SARI BERITA : Rabu, 22 Desember 1999 ==================================== *Tiga Ahli Luar Negeri Bantu KPP HAM *Kwik Bantah Amerika Intervensi soal PLN *Hari Ini Delegasi Dagang Israel Bertemu Gus Dur *Marzuki Darusman resmi mengundurkan diri, minta Buyung jangan asal ngomong *Jaksa Agung tegaskan Soeharto resmi jadi tersangka --------- *Commission summons Wiranto to discuss East Timor killings *Rebels clash with Russian troops in mountain gorge +++++++++++ Tiga Ahli Luar Negeri Bantu KPP HAM * Pemerintah Tolak Peradilan Internasional ---------------------------------------------------- Jakarta, Kompas Tiga ahli dari luar negeri yakni Dato Param Cumaraswamy (ahli hukum dan special rapporteur dari Malaysia), Prof Carolina Hernandez (pakar hak asasi manusia dari Filipina), dan Vitit Muntarbhorn (mantan special rapporteur dari Thailand) akan membantu tugas Komisi Penyelidikan Pelanggaran (KPP) HAM Timtim. Bantuan tenaga ahli luar negeri itu bukan suatu bentuk konspirasi melainkan karena begitu kompleksnya permasalahan pelanggaran HAM di Timtim. Hal itu dijelaskan Wakil Ketua KPP HAM Todung Mulya Lubis kepada pers di sela-sela pemeriksaan mantan Bupati Timtim di Jakarta, Selasa (21/12). "Kita melihat, isu pelanggaran HAM di Timtim adalah isu kompleks, berkaitan dengan Konvensi Geneva, crimes against humanity, berkaitan dengan war crime. Ini menuntut keahlian dari pihak yang mengetahui hukum internasional secara luas. Ketiga orang ini yang mempunyai jam terbang sangat banyak dalam bidang HAM, akan bisa memberikan masukan untuk KPP HAM, karena KPP HAM ingin memperoleh hasil maksimal," jelas Lubis. Lengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/9912/22/UTAMA/tiga01.htm Kwik Bantah Amerika Intervensi soal PLN -------------------------------------------------- Media Indonesia - Berita Utama (12/22/99) JAKARTA (Media): Menko Ekuin Kwik Kian Gie menegaskan pengunduran Adhi Satriya sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) bukan karena tekanan atau intervensi Amerika Serikat (AS). Sedangkan Ketua DPR Akbar Tanjung menduga ada kekuatan di luar pemerintah yang mendorong agar perselisihan PLN dengan produsen listrik swasta--PLTU Paiton--diselesaikan di luar jalur pengadilan. Kwik menyatakan alasan pemerintah menyelesaikan masalah di luar pengadilan adalah untuk menghidari perselisihan antara kedua belah pihak. "Tidak ada intervensi dari AS. Pemerintah hanya ingin menghindari perselisihan dan menyelesaikannya di luar pengadilan," ujar Kwik di Jakarta, kemarin. Adhi Satriya, Senin lalu (20/112), menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Dirut PLN karena tidak sependapat dengan sikap pemerintah dalam hal penyelesaian kasus PLTU Paiton yang melibatkan investor dari AS. PLN menginginkan kasus tersebut diselesaikan melalui pengadilan. Sedangkan pemerintah memilih pola penyelesaian secara kekeluargaan di luar pengadilan. Lebih lanjut Kwik menyatakan bahwa Presiden Abdurrahman Wahid menganggap pernyataan Adhi bahwa penyelesaian di pengadilan itu demi kepentingan semua pihak adalah tidak benar. "Presiden menganggap itu tidak benar. Presiden kan punya hak prerogratif dan menginginkan kasus ini diselesaikan di luar pengadilan," jelas Kwik. Pemerintah, sambung Kwik, sampai kemarin belum memutuskan pengganti Adhi. Hal ini akan diputuskan oleh Menneg Investasi dan Pembinaan BUMN. Menanggapi permintaan anggota DPR agar Kwik mengundurkan diri karena dituduh menekan Adhi sampai ia mengundurkan diri, Kwik menyatakan tudingan itu tidak benar. "Kami cukup mengatakan bahwa kami ingin penyelesaian dengan cara seperti itu (di luar pengadilan) dan Adhi Satriya mengundurkan diri. Tidak benar ada tekanan." Lengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/detail_news.asp?id=1999122200035792 Hari Ini Delegasi Dagang Israel Bertemu Gus Dur ------------------------------------------------------------ JAKARTA -- Delegasi perdagangan Pemerintah Israel seolah telah menjadi tamu resmi Indonesia. Hari ini mereka akan melakukan agenda penting di Jakarta: bertemu Presiden Abdurrahman Wahid dan para pejabat PT Telkom. Itu merupakan agenda lanjutan mereka selama di Jakarta, setelah pada Senin (20/12) lalu mereka bertemu pengusaha Indonesia. Pertemuan dengan Telkom ini memperkuat spekulasi bahwa pedagang pasar modal George Soros yang berdarah Yahudi akan benar-benar membeli saham BUMN yang strategis itu. Terlebih, Soros sebelumnya dikabarkan sudah memborong saham pabrik rokok Bentoel Malang. Ketua Kadin Bidang Perdagangan Luar Negeri, Soy Pardede, yang menjadi salah satu tuan rumah delegasi Israel menjelaskan kunjungan dagang Israel tersebut sejauh ini masih pada taraf penjajakan. Menurutnya, yang berkunjung ke Indonesia tidak seluruhnya pengusaha. ''Sebagian di antaranya adalah utusan Pemerintahan Israel,'' papar Pardede. Lengkapnya: http://www.republika.co.id/9912/22/13075.htm Marzuki Darusman resmi mengundurkan diri, minta Buyung jangan asal ngomong --------------------------------------------------------------------------- ---------------------- Laporan Wahyu Utomo JAKARTA, Mandiri - Ketua Komnas HAM Marzuki Darusman masih memimpin Komnas sampai ditemukan pengganti yang pas, kendati dirinya sudah resmi mundur dan memilih jabatan Jaksa Agung. Menanggapi tudingan Adnan Buyung Nasution terhadap kinerja Komnas HAM, dia minta 'Si Abang' jangan asal ngomong. "Saya akan mundur secepatnya dari Komnas HAM, saya kembalikan kepada Komnas kapan timing yang tepat untuk membicarakan perihal kemunduran saya," ujar Marzuki, seusai berbicara dalam sebuah seminar di Hotel Hilton, Jakarta, Selasa (21/12) malam. Marzuki mengakui bahwa selama ini memang di Komnas HAM menghadapi hal dilematis, di mana figur untuk pimpinan Komnas itu belum muncul. Guna menghindari adanya kevakuman kepemimpinan di Komnas HAM, kata Marzuki, dirinya masih menyediakan waktu memimpin Komnas. "Sampai ketemu figur (yang tepat memimpin Komnas) itu saya masih dipakai." "Jadi saya harapkan, segera ditemukan pemimpin yang cocok untuk memimpin Komnas HAM," pintanya. Lengkapnya: http://www.mandiri.com/isimandiri/contents/Berita/1299/bt211299_12htm.htm Jaksa Agung tegaskan Soeharto resmi jadi tersangka ----------------------------------------------------------------- Laporan Wahyu Utomo JAKARTA, Mandiri - Jaksa Agung Marzuki Darusman menegaskan di Jakarta, bahwa mantan Presiden Soeharto resmi menjadi tersangka. Namun kapan Soeharto akan mulai dimintai keterangan lagi oleh Kejaksaan Agung, baru akan diumumkan dalam waktu dekat ini. "Status hukum Soeharto resmi jadi tersangka. Kapan Soeharto akan diperiksa lagi, Kejagung akan segera mengumumkan," tegas Marzuki menjawab wartawan seusai menghadiri sebuah seminar hukum dan perbankan di Hotel Hilton, Jakarta, Selasa (21/12) malam. lengkapnya: http://www.mandiri.com/isimandiri/contents/Berita/1299/bt211299_11htm.htm -------English Section---------- Commission summons Wiranto to discuss East Timor killings Wiranto 'No genocide, no massacre' -------------------------------------------------------------- JAKARTA, Indonesia -- Investigators have summoned Indonesia's former military chief, Gen. Wiranto, to answer questions Wednesday about an the violence that gripped East Timor after it voted to secede three months ago. "We will now start to summon all military officers who we allege knew the atrocities were taking place in East Timor, but did nothing to stop it," Munir, a member of the Investigative Commission for Human Rights Abuses in East Timor, said Tuesday. Wiranto, now Indonesia's minister for security and political affairs in reformist President Abdurrahman Wahid's Cabinet, will be the first high-ranking military officer questioned. more: http://cnn.com/1999/ASIANOW/southeast/12/21/indonesia.commission/ Rebels clash with Russian troops in mountain gorge ------------------------------------------------------------- RUSSIAN and Chechen forces clashed at the mouth of a gorge leading high into the Caucasus mountains yesterday as Moscow's generals dampened speculation about an imminent assault on the Chechen capital, Grozny. Both sides reported heavy fighting in Serzhen-Yurt, the mouth of the Vedeno Gorge. It is one of two main access routes into the rocky Caucasus mountains to the south where Chechen fighters have set up rear bases. The clash gave a foretaste of the warfare to come once the Russian army takes control of Grozny, as expected, and rebels try to retreat to their mountain bases. One group of guerrillas in the besieged Chechen capital had tried to break through the Russian lines but had been beaten back, commanders claimed. The Defence Minister, Marshal Igor Sergeyev, dismissed reports that his men would launch an operation to seize control of Grozny later this week, describing them as "a provocation". "Deadlines are not set for special operations," he said. "We do not seize anything on our territory, we just liberate," he added. Vladimir Rushailo, the Interior Minister, said: "As for an operation, what sort of operation will it be if we announce in advance its timing?" The Russian army has surrounded Grozny and has also been "working over" the capital, as the technique is termed in Russian military jargon, with heavy artillery. More: http://www.telegraph.co.uk/et?ac=001555271909488&rtmo=wQMotiAb&atmo=HHHHH8w L&pg=/et/99/12/22/wchec22.html ++++++++++++++++ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
