************************* Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************* GEREJA PROTESTAN MALUKU (ANGGOTA PGI) KLASIS PULAU-PULAU LEASE JEMAAT HULALIU ================================================ L A P O R A N LENGKAP TRAGEDI PENGHANCURAN DESA HULALIU, KEC. PULAU HARUKU - SAPARUA (Hari Kamis, 30 Desember 1999) I. PRA KONDISI MENJELANG TRAGEDI 30 DESEMBER 1999 Pecahnya kerusuhan Ambon jilid III tanggal 26 Desember 1999 yang ditandai dengan terbakarnya gedung Gereja SILO oleh kelompok Muslim radikal, telah dengan sendirinya kembali membuat kota Ambon bersimbah darah. Bukan hanya itu saja, pusat-pusat perekonomian, gedung-gedung pemerintah, rumah-rumah penduduk dibakar dan dihancurkan kelompok perusuh dan harta bendapun dijarah. Yang paling menderita kerugian adalah umat Kristiani. Akibat kerusuhan itu, dampaknya juga terasa sampai ke Desa-Desa. Dalam mengantisipasi kondisi tegang yang terjadi di kota Ambon dan sekitarnya, maka sejak tanggal 27 September 1999, pemuda Desa Hulaliu selalu berjaga-jaga pada batas petuanan Desa. Keesokan harinya (Selasa, 28 Desember 1999) ketika pengawasan dilakukan di batas petuanan Desa, sekelompok pemuda Desa ditembaki oleh kelompok massa Islam. Diduga kuat, tembakan itu berasal dari penduduk Dusun Waimital (petuanan Desa Pelauw). Insiden ini mengakibatkan reaksi balik dari pemuda Desa Hulaliu yang kemudian membakar beberapa rumah penduduk Dusun Waimital pada tanggal 29 Desember 1999. Akibat insiden ini pihak Hulaliu harus membayarnya dengan harga mahal, yaitu 2 (dua) nyawa dan seorang lainnya luka tembak. A. KAMIS TEGANG Masih dalam suasana perkabungan atas meninggalnya dua orang pemuda Desa, hari itu Kamis, 30 Desember 1999 Desa Hulaliu kembali diserang dan dibumi-hanguskan oleh kelompok Islam radikal dalam jumlah yang cukup banyak (ribuan orang). Penyerangan dilakukan secara bergelombang, sistematis dan sporadis. Apalagi mereka dilengkapi dengan sejumlah senjata organik (standart ABRI-termasuk jenis senjata mesin) dan granat asli (granat nenas), dengan sendirinya mampu menghancurkan pertahanan Desa Hulaliu sekaligus membumi-hanguskan sebahagian rumah penduduk Desa. B. KRONOLOGIS PENYERANGAN � Pukul 05:30 Pagi itu sebahagian warga masyarakat dikumpulkan di gedung Gereja untuk diberi arahan supaya mereka mau menjaga batas petuanan Desa. Kemudian mereka didoakan, dan selanjutnya menuju perbatasan Desa (batas pohon Beringin). � Pukul 07:10 Saya mendapat informasi dari seorang anggota masyarakat bahwa massa Pelauw telah menyerang Desa Hulaliu dan kontak fisik tak dapat terelakkan. Saya menuju perbatasan Desa dan menyaksikan langsung konflik yang maha dahsyat itu. Waktu mendengar rentetan senjata organik dan ledakan bom yang keras, yang tak henti-hentinya, saya menduga bahwa itu tembakan aparat yang bertugas di Dusun Waimital yang sedang menghalau dan menghambat massa Pelauw yang menyerang secara sporadis. Ternyata dugaan itu salah, karena tidak terlihat ada aparat yang berseragam ABRI di antara massa yang menyerang. Saya lalu meyakinkan massa Desa Hulaliu untuk menghalau kelompok perusuh itu, kemudian saya kembali ke Gereja. � Pukul 08:30 Saya tiba di Gereja. Dari daerah konflik saya diberi informasi bahwa massa Hulaliu terdesak mundur. Para penyerang dari Desa Pelauw dan sekitarnya baru tertahan laju mereka pada batas perumahan penduduk Desa, setelah banyak warga Hulaliu yang datang membantu. Pada batas inilah pertempuran yang dahsyat itu berlangsung kurang lebih satu jam. � Pukul 09:40 Rumah pertama penduduk Desa Hulaliu berhasil dibakar massa Pelauw. Para penyerang beraksi terus dan berhasil membakar rumah penduduk yang lain. Pertempuran dahsyat yang kedua terjadi lagi. � Pukul 11:00 - 11:30 Bantuan yang datang dari KM California menembaki sasaran para penyerang dari arah laut membuat gerakan mereka tertahan. Kesempatan ini digunakan untuk melakukan serangan balasan dengan membuat gerakan manuver dari arah belakang para penyerang. Gerakan yang dilakukan bersamaan dengan bantuan KM California melaluyi laut ini berhasil memukul mundur para penyerang dari Desa Pelauw dan sekitarnya. Dengan bantuan beberapa speed boat dan mobil yang sudah di persiapkan oleh massa Pelauw, merekapun lari meninggalkan Desa Hulaliu. � Setelah keadaan kembali aman dan terkendali, maka pada petang harinya pukul 18:00 satu peleton Brimob Bali yang didatangkan dari Ambon tiba di desa Hulaliu. I. DATA KORBAN KERUSUHAN TGL 29-30 DESEMBER 1999 A. KORBAN MANUSIA (Tgl 29 Desember 1999) 1. Kristian Noya (47) Hulaliu -Tertembak di kepala = meninggal 2. Jeffry Noya (27) Hulaliu -Tertembak di kepala = meninggal 3. Pieter Siribory (22) Hulaliu -Tertembak di paha kiri = dirawat B. KORBAN MANUSIA (Tgl 30 Desember 1999) 1 Yermias Laisina (47) Hulaliu -Tertembak di kepala = meninggal 2 Febry Maruanaya (20) Hulaliu -Tertembak di kepala = meninggal 3 Agustinus Taihuttu (42) Hulaliu -Tertembak di dada kiri = meninggal 4 Matheos Birahy (36) Hulaliu -Tertembak di leher = meninggal 5 Paulus Radjawane (32) Kariu -Tertembak di kepala = meninggal 6 Frans Pattileamonia (50) Haria -Tertembak di kepala = meninggal 7 Abraham Pauno (44) Haria -Tertembak = meninggal 8 William Sahuleka (35) Haria -Tertembak = meninggal 9 Thomas Sahertian (18) Portho -Tertembak = meninggal 10 Yulius Maruanaya (38) Hulaliu -Tertembak di dada kanan = dirawat 11 Elisa Laisina (58) Hulaliu -Tertembak di punggung kiri = dirawat 12 Welhelem Sahureka (29) Hulaliu -Tertembak di kepala-kiri = dirawat 13 Yonas Manuhuttu (25) Haria -Tertembak = dirawat 14 Elisa Lopulalan (45) Portho -Tertembak = dirawat 15 Robert Nanlohy (37) Portho -Tertembak = dirawat 16 Yoandri Letta (?) Portho -Tertembak = rawat jalan 17 Izack Taberima (37) Tuhaha -Tertembak paha kiri = dirawat 18 Ino Polattu (32) Tuhaha -Tertembak kaki kiri = dirawat 19 Stenly Louhanapessy (22) Tuhaha -Tertembak di pantat = dirawat 20 Marthinus Siahaya (38) Hulaliu -Tertembak di kaki = rawat jalan KERUGIAN MATERIAL YANG DIALAMI (Tgl 30 Desember 1999) Dirinci dalam angka40 buah rumah Musnah terbakar ditambah harta benda habis9 buah rumahRusak berat ditambah harta benda musnah11 buah rumahRusak ringan ditambah harta benda musnah Dengan demikian, 350 orang kehilangan tempat tinggal. I. KESIMPULAN SEMENTARA � Diduga kuat, bahwa penyerangan yang dilakukan di Desa Hulaliu pada tanggal 30 Desember 1999 itu telah dirancang dengan skenario yang sangat rapih oleh kelompok Islam radikal. Bahkan ada oknum aparat yang terlihat waktu penyerangan yang dilakukan tanggal 30 Desember itu. Dia adalah ABUKARIM MARASABESSY (mantan Babinsa Aboru), sekarang Babinsa Pelauw. � Ketika massa Pelauw telah terdesak mundur dan terus dikejar oleh massa Hulaliu, maka beberapa barang bukti tertentu yang ditinggalkan oleh massa penyerang ditemukan oleh penduduk Desa Hulaliu, dan diduga biasanya digunakan oleh aparat. Benda-benda itu berupa; � 1 rantai peluru dari jenis senjata mesin (senjata organik) berisikan 100 butir peluru. Diduga jenis senjata yang digunakan adalah jenis senjata Minimi yang biasa digunakan TNI-AD � Longsongan peluru dari berbagai senjata organik antara lain; � Longsongan peluru dari jenis senjata Bren MK.3 (keluaran lama maupun keluaran baru). Jenis senjata ini ada dimiliki oleh Polsek P. Haruku di Pelauw. � Longsongan peluru dari jenis senjata AK-47 (kode nny) � 5 buah peluru dari jenis senjata Geren � 1 doos peluru yang telah kosong dengan kode; 15 PCS CARTRIDGE 7,62 X 39 mm. Ball M 67 PPU 9002 Lot 90236 � 2 doos peluru yang telah kosong dengan kode; 20 BUTIR AMUNISI KALIBER 5,56 mm MU - 5 TJ. Dalam jepitan LOT No. 20/89 dan No. 19/94 PT PINDAD (PERSERO) � 2 doos peluru yang telah kosong dengan kode; 50 BUTIR AMUNISI KALIBER 38 SPECIAL MU - 6 TJ � 1 doos peluru yang telah kosong dengan kode; 20 CARTRIDGES 5,56 mm BALL M 193 - Warning Keep Out of Reach of Children Semua benda-benda yang ditemukan ini, kini sementara berada di tangan Bpk. Chr. Z. Sahetapy (anggota DPRD Tk. I Maluku). Yang cukup menarik perhatian dari semua benda-benda yang ditemukan itu ialah semua peluru yang ditemukan itu dimuntahkan dari senjata organik, sebab pada setiap longsongan peluru ada tanda kuku senjata pada longsongan peluru yang fungsinya menarik longsongan peluru dari kamar senjata. Hal ini mengindikasikan bahwa ada keterlibatan aparat dalam penyerangan waktu itu. Kalau tidak demikian, maka pertanyaannya sekarang ! Dari manakah senjata-senjata organik itu berasal ? Hulaliu, 6 Januari 2000 Majelis Jemaat (Tandatangan & Stempel GPM Hulaliu) Pdt. H. Pattinama, STh. K e t u a "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
