"'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Kamis, 16 Desember 1999 """"""""""""""""""""""""""""""""""""""" *Kompleks Doulos Diserang Massa *Wiranto Berkesan Menghindar Soal Pelanggaran HAM di Timtim *Peradilan Segera Digelar *Temuan Kontras: Milisi Timtim Terima Gaji dari Aparat Pemerintah *Utang Bakrie Rp 18,7 Triliun. Ical Siap Diperiksa Kejaksaan Agung ------------------------------ *'Worldwide Shakedown' *Tiny Life Under Antarctica Kompleks Doulos Diserang Massa ----------------------------------------- Jakarta, Kompas Ratusan orang menyerang dan membakar sebuah tempat pengobatan dan rehabilitasi korban narkoba, Wisma Doulos di Jalan Tugu, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (15/12) sekitar pukul 20.00. Massa bersenjata tajam itu juga melukai sekitar 12 orang yang berada di wisma tersebut. Wisma Doulos selama ini dikenal warga sebagai tempat belajar dan mengobati warga yang menderita sakit fisik maupun spiritual. Menurut seorang warga di wisma tersebut, Marwan Tarigan, wisma itu dipimpin seorang pendeta bernama Royan Hutabarat. Ketika Kompas tiba di lokasi menjelang tengah malam, kompleks wisma seluas tiga hektar tersebut sudah hancur menjadi puing. Belasan bangunan yang ada di dalamnya sebagian masih terbakar dan mengepulkan asap. Sejumlah mobil pemadam kebakaran tampak kesulitan mendekati lokasi, karena jalan menuju kompleks wisma tersebut sempit. Sejumlah warga juga memastikan adanya korban dalam penyerangan tersebut, dan diduga keras korban-korban tersebut adalah mereka yang tinggal atau menginap di wisma itu. Lengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9912/16/UTAMA/komp11.htm Wiranto Berkesan Menghindar Soal Pelanggaran HAM di Timtim Akbar Tanjung: Segera Selesaikan ------------------------------------------ AMBARAWA-Menko Polkam Jenderal Wiranto sepertinya alergi terhadap masalah yang dihadapi. Itu terlihat saat ditanya Suara Merdeka perihal masalah pelanggaran HAM di Timtim, kemarin, seusai menghadiri upacara Pencanangan Hari Juang Kartika TNI AD di Lapangan Turangga Ceta, Ambarawa. Jenderal bintang empat itu selalu menghindar setiap kali dimintai komentar tentang dirinya berkaitan dengan kasus pelanggaran HAM. Berpenampilan rapi, berjas cokelat tua, dengan kacamata hitam dan baret hijau, Menko Polkam terlihat ramah dan murah senyum. Namun begitu ditanya masalah pelanggaran HAM, wajahnya terlihat cukup serius dan hanya diam. Kalaupun mau menjawab, hanya singkat, "Jangan malah nambahi masalah.'' Saat ditanya soal kasus Ambon, Wiranto tak berkeberatan menjawab. Dia menyatakan saat ini sudah terlihat ada prospek yang baik. Penduduk mulai sadar, kalau terjadi perusakan akan menimbulkan kerugian di masyarakat. Karena itulah, kata dia, peristiwa-peristiwa yang merugikan itu tak perlu diteruskan lagi. Sehingga kini tinggal mencari alternatif pemecahan yang paling arif dan baik bagi semua pihak Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/9912/16/nas1.htm Peradilan Segera Digelar ------------------------------ JAKARTA (Waspada): Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sangat concern terhadap kasus Aceh. Gus Dur menghendaki agar mereka yang terlibat kekerasan segera digelar perkaranya di pengadilan. "Beliau mengatakan kalau bisa minggu depan," kata Amran Zamzami, Ketua Komisi Independen Tindak Kekerasan di Aceh, setelah bersama 12 anggota didampingi Mendagri Soerjadi Sudirdja diterima Presiden di Bina Graha, Rabu (15/12). "Dalam minggu-minggu ini kami juga akan mengambil langkah berikutnya. Pertama kami akan menghubungi kembali Jaksa Agung dan Ketua Mahkamah Agung," kata Amran. Presiden Gus Dur, memberikan perhatian luar biasa terhadap Aceh, bukan hanya masalah pengusutan perkara tindak kekerasan, tetapi juga memberikan tempat yang khusus tentang masalah-masalah kesejahteraan atau kemanusiaan, tambahnya. Mengenai mereka yang akan diajukan ke pengadilan, dikatakan, dalam kurun waktu tertentu, 1989 sampai sekarang, siapapun dan apapun pangkatnya perlu diminta keterangan, supaya tampak kebenaran dan dari mana akar masalahnya. Lengkapnya: http://waspada.com/121699/headline/headline.htm Temuan Kontras: Milisi Timtim Terima Gaji dari Aparat Pemerintah --------------------------------------------------------------------------- ---- TEMPO Interaktif, Jakarta: Milisi Timor-Timur (Timtim) yang selama ini dikaitkan dengan tindak kekerasan yang terjadi di sana ternyata menerima gaji dari beberapa bupati di bumi Loro Sae itu. Demikian salah satu hasil temuan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) yang disampaikan di Jakarta, Rabu (15/12) siang ini. Bukti berupa sebuah buku tebal yang isinya terketik rapi dengan komputer ini menyebutkan bahwa para anggota milisi ini menerima gaji reguler sebesar Rp. 150.000 setiap bulannya. Penggajian ini juga dibenarkan keberadaannya oleh masyarakat Timtim sendiri. "Dokumen gaji ini harus diklarifikasi lebih jauh di KPP HAM," tandas Koordinator Kontras, Munir SH. Kontras juga menemukan beberapa bukti lain seperti adanya surat menyurat antara milisi dan aparat keamanan tentang permohonan bantuan dana dan perbekalan untuk milisi, bukti-bukti keberadaan senjata api, dan tempat penguburan masal. Hanya saja, karena Kontras tidak memiliki kewenangan untuk membongkar tempat penguburan masal tersebut, mereka tidak dapat menyebutkan jumlah mayat yang terkubur di dalamnya. (don) Utang Bakrie Rp 18,7 Triliun. Ical Siap Diperiksa Kejaksaan Agung --------------------------------------------------------------------------- ---- JAKARTA (Media): Bos Bakrie Group Aburizal Bakrie menyatakan siap dipanggil kejaksaan berkaitan dengan fasilitas pinjaman rediskonto preshipment yang diterima perusahaannya. Dia mengakui total utang kelompok usahanya hingga kini sudah mencapai Rp 18,7 triliun. Pernyataan Aburizal yang akrab disapa Ical itu disampaikan seusai pembentukan Komite Pemulihan Ekonomi Nasional Kadin Indonesia kemarin di Jakarta. Ical yang juga Ketua Kadin itu mengatakan dirinya siap diperiksa kejaksaan untuk menjelaskan fasilitas pinjaman rediskonto prapengapalan ({preshipment]) oleh BI kepada Bakrie Group. ``Saya siap saja diperiksa kalau itu diperlukan,`` ujarnya menjawab {Media]. Tapi dia sangsi persoalan ini bisa ditangani kejaksaan. Pasalnya, soal pinjam-meminjam itu bukan untuk dipolitisasi. Tapi merupakan masalah ekonomi yang harus diselesaikan secara ekonomi. Jadi, tambahnya, soal semacam ini tidak akan efektif jika ditangani oleh Kejaksaan Agung. ``Untuk pemeriksaan, saya siap dipanggil kejaksaan. Tapi perlu ditegaskan bahwa penanganan oleh kejaksaan itu tidak akan efektif. Pemeriksaan Texmaco oleh kejaksaan, misalnya, menurut saya juga tidak akan efektif. Tak akan berhasil memecahkan persoalan,`` tegas Ical Lengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/detail_news.asp?id=1999121600031375 PBB Punya Bukti TNI Terlibat Teror di Timtim Media Indonesia - Berita Utama (12/16/99) JAKARTA (Media): Komisi PBB yang menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia (HAM) menyatakan memiliki bukti bahwa tentara Indonesia (TNI) dan milisi terlibat tindakan teror di Timor Timur. "Saksi mata telah memberi pernyataan bahwa intimidasi dan teror secara sistematis dilakukan sehingga berakibat banyak terjadi pembunuhan," ungkap Komisi HAM PBB dalam siaran persnya, Selasa. Komisi tersebut telah mengirim sejumlah tokoh yang dipimpin Mary Robinson ke Timor Timur mulai 25 November hingga 8 Desember lalu. "Komisi telah mendengar bahwa ada bukti keterlibatan kelompok milisi dan personel angkatan bersenjata Indonesia dalam intimidasi dan teror di Timtim," tulis siaran pers itu lagi. Sedangkan di Jakarta, Komisi Penyelidik Pelanggaran (KPP) HAM berkaitan dengan Timtim menurut rencana akan meminta keterangan sejumlah perwira tinggi TNI seperti Jenderal Wiranto, Mayjen Zacky Anwar Makarim, Mayjen Sjafrie Sjamsoeddin, Mayjen Adam Damiri, Brigjen Tono Suratman, dan Brigjen Pol Timbul Silaen. Komisi HAM PBB mengatakan hasil temuan ke Timtim dan kesimpulannya akan dikirim kepada Sekjen PBB untuk dijadikan pertimbangan dalam memutuskan apakah akan merekomendasikan pengadilan kejahatan perang internasional untuk Timor Timur. Lengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/detail_news.asp?id=1999121600031377 'Worldwide Shakedown' U.S. Tracking Holiday Terror Threats --------------------------------------------- ABCNEWS.com W A S H I N G T O N, Dec. 15 - The United States is engaged in what officials have described as a "worldwide shakedown," urging friendly governments to press harder than usual on people and groups suspected of supporting terrorist activity. The government is trying to prevent terrorists and radicals from attacking Americans and U.S. targets during the coming millennium celebration. It is believed that some groups, including ones linked to suspected terrorist mastermind Osama bin Laden, are planning to strike during the holiday. In some cases, Washington is providing intelligence to help local law enforcement disrupt potential terrorist plans. In coordination with American law enforcement, Jordan arrested 13 people - 11 Jordanians, an Iraqi and an Algerian - for planning "terrorist" attacks in the kingdom after training with explosives in Afghanistan, Prime Minister Abdul-Raouf al-Rawabdeh told parliament today. Bin Laden is based in Afghanistan. Al-Rawabdeh made no reference to bin Laden or the nature of the targets in Jordan but said those arrested had received military training in camps in Afghanistan and entered Jordan on forged passports. More: http://abcnews.go.com/sections/world/DailyNews/terror991215.html Tiny Life Under Antarctica ---------------------------------- Lake Vostok would be a tough place to live. This liquid body of water lies at least 12,000 feet below the ice of Antarctica. It sits beneath a Russian research station that has seen the lowest temperatures ever recorded on this planet: minus 126.9 degrees Fahrenheit. Deprived of sunlight, and under pressure from an ice cap more than two miles thick, Lake Vostok seems an unlikely place for anything to survive. But scientists are finding tantalizing evidence that the lake may contain life, at least very simple life forms. Bacteria related to modern microbes called proteobacteria and actinomycetes have been found in the ice just 393 feet above the lake. Scientists from Montana State University and the University of Hawaii discovered the bacteria in ice from an 11,800-foot well drilled by Russian researchers. The core is the deepest ice ever recovered, but they halted drilling nearly 400 feet above the lake. More: http://abcnews.go.com/sections/science/DyeHard/dyehard.html +++++++++++ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
