"'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Sari Berita: Rabu, 12 Januari 1999 """"""""""""""""""""""""""""""""""""""" @ MUI Tolak Seruan Jihad; @ "Kita Sudah Capek Ribut-ribut..." @ Pertikaian Kembali Pecah di Halmahera Tengah @ Ditemukan Dokumen Skenario Ambon @ INTERFET Serahkan 30 Kasus Kejahatan @ Pekan Depan BI Likuidasi Sejumlah Bank @ Kejagung Konsentrasi pada Bank Bali dan Texmaco ----------- Luar Negeri ----------------------------- = Ehud Barak Harus Menelan Buah Simalakama = Presiden Israel Dituntut Mundur -------------------------------------------------------- S E L A M A T M E M B A C A ''''''''''''''''''''''''''''''''''''' MUI Tolak Seruan Jihad; RMS Terlibat Kasus Maluku ---------------------------------- JAKARTA (Waspada): Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat menolak seruan perang suci (jihad) untuk memerangi Kristen yang berupaya memunahkan Muslim di Maluku. Ketua MUI Pusat H. Amidhan mengatakan, pihaknya tidak setuju dengan seruan tersebut. Dia memberikan alasan ketidaksetujuannya tersebut karena jihad baru bisa dilaksanakan untuk mempertahankan agama, kehormatan keluarga, dan harta benda. "Kalau dari ketiga itu ada yang dilanggar, barulah jihad bisa dilancarkan," ujarnya di Jakarta Selasa (11/1). Selengkapnya: http://waspada.com/ "Kita Sudah Capek Ribut-ribut..." ---------------------------------------- JAKARTA-Presiden KH Abdurrahman Wahid menilai kumpulan orang yang menamakan sejuta umat di Taman Monas baru-baru ini hanya cari penyakit. Gus Dur mengemukakan hal itu ketika berbicara dalam halalbihalal dengan Yayasan Assuryaniyah Attahiriyah di Bina Graha, kemarin. Dia menyatakan yang datang ke Taman Monas ternyata tak ada 20.000 orang. ''Kumpulan orang itu hanya ingin menunjukkan kekuatan bahwa mereka sedang memaksa saya berhenti dari jabatan ini, ya ndak apa-apa,'' ujarnya. Sekarang, kata Gus Dur, orang di Indonesia bebas berpendapat apa saja selama itu pendapat. Tapi begitu diwujudkan dalam kegiatan, persoalan menjadi berbeda. Apalagi jika mereka mengancam. Gus Dur mencontohkan beberapa waktu lalu ada 400 orang berangkat dari Tanjungpriok menuju Maluku. ''Saya meminta Kapolri dan Panglima TNI mengarantina kapal-kapal yang masuk. Nanti digeledah, yang ada senjata dirampas dan pemegangnya langsung ditahan. Saya tak peduli, mau jihad, jahit, mau apa saja. Pokoknya asal mengancam keselamatan negara dan penduduk, kami ambil tindakan dan kalau perlu dilacak ke Jakarta, siapa yang suruh. Kalau ada ditangkap. Islam ya Islam, Kristen ya Kristen, siapa saja harus kami tangani dengan baik,'' tandas dia. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0001/12/nas2.htm Pertikaian Kembali Pecah di Halmahera Tengah -------------------------------------------------------- Ambon, Kompas Meskipun jumlah persis korban pertikaian belum diketahui, namun sedikitnya lima orang tewas dan puluhan luka-luka berat dan ringan, dalam pertikaian yang pecah hari Selasa (11/1), di Kecamatan Galela, Halmahera Tengah. Aparat di Komando Distrik Militer (Kodim) 1501 Halmahera Tengah yang dihubungi Kompas, Selasa, menyebutkan, kerusuhan antarkelompok itu sudah bisa ditenangkan oleh aparat keamanan, dan dilokalisasi sehingga kerusuhan tidak sempat menjalar ke desa-desa sekitarnya. Dua kelompok yang bertikai di Kecamatan Galela, kemarin, masing-masing berkekuatan sekitar 2.000 orang. Mereka bersenjatakan parang, pisau, kapak, dan pedang. Selain pertikaian fisik juga terjadi perusakan rumah. Jumlah persis korban belum diketahui. Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0001/12/UTAMA/pert01.htm Ditemukan Dokumen Skenario Ambon Diduga Berasal dari Jakarta ------------------------------------ SENJATA SITAAN: Tiga petugas keamanan mengumpulkan senjata api yang disita dari tangan penduduk di Ambon, kemarin. Kebanyakan di antara senjata sitaan itu hasil rakitan sendiri. Pertikaian bernuansa SARA berlangsung di daerah Maluku yang hingga kini telah memakan banyak korban. (Foto: Suara Merdeka/rtr-15k) JAKARTA-Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sejak awal mengetahui ada indikasi pertikaian di Ambon yang disusul di daerah Maluku yang lain merupakan skenario untuk membuat kerusuhan di provinsi tersebut. Demikian kata Sekretaris KPP HAM Asmara Nababan kepada pers di kantornya, kemarin. Indikasi tersebut diketahui setelah penemuan dokumen-dokumen palsu yang tercecer di Ambon saat kerusuhan beberapa waktu lalu. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0001/12/nas1.htm INTERFET Serahkan 30 Kasus Kejahatan -------------------------------------------------- JAKARTA -- Hari ini (Rabu, 12/01) rencananya Pasukan Internasional di Timor Timur (INTERFET) akan menyerahkan lebih dari 30 kasus kejahatan -- dua-pertiga di antaranya melibatkan kegiatan milisi -- kepada pengadilan yang baru dibentuk PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) di wilayah itu. Dari siaran pers yang dikeluarkan oleh UNIC, kemarin, Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Fred Eckhard di New York mengatakan, penyerahan kasus kejahatan tersebut menyusul pembentukan pengadilan sipil independen yang mulai bertugas, Kamis. Saat polisi sipil PBB memikul tanggungjawab utama untuk menangkap, menahan dan menyelidiki para penjahat. Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2001/12/14532.htm Pekan Depan BI Likuidasi Sejumlah Bank ------------------------------------------------- JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) akan bertindak tegas terhadap bank-bank yang dianggap tidak memiliki prospek di masa depan. Termasuk bank-bank kategori A (CAR di atas empat persen) yang mengalami penurunan rasio kecukupan modal hingga menjadi kategori B (CAR antara nol hingga empat persen). Salah satu tindakan tegas itu adalah dengan menutup atau melikuidasi bank yang bersangkutan. ''Ya, agar mereka tidak menjadi benang kusut bagi perbankan kita. Dan, pemerintah tak dapat menolak keputusan ini,'' ujar Deputi Gubernur Senior BI, Anwar Nasution, ketika ditemui di sela-sela acara halal bihalal direksi BI dengan pimpinan bank-bank swasta dan BUMN di gedung BI, kemarin. Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2001/12/14519.htm Kejagung Konsentrasi pada Bank Bali dan Texmaco ------------------------------------------------------------- Jakarta. Kejaksaan Agung usai Idul Fitri 1 Syawal 1420 H mengonsentrasikan diri pada penyelesaian penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pada Bank Bali dan PT Texmaco, sementara kasus mantan Presiden Soeharto masih dalam tahap inventarisasi data. Kahumas Kejaksaan Agung RJ Soehandoyo SH di Jakarta, Selasa, menjelaskan untuk kasus Bank Bali dengan empat orang tersangka masing-masing Pande Lubis, Djoko S Tjandra, Rudy Ramli, dan Setya Novanto belum ada penambahan tersangka baru. Selengkapnya: http://www.jawapos.co.id/ Panglima AGAM Tolak Pemberian Abolisi Kepada Hasan Tiro --------------------------------- BANDA ACEH (Waspada): Adanya upaya pemberian abolisi dari pemerintah RI kepada tokoh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Teungku Hasan Tiro yang kini bermukim di Swedia, bila tokoh GAM itu bersedia kembali ke tanah air dan bersama-sama mewujudkan rekonsiliasi nasional, telah mendapat tanggapan keras dari Panglima Angkatan Perang AGAM Aceh Sumatera Tgk. Abdullah Syafi'ie. Pihak GAM, kata Abdullah Syafi'ie menolak pemberian abolisi yang ditawarkan Presiden RI Abdurrahman Wahid sebagaimana disampaikan Menteri Hukum dan Perundang-undangan Yusril Ihza Mahendra yang dilansir surat kabar terbitan Aceh Selasa (11/1) di Jakarta. Selengkapnya: http://waspada.com/ ----------- Luar Negeri --------------------------- Ehud Barak Harus Menelan Buah Simalakama ------------------------------------------------------ Jerusalem, Selasa Perdana Menteri (PM) Israel Ehud Barak kini ibarat terjepit situasi: maju kena, mundur pun kena. Memenuhi tuntutan Suriah, dengan menarik seluruh pasukan Israel mundur sampai batas sebelum perang Timur Tengah tahun 1967 demi perdamaian: bakal dihujat rakyatnya. Sementara memenuhi tuntutan rakyat Israel, supaya jangan mundur dari Dataran Tinggi Golan yang mereka rebut dari Suriah tahun 1967, akan disalahkan dunia internasional karena menghambat perdamaian di Timur Tengah. Ia ibarat harus menelan buah simalakama. Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0001/12/utama/ebu01.htm Presiden Israel Dituntut Mundur --------------------------------------- Jerusalem, Selasa Surat kabar, politisi, menteri kabinet, dan juga jajak pendapat publik ramai-ramai mendesak Presiden Israel, Ezer Weizman, untuk segera mundur. Bukan karena persoalan rumit menyangkut perundingan damai dengan Suriah dengan tuntutan berat: harus mundur dari Dataran Tinggi Golan yang direbut sejak tahun 1967, akan tetapi karena kasus suap. Weizman (75) sendiri sampai Selasa (11/1) masih bersikeras menepis tuduhan, bahwa ia sama sekali tak terlibat korupsi ataupun menerima pemberian dari teman baiknya - yang dikabarkan mencapai nilai 450.000 dollar AS-sehubungan dengan jabatan publik ataupun posisi sosial lain di masyarakat Israel. Selengkapnya: http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0001/12/utama/pres11.htm "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
