**********************************
Bila anda mampu berpikir kritis analisis,
    Manfaatkan ruang "Artikel" Eskol-Net
Untuk menuangkan ide dan gagasan anda!
    Kirimkan ke [EMAIL PROTECTED]
***Jangan sia-siakan talenta anda****
**********************************
---------------------
Artikel Eskol-Net:
---------------------

"Kristenisasi atau Mandat Penginjilan ?"
''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
   Oleh: Augustinus Simanjuntak, S.H


Akhir-akhir ini isu Kristenisasi santer dibicarakan, khususnya di
tengah-tengah saudara sebangsa kita yang tidak seiman. Beberapa isu
aktivitas orang Kristen yang dicap sebagai upaya kristenisasi antara lain;
iming-iming pemberian harta benda, pembagian indomie, atau sembako, dsb.
Selain itu, aktivitas orang Kristen yang diisukan sebagai upaya
kristenisasi ialah dalam merehabilitasi orang-orang yang kecanduan narkoba
atau jenis peyakit lain, baik di rumah sakit maupun di yayasan-yayasan
Kristen. Isu yang lebih parah lagi ialah, mengkristenkan orang dengan cara
mengawini orang yang tidak seiman, lalu mengajaknya masuk Kristen.
Mungkinkah hal-hal ini terjadi ?

Dari istilah yang dipakai, yaitu "kristenisasi" bisa diartikan sbb:
seseorang menjadi Kristen (pengikut Yesus) terjadi karena upaya manusia
melalui cara-cara yang yang seolah-olah tidak benar atau licik, dan siasat
lain yang bersifat negatip, serta seolah-olah ada target kuantitas yang
ingin dicapai. Mungkinkah demikian ?

Isu-isu seperti disebutkan di atas, sudah sepatutnya diluruskan oleh umat
Kristiani di mana pun berada. Sebab kalau tidak diluruskan, tentu akan
menimbulkan kecurigaan, bahkan kebencian dari umat beragama lain.  Hal ini
bisa menimbulkan suatu dilema bagi Umat Kristiani, yaitu di saat ingin
berbuat baik terhadap sesama manusia sebagai perwujudan Kasih Tuhan di
dunia ini akan dicurigai sebagai upaya kristenisasi.

Namun sebelumnya perlu diketahui bagaimana Firman Allah menyikapi isu
kristenisasi ini. Ditinjau dari Firman Tuhan dalam Alkitab, dapat ditarik
kesimpulan bahwa sebenarnya upaya kristenisasi itu merupakan hal yang tidak
mungkin terjadi.  Alkitab berbicara bahwa seseorang menjadi Kristen BUKAN
karena upaya manusia, tetapi karena ALLAH sendiri yang menjadikannya
seperti itu.

- Efesus 2: 8-9:
-------------------
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil
usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada
orang yang memegahkan diri..."

- Yohanes 6: 44:
-------------------
Tuhan Yesus sendiri berkata: "Tidak ada seorang pun yang dapat datang
kepadaKu, jika ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku....."  Jelas di
sini, manusia mengikut Yesus bukan karena kehendak manusia tetapi kehendak
Allah Bapa.

- Yohanes 15:16:
--------------------
"Bukan kamu yang memilih Aku (Yesus), tetapi Akulah yang memilih kamu
....."

Berdasarkan Firman Tuhan di atas sudah jelas bahwa Allah-lah yang membuat
seseorang menjadi pengikut Yesus.  Umat Kristen diselamatkan bukan karena
perbuatan manusia, melainkan Allah-lah yang memberikan Anugerah Keselamatan
itu kepada manusia melalui Yesus Kristus, yang telah mati di kayu salib dan
bangkit di hari yang ketiga untuk menyelamatkan manusia dari hukuman maut.
Sedangkan peranan orang Kristen hanyalah sebagai alat untuk menyampaikan
berita suka cita itu. Orang Kristen hanyalah menyaksikan berita pengampunan
dosa itu (mandat penginjilan). Markus 16: 15-16: "Pergilah ke seluruh
dunia, beritakanlah Injil kepada segala mahluk.  Siapa yang percaya dan
dibabtis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum."
Injil, artinya kabar baik atau kabar suka cita. Jadi, Injil bukan kabar
paksaan atau bukan kabar iming-iming.

Oleh karena itu, segala bentuk iming-iming dan berbagai sumbangan, tidak
mungkin membuat seseorang menjadi orang beriman kepada Yesus. Iman
kekristenan tidaklah sebatas nilai indomie atau sembako, akan tetapi
Anugerah Allah itu tak ternilai harganya. Lebih jauh lagi, kalau isu
kristenisasi itu dituduh dengan cara-cara picik, menipu, atau dengan cara
mengecoh, dsb, itu tidak mungkin.  Sebab Allah tidak pernah kompromi dengan
dosa, sekecil apa pun dosa itu. Kalau manusia mengkristenkan seseorang
dengan upayanya sendiri berarti ia telah mengambil alih tugas Allah. Dan
itu tidak mungkin. Memang menjadi persoalan ketika terdapat orang yang
mengaku Kristen tetapi tidak mengaku Kristus sebagai Tuhan dan Juru
Selamatnya dan belum mengikuti tauladan Yesus, alias kristen-kristenan. Hal
ini tentu menjadi tantangan bagi kita semua (umat Tuhan) yang telah
menyadari Anugerah dan Kasih Allah dalam hidup kita.

Orang yang tidak merasa berdosa/tidak merasa butuh penebusan dosa tidak
mungkin mau menerima Yesus.
Dalam Lukas 5:32 dinyatakan: "Aku (Yesus) datang bukan untuk memanggil
orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat. Tetapi, orang
yang haus akan kebenaran, jiwa yang haus akan kasih Tuhan akan diberi oleh
Allah. Orang yang mau menerima Yesus dalam hatinya/hidupnya, akan
mendapatkan keselamatan hidup kekal selama-lamanya. Itu adalah janji Allah
kepada manusia yang beriman kepadaNya.

Menyinggung tentang rehabilitasi oleh umat Kristen terhadap orang-orang
yang kecanduan narkoba atau jenis peyakit lain.  Pelayanan semacam ini
tentu didasari oleh suatu keyakinan (iman) bahwa hanya Yesus-lah yang mampu
menyembuhkan orang-orang yang kecanduan narkoba atau pecandu ganja, dll.
Memang dukun bisa menyembuhkan beragam penyakit, tetapi perdukunan sangat
bertentangan dengan ajaran kekristenan, karena orang yang mengandalkan
perdukunan sama saja menggantikan kedudukan Allah dengan kekuatan
setan/iblis. Itu berarti ia meng-illah-kan setan.

Tetapi Allah mempunyai janji kepada manusia, bahwa barang siapa yang
percaya kepada Yesus ia akan disembuhkan, yang diwujudkan dengan doa yang
sungguh-sungguh dihadapan Allah (dengan iman). Penyembuhan dari Allah bukan
sekedar penyembuhan jasmaniah, tetapi jauh lebih dalam lagi ialah
kesembuhan hati (rohaniah), yang bisa juga diikuti dengan kesembuhan
jasmaniah. Penyembuhan jiwa dijalani dengan pertobatan, menerima Allah di
dalam hidupnya, yaitu melalui Tuhan Yesus Kristus. Segala jenis penyakit
adalah salah satu akibat dosa. Akibat dosa yang paling ekstrim ialah
maut/kematian. Sehingga dosa itu harus dilepaskan terlebih dahulu. Jiwa
yang haus itu harus diisi dengan Kasih Yesus.  Dengan kata lain, "terimalah
Yesus dalam hidupmu, maka jiwamu akan diselamatkan, dan segala penyakitmu
akan disembuhkan, al: sakit rohaniah (pemarah, pembohong, pemfitnah, hati
dan pikiran kotor, dengki, iri hati, geram, dsb), dan sakit jasmaniah.
Yesus sanggup mengobatinya, asal engkau beriman kepadaNya".

Orang-orang yang kecanduan narkoba atau penyakit lain banyak yang tidak
bisa diobati oleh manusia.  Padahal, mereka membutuhkan penyembuhan. Mereka
membutuhkan pelepasan dari belenggu dosa, termasuk belenggu narkoba itu.
Sedangkan manusia tidak sanggup melepaskannya. Orang Kristen tidak sanggup
mengobatinya tanpa pertolongan Tuhan, sehingga mereka membutuhkan
pertolongan kuasa Tuhan melalui orang-orang Kristen, yang dipakai oleh
Tuhan. Tentu hal ini tidak bisa dikatakan sebagai kristenisasi, karena
tetap Allah yang bekerja, bukan upaya manusia.

Untuk membuktikan bahwa kristenisasi itu tidak mungkin terjadi, bisa
dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan kepada mereka yang telah
menjadi pengikut Yesus, sbb: Mengapa mereka menjadi orang Kristen ?. apakah
mereka menjadi orang Kristen karena diberi iming-iming atau karena diberi
indomie ?.  Apakah karena diberi uang ? Kalau jawabannya adalah: "kami
Kristen karena diberi sembako, karena diberi uang atau karena iming-iming
yang lain, maka mereka jelas belum bisa dikatakan sebagai orang Kristen
(pengikut Yesus).
Sebab, motifasi mereka masuk Kristen jelas salah.  Kalau mereka Kristen
karena uang atau sembako, maka hati mereka sesungguhnya jauh dari Allah.
Motifasi mereka hanyalah harta atau kesenangan duniawi.

Khusus untuk isu kristenisasi dengan mengawini orang yang tidak seiman,
merupakan persoalan pembinaan umat. Cara seperti ini jelas sebagai
kejahatan di hadapan Allah. Allah tidak akan senang dengan perbuatan licik
seperti itu. Perkawinan seperti itu adalah perbuatan keji di hadapan Allah.
Dalam Kitab 2 Korintus 6: 14 jelas dinyatakan sbb: " Janganlah kamu
pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya.
Bagaimanakah terang bisa bersatu dengan gelap ?"

Itulah sedikit uraian mengenai isu kristenisasi itu.  Mudah-mudahan isu
kristenisasi ini tidak berkembang menjadi pemicu disintegrasi bangsa.
Harapan penulis adalah, hendaklah kita lebih bijaksana dalam segala
aktivitas pelayanan kita dengan meminimalisasi faktor-faktor pemicu
kecurigaan umat beragama lain, khususnya dalam memberitakan kabar suka cita
itu.  Misalnya; tulisan-tulisan terbuka (terbaca oleh umum) mengenai
target-target penginjilan, yang sekiranya kalau dibaca oleh umat beragama
lain tidak menimbulkan kecurigaan. Biarlah Rencana Tuhan yang jadi, bukan
rencana manusia. Biarlah target Allah yang jadi, bukan target manusia.
Semoga Tuhan Yesus menolong kita.  Amin.
'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke