************************** Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************** "MENJADI KUAT" I Kor.16:13-14 "Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat! Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!" Pada bagian terakhir suratnya yang pertama ini untuk jemaat di Korintus, Rasul Paulus ingin memberikan nasehat yang sangat penting bagi jemaat tersebut. Nasehat ini tidak secara diberikan untuk sekedar memenuhkan atau sekedar tambahan dari pesanannya, melainkan dia sampaikan dengan maksud yang sangat tinggi yaitu untuk menghindari berbagai perbedaan dan pemahaman theologia yang berbeda di antara jemaat Korintus itu juga Oleh sebab itu lewat tema di atas, kita mau melihat bagaimana nasehat Paulus untuk bisa menjadi kuat. Di sini paling tidak ada tiga hal dapat disimpulkan yaitu: 1. Berjaga-jaga. Dalam Alkitab versi NIV dituliskan "BE ON YOUR GUARD" Hal ini berarti selalu berhati-hati, berjaga dengan penuh kewaspadaan. Seseorang yang berhati-hati ialah orang yang tahu bahwa di depannya atau pada waktu yang akan datang akan ada hal-hal yang akan menimpanya dan yang akan menimbulkan ancaman bagi dia. Tetapi yang berbahaya adalah orang yang tidak mau menyadari kalau di depannya tidak ada yang akan mencelakakannya. Oleh sebab itu, supaya jangan jatuh atau mengalami kecelakaan yang membahayakan, perlu untuk berwaspada. Pada akhirnya bahwa orang tersebut memiliki kekuatan secara terus menerus dalam mengikut Tuhan. Orang percaya patut untuk terus berjaga-jaga karena Petrus berkata si Iblis sebagai lawan orang percaya itu selalu berkeliling untuk mencari mangsanya (I Pet.5:8). Maka nasehat Rasul Paulus tersebut dilanjukan dengan ungkapan 'berdirilah dengan teguh dalam iman', sebab ia tahu di luar itu orang percaya tidak akan memperoleh kekuatan apa-apa. 2. Bersikaplah sebagai laki-laki. Hal ini cukup menarik, oleh karena referensi yang diangkat oleh Paulus adalah laki-laki. Disini ditulis bukan "seperti" laki-laki melainkan "sebagai". Maksudnya adalah pada saat itu bahkan sampai saat ini bahwa yang lebih diperhitungkan dalam hal kekuatan adalah laki-laki. Sehingga dengan kekuatan yang dimiliki oleh seorang laki-laki itu dapat melakukan pekerjaannya yang tentu lebih dari kapasitas pekerjaan wanita yang kekuatannya lemah disbanding laki-laki. Sedangkan kekuatan dimaksud disini adalah kekuatan yang memiliki stamina yang tetap kuat setiap waktu. Seekor kuda pacuan, selalu memiliki stamina tubuh yang kuat baik pada saat ia berlaga maupun pada saat - saat ia sedang berlatih. Demikian orang percaya dituntut oleh Firman Tuhan ini, yaitu tetap memiliki kekuatan yang tetap prima dalam mengikut Tuhan, baik pada saat ada pergumulan maupun pada saat tidak adanya pergumulan. 3. Melakukan segala sesuatunya dalam kasih. Mengapa hal ini dimasukkan dalam nasehatnya oleh Rasul Paulus ? Karena kota Korintus sebagai kota transito, maka percampuran kebudayaan dan pola hidup tentunya banyak diwarnai oleh pengaruh dari luar, sampai terjadi adanya percabulan, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk, atau penipu (5:1, 10) Dari kondisi kerohanian ini Rasul Paulus mau mengajak jemaat Korintus untuk mau menghadirkan kasih dalam pola hidup mereka, sehingga hidup mereka boleh berubah dari berbagai kejahatan tersebut. Oleh sebab itu dengan nasehat Rasul Paulus ini, kita juga hendaknya menghadirkan kasih dalam segala sesuatu yang akan kita lakukan sehingga dalam hal tersebut kita dapat memuliakan nama Tuhan. Dari ketiga hal inilah kita dapat memiliki kekuatan dalam mengikut Tuhan dengan kekuatan yang tiada habis-habisnya sehingga berbagai tipuan dari si jahat itu kita dapat melawannya. Itulah sebabnya kita dituntut untuk mau memohon pertolongan Tuhan untuk senantiasa Ia memberikan pertolongan dan kekuatan. (Yus) Pokok-Pokok Doa 1. Berdoa untuk jemaat Tuhan di Indonesia agar memiliki kekuatan dalam mengikut Tuhan 2. Berdoa untuk jemaat/ Gereja Tuhan yang mengalami tantangan karena berbagai masalah dan tekanan dari luar. 3. Berdoa untuk daerah yang saat ini mengalami pergolakan sekaligus berdoa untuk kebutuhan para pengungsi. 4. Berdoa untuk keamanan bangsa. "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
