'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Rabu, 2 Februari 2000
====================================
@ Pemerintah Tetap Pertahankan Negara Kesatuan
@ Gus Dur Tetap Minta Wiranto Mundur
@ MT Arifin : Indikasi Kudeta Menguat
@ Tim Advokasi TNI Tolak Laporan Komnas
@ Wiranto Tak Mau Mundur
@ Wiranto Sesalkan Komnas HAM
@ Dipertanyakan, Legitimasi Kongres Rakyat Riau
---------- Luar Negeri ----------------------------
** Wapres Al Gore dan John McCain Unggul
** UU Senjata AS-Taiwan Ancam
Perdamaian Regional
------------------------------------------------------
S E L A M A T M E M B A C A
''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Pemerintah Tetap Pertahankan Negara Kesatuan
----------------------------------------------------------
Jakarta.
Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri menegaskan pemerintah tetap berupaya
keras mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), meski hal
itu tidak berarti kelak tidak akan ada perubahan dalam tata hubungan antara
pemerintah pusat dan daerah.
"Saya perlu menyampaikan kepada saudara-saudara bahwa permasalahan yang
sedang dihadapi bangsa Indonesia pada saat ini sungguh sangat kompleks dan
tidak dapat diselesaikan dalam waktu sekejap," kata Wapres dalam
sambutannya pada pembukaan pertemuan ke-9 "Consultative Group on Indonesia"
(CGI) di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Selasa.
Selengkapnya: http://www.jawapos.com/
Gus Dur Tetap Minta Wiranto Mundur
---------------------------------------------
London, Kompas
Presiden Abdurrahman Wahid menyatakan tetap pada pendiriannya, meminta
Jenderal Wiranto mengundurkan diri dari jabatan Menteri Koordinator Bidang
Politik dan Keamanan. Pengunduran diri itu penting untuk mengurangi tekanan
terhadap Wiranto dan tidak berpengaruh terhadap proses peradilan yang akan
berlangsung.
"Saya tetap pada pendirian saya bahwa kalau saya pulang nanti, saya
harapkan Pak Wiranto bisa diminta mundur. Malah lebih baik lagi, tadi saya
menelepon Pak Juwono Sudarsono (Menteri Pertahanan-Red) agar supaya bertemu
dengan Pak Wiranto, minta beliau berhenti," tegas Gus Dur usai mengadakan
tatap muka dengan masyarakat Indonesia di Inggris, Selasa (1/2).
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0002/02/UTAMA/gusd01.htm
MT Arifin : Indikasi Kudeta Menguat
--------------------------------------------
Reporter: Shinta NM Sinaga
detikcom - Jakarta, Presiden Gus Dur sudah meminta Menkopolkam Jenderal
Wiranto mundur. Wiranto mengabaikan permintaan tersebut. Sementara
kerusuhan di berbagai daerah semakin merebak. Akankah Wiranto melakukan
kudeta?
"Indikasi ke arah sana kuat. Tapi saya tidak bisa memastikan bahwa
pelakunya adalah Wiranto," ujar pengamat militer MT Arifin saat dihubungi
detikcom Selasa (1/2/2000) malam.
Selengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/200002/200021-224654.html
Tim Advokasi TNI Tolak Laporan Komnas
-------------------------------------------------
JAKARTA - Tim Advokasi HAM TNI menolak semua laporan Komnas HAM yang
diserahkan ke Kejaksaan Agung mengenai tuduhan dan pelanggaran hak asasi
manusia yang dilakukan perwira TNI pascajajak pendapat. Demikian kata Ketua
Tim Advokasi TNI, Adnan Buyung Nasution.
"Selain menolak dan memprotes keseluruhan hasil tersebut, kami juga
menyatakan Komnas HAM sewenang-wenang dengan langsung mengumumkan nama-nama
tersebut," kata Adnan Buyung Nasution dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0002/02/nas2.htm
Wiranto Tak Mau Mundur
"Proses Temuan KPP Masih Mentah"
Cina Tolak Mahkamah Internasional
-------------------------------------------
JAKARTA - Menko Polkam Jenderal Wiranto menyatakan, tidak akan mundur dari
jabatannya, menyusul laporan hasil temuan KPP HAM ke Komnas HAM dan Jaksa
Agung belum lama ini, terhadap pelanggaran HAM di Timtim bersama sejumlah
perwira lain.
Kepada wartawan usai memimpin Rakor Menteri Bidang Polkam di Jl Medan
Merdeka Barat, Jakarta Pusat, kemarin, Wiranto memberi alasan bahwa laporan
yang disampaikan oleh KPP HAM itu baru sekadar temuan, dan prosesnya masih
mentah.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0002/02/nas1.htm
Wiranto Sesalkan Komnas HAM
--------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Siapkah Wiranto mengundurkan diri dari jabatan Menko Polkam? Pertanyaan ini
muncul setelah namanya masuk dalam rekomendasi KPP HAM kepada Kejaksaan
Agung (Kejakgung). Jenderal TNI Wiranto diduga mengetahui pelanggaran HAM
di Timtim pascajajak pendapat, tetapi tidak bertindak efektif untuk
mencegahnya.
Apa jawaban Wiranto? Ditemui seusai memimpin rakor tingkat menteri bidang
polkam, Selasa (1/2) kemarin, Wiranto mengatakan kurang arif apabila
dirinya menyatakan hal-hal yang belum matang. Selain itu, ia juga
menyesalkan Komnas HAM karena menyebut nama ''Laporan ke Kejakgung itu
belum diolah, jadi saya masih menunggu proses itu. Saya tidak secara
spontan menanggapi masalah itu,'' kata Wiranto yang tampak tenang, kepada
puluhan wartawan dalam dan luar negeri.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/2/2/p9.htm
Dipertanyakan, Legitimasi Kongres Rakyat Riau
--------------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Akbar Tandjung dan Wakil Ketua Komisi
II DPR Feri Mursyidan Baldan hari Selasa (1/2) di Jakarta mempertanyakan
legitimasi penyelenggaraan Kongres Rakyat Riau, yang telah berakhir hari
Selasa (1/2) dini hari, di mana mayoritas peserta yang bersedia ikut
voting, memilih opsi kemerdekaan.
Menjawab wartawan, Akbar Tandjung dan Feri mempertanyakan apakah peserta
kongres itu betul-betul mewakili rakyat Riau secara keseluruhan. Namun baik
Tandjung maupun Feri menilai keputusan itu harus dipahami sebagai sebuah
wacana dan tidak perlu ditanggapi secara represif selama tidak ada tindakan
bersifat fisik untuk menyatakan kemerdekaan.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0002/02/utama/dipe01.htm
---------- Luar Negeri -----------------------
Wapres Al Gore dan John McCain Unggul
--------------------------------------------------
MANCHESTER - Pada malam menjelang pemilihan pendahuluan untuk memilih calon
presiden dari masing-masing partai di Negara Bagian New Hampshire, Wapres
Al Gore (Demokrat) dan Senator John McCain (Republik) unggul dalam jajak
pendapat yang diadakan Reuters-WHDH, Senin malam waktu setempat (Selasa
siang WIB).
Jajak pendapat selama dua hari itu menanyai 817 calon pemilih Partai
Demokrat dan 812 calon pemilih Partai Republik. Separo wawancara diadakan
hari Minggu dan separo lainnya Senin. Wawancara berakhir kurang dari 12 jam
sebelum pemilihan pendahuluan dimulai.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0002/02/int4.htm
UU Senjata AS-Taiwan Ancam Perdamaian Regional
---------------------------------------------------------------
Beijing -Cina Selasa (1/2) kemarin memperingatkan, tiap upaya oleh Dewan
Perwakilan AS untuk mengesahkan undang-undang guna mendorong hubungan
militer AS-Taiwan adalah ancaman bagi perdamaian di Asia. "Sedikit anggota
Kongres AS telah berusaha mendorong ke arah pengesahan persetujuan
peningkatan (keamanan) Taiwan ... sehingga merintangi masalah besar
penyatuan kembali Cina," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri di
Beijing Zhu Bangzao.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/2/2/m1.htm
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l