"'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Kamis, 2 Desember 1999 """"""""""""""""""""""""""""""""""""""" *Bendera Papua Dikibarkan *Emil Salim Ketua, Sri Mulyani Sekretaris *Australia turunkan 'target' korban pembunuhan massal di Timtim *Mobil Wartawan Asing Tertembak *Diduga Tahu Skandal Megakredit Texmaco, DPR akan Panggil Tunky, Soedradjad, Moerdiono *DPR Tak Mungkin Setuju Referendum Aceh dengan Opsi Merdeka ++++++++++++++ Bendera Papua Dikibarkan * Freddy Numberi: Takkan Membesar -------------------------------------------- Jakarta, Kompas Bendera Papua hari Rabu (1/12) dikibarkan di Jayapura. Upacara pengibaran bendera "Bintang Kejora" itu dipimpin Theys H Eluay kemarin pagi dan berlangsung aman. Sekitar 5.000 orang hadir pada peristiwa untuk memperingati pertama kalinya bendera tersebut dikibarkan 1 Desember 1961 di eks gedung Parlemen Papua Barat. Gubernur Irian Jaya, yang juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Freddy Numberi berkeyakinan, tindakan itu tidak akan memperbesar kekuatan kelompok separatis tersebut. Orang Irian, katanya, lebih membutuhkan perlakuan dan sentuhan yang pas dari pemerintah pusat dalam melaksanakan pembangunan daerah. Dari Jayapura, Antara melaporkan, sebelum pengibaran bendera Papua, lebih dahulu dikibarkan bendera Merah Putih sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya. Pengibaran "Bintang Kejora" diiringi lagu Hai Tanahku Papua di bawah siraman hujan gerimis. Lengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9912/02/UTAMA/bend01.htm Emil Salim Ketua, Sri Mulyani Sekretaris ------------------------------------------------- detikcom, Jakarta- Dewan Ekonomi Nasional (DEN) rencananya akan diumumkan oleh Wapres Megawati pada Kamis (2/12/1999). Namun, ada kabar, pengumuman DEN tersebut ditunda sampai Sabtu 4 Desember 1999. Emil Salim disebut-sebut akan menjadi Ketua dari dewan yang sempat melahirkan kontroversi itu. Penundaan pengumuman DEN tersebut diperoleh dari sebuah sumber detikcom pada Rabu (1/12/1999) pukul 21.30 WIB. Dan Sabtu itu, DEN tidak diumumkan oleh Megawati, melainkan oleh Presiden Gus Dur sendiri. Menariknya, penundaan pengumuman DEN itu lantaran ada salah seorang anggota DEN yang keberatan jika pengumuman disampaikan oleh Wapres Megawati. padahal, semestinya pengumuman DEN akan dilakukan Megawati, Kamis (2/12/1999) di Istana Wapres, Jl. Merdeka Selatan, Jakarta. Lengkapnya: http://www.detik.com/berita/199912/19991201-2155.cfm Australia turunkan 'target' korban pembunuhan massal di Timtim --------------------------------------------------------------------------- ----- satunet.com - Tampaknya setelah kelelahan sendiri mencari-cari korban pembunuhan massal di Timtim yang diklaim sebagai mencapai ribuan orang, Australia akhirnya menurunkan angka ciptaannya itu sendiri menjadi "ratusan". Sebelum ini militer Indonesia selalu dituduh sebagai terlibat dalam apa yang disebut dunia internasional sebagai 'pembunuhan massa'. Mereka, dimotori oleh Australia yang percaya pada kehandalan tim intelejennya, mengklaim ada ribuan korban yang mungkin dikubur atau dibuang di seantero bumi Loro Sae. Menlu Alexander Downer seperti dikutip laporan-laporan terkini Kamis pagi sebagai menyatakan, jumlah korban para milisi pro-integrasi berada "di kisaran ratusan" bukan ribuan. Diakuinya, hingga kini pasukan Interfet yang dipimpinnya gagal menemukan klaim semula bahwa jumlah korban pembunuhan itu mencapai ribuan. "Tampaknya memang berkisar ratusan daripada ribuan," kata Downer di depan National Press Club. "Jumlah persisnya kami belum tahu, tetapi diperkirakan antara 500 sampai 1.000 orang." Lengkapnya: http://www.satunet.com/artikel/isi.html?id=1426 Mobil Wartawan Asing Tertembak ------------------------------------------ Banda Aceh, Kompas Mobil yang ditumpangi dua wartawan asing terkena tembakan dalam kontak senjata, Selasa (30/11), saat aparat tengah melakukan penyisiran untuk mengejar kelompok bersenjata yang melakukan penembakan terhadap pengawal mobil Bank Rakyat Indonesia (BRI). Kontak senjata itu berlangsung di sawah-sawah, sekitar 10 meter dari Stasiun Pompa Bensin Umum (SPBU) Lamno, ibu kota Kecamatan Jaya, Aceh Barat, tempat mobil tersebut mengisi bensin. Kaca mobil pintu kanan pecah, sisi kiri mobil bolong, dan ban kempes. Namun, dua wartawan asing di dalamnya selamat, masing-masing Watara berkebangsaan Jepang dari Asia Press Agency dan Thomas Dalal dari Amerika Serikat, fotografer Cypa Press. Pengemudi mobil yang dicarter wartawan itu, Jamaluddin (42), mengatakan, mobilnya tertembus sejumlah peluru ketika baru saja mengisi bensin 15 liter. "Saya melihat kedua wartawan itu angkat tangan begitu keluar dari mobil. Sedangkan saya melarikan diri ke belakang SPBU bersama pegawai SPBU," katanya Lengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9912/02/UTAMA/mobi01.htm Diduga Tahu Skandal Megakredit Texmaco, DPR akan Panggil Tunky, Soedradjad, Moerdiono --------------------------------------------------- Media Indonesia - Berita Utama (12/2/99) JAKARTA (Media): DPR akan memanggil mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Soedradjad Djiwandono dan mantan Mensesneg Moerdiono untuk menjelaskan proses surat Presdir Texmaco Group Marimutu Sinivasan kepada mantan Presiden Soeharto sehingga megakredit BI senilai US$660 juta bisa mengucur dari BNI ke Texmaco Group. Ketua Komisi IX DPR Sukowalujo Mintorahardjo mengatakan keterangan Soedradjad sangat penting untuk mengungkap skandal itu. Pihaknya sudah mengirim surat panggilan dan berharap mantan Gubernur BI itu--serta Dewan Gubernur BI yang sekarang--bisa memberi keterangan Selasa depan. "Kita sudah mengirim surat kepada mantan Gubernur BI Soedradjad yang kini berada di AS agar pulang guna menjelaskan masalah yang sebenarnya soal kredit Texmaco," kata Sukowalujo, kemarin, di Jakarta. Selain Soedradjad dan Moerdiono, mantan Menperindag Tunky Ariwibowo juga bakal di-`undang` untuk memberi penjelasan ke DPR. Sementara BI diminta membuka siapa saja--selain Texmaco--yang juga mendapat fasilitas kredit preshipment menggunakan cadangan devisa negara. Anggota Komisi IX Benny Pasaribu mengatakan yang sudah pasti dipanggil DPR adalah Dewan Gubernur BI dan Direksi BNI. Lalu, menurut dia, selain Moerdiono dan Soedradjad, Tunky Ariwibowo juga bakal dipanggil. Deputi Gubernur Senior BI Anwar Nasution juga sepakat agar mantan pejabat yang diduga tahu proses cairnya kredit ke Texmaco dimintai keterangannya. Menurut dia, mantan pejabat yang sangat `paham` kasus ini antara lain Soedradjad Djiwandono dan Tunky Ariwibowo Lengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/detail_news.asp?id=1999120200020696 DPR Tak Mungkin Setuju Referendum Aceh dengan Opsi Merdeka --------------------------------------------------------------------------- ---- Jakarta, 1 Desember DPR tidak akan mungkin menyetujui dilaksanakannya referendum Aceh jika salah satu opsinya adalah merdeka. DPR telah disumpah untuk mempertahankan negara Kesatuan RI, dan yang paling mungkin disetujui adalah referendum dengan tiga opsi yakni otonomi, otonomi khusus dan federal. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Pansus Aceh Teungku Nasaruddin Daud dari F-PP dalam percakapan dengan Pembaruan sebelum rapat Pansus dengan agenda rumusan rekomendasi penyelesaian Aceh, di DPR, Selasa (30/11). Disebutkan, pansus Aceh sendiri baru akan merumuskan rekomendasi untuk penyelesaian Aceh itu, namun jika pemerintah menyetujui adanya referendum tentu DPR akan mempunyai sikap. Pansus sendiri kata Nasaruddin tetap mempertimbangkan aspirasi dan tuntutan dari rakyat Aceh untuk melaksanakan referendum yang salah satu opsinya merdeka. Namun di sisi lain Pansus juga tidak bisa dengan mudah mengambil keputusan menyetujui tuntutan tersebut, sebab DPR yang memang telah disumpah pada umumnya tidak akan setuju begitu saja jika referendum dengan opsi merdeka dilaksanakan. Lengkapnya: http://www.suarapembaruan.com/News/1999/12/011299/Nasional/ns04/ns04.html +++++++++++++++++++++++ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
