingga mereka juga mempunyai right to defence, dan asas
itu harus dihargai, KPP HAM yang dipimpin Albert Hasibuan seolah-olah
memegang monopoli kebenaran. ''Orang lain juga mempunyai hak kebenaran yang
sama,'' katanya kepada wartawan akhir pekan lalu.

Sitompoel juga mengingatkan agar Albert Hasibuan tidak secara gegabah
menyalahkan orang, jenderal atau siapa saja, karena KPP HAM bukan lembaga
peradilan. ''Repotnya sikap menyalahkan itu juga dilontarkan oleh pihak
luar negeri,'' tandasnya
Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9912/13/nas3.htm

Soal penentuan peradilan HAM atau koneksitas bagi para Jenderal masih
diperdebatkan

Laporan Zakaria

JAKARTA, Mandiri - Dalam wacana supremasi hukum, soal penentuan peradilan
HAM atau peradilan koneksitas bagi beberapa Jenderal yang diduga terlibat
dalam pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Timtim dan Aceh masih
diperdebatkan.

Praktisi hukum Hotma Sitompul SH menilai penentuan peradilan Ham atau
peradilan koneksitas untuk kasusu Timtim masih terlalu prematur. Dalam
pandangan Hotma, hal itu bisa diperdebatkan karena jenis pelanggaran yang
dilakukan tertuduh belum diketahui pasti sebagai pelanggaran HAM atau
pidana biasa.

Berbicara kepada pers Minggu (12/12) di Jakarta, Hotma Sitompul menyatakan
sangat prematur mengadili beberapa Jenderal TNI ke peradilan HAM.

Dalam hal itu, menanggapi apa yang sudah dilakukan oleh komisi penyelidik
pelanggar (KPP) HAM Timtim, Hotma mengusulkan seharusnya hasil penyelidikan
KPP HAM Timtim itu diserahkan kepada Kejaksaan Agung (Kejagung), dan
nantinya Kejagung yang akan melakukan penyidikan
Lengkapnya:
http://www.mandiri.com/isimandiri/contents/Berita/1299/bt131299_2.htm


Albright: 'There are threats' to Americans abroad
-------------------------------------------------------------
Secretary of State Madeleine Albright says there are safety threats to U.S.
travelers abroad which prompted an official worldwide warning.
"We believe that it is important for American travelers to be very vigilant
when they are abroad and to get in touch with American embassies and
consulates there and also to try to avoid large crowds," Albright said.
"This is a special time because of a lot of people traveling, so we thought
that it was important. There are threats, and so that's why we think that
is responsible."
Her comments followed Saturday's warning from the State Department, which
lasts through early January.
The warning says, "American citizens traveling or residing abroad during
the period are urged to review their security practices, to remain alert to
the changing situation and to exercise caution. American citizens should
avoid large crowds and gatherings, keep a low profile, and vary routes and
times of all required travel."
More: http://cnn.com/1999/US/12/12/worldwide.caution.02/

UK Muslims urged to join battle
----------------------------------------
London: Islamic fundamentalists in Britain have issued a religious decree
calling for attacks on Russian government and military targets around the
world in retaliation for Moscow's brutal invasion of Chechnya.
Muslims are also joining up to fight the Russian Army. About 100 left
Britain for Chechnya at the weekend. Abu Jihad, one of the group's leaders
who returned from fighting there last week, said the men would meet 350
other recruits at an undisclosed rendezvous point in Europe before
travelling to the Caucasus.
The decree, issued by Sheikh Omar Bakri Mohammed, the head of the
International Islamic Front's political wing in Britain, says that Muslims
''are obliged to fight against their enemies''. It also calls on President
Boris Yeltsin to be tried by an independent Islamic court and for a verdict
of ''capital punishment to be applied''
More: http://www.smh.com.au/news/9912/13/world/world2.html
++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke