'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Senin, 24 Januari 2000
====================================
@ 18 Tewas dalam Pertikaian di Pulau Haruku
@ Fundamentalis bukan Teroris dan Anti-AS
@ KPPM HAM akan Teliti Sultan Ternate
@ Presiden Gus Dur: Lambat Laun
    Keutuhan Negara Tetap Terjaga
@ Presiden Tak Digoyang jika Rakyat Bersatu
@ Gus Dur Masih Simbol Harapan
@ Polri Sambut Baik Niat Tamagola
@ Hukum Lemah karena Aparat tak Berani Bertindak
------ Luar Negeri -------------
- Meninggal pada Usia 107 Tahun
- Mesir Galang KTT Arab
-----------------------------------
S E L A M A T   M E M B A C A
'''''''''''''''''''''''''''''''''''

18 Tewas dalam Pertikaian di Pulau Haruku
----------------------------------------------
Ambon, Kompas
Pertikaian antarkelompok berlatar belakang suku, agama, ras dan
antargolongan (SARA) kembali pecah di Pulau Haruku, Maluku Tengah, Minggu
(23/1) dini hari. Pertikaian di pulau kecil yang berdekatan dengan Pulau
Saparua dan Pulau Ambon itu, menewaskan 18 orang, dan 28 luka-luka.
Sekitar 300-an warga Kecamatan Haruku beragama Kristen yang mengungsi dari
pertikaian itu ditampung oleh pengelola Pondok Pesantren Khaerul Umah, Desa
Kobisonta, Kecamatan Wahai (Kabupaten Maluku Tengah).
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0001/24/utama/tewa01.htm

Fundamentalis bukan Teroris dan Anti-AS
---------------------------------------------
JAKARTA -- Makna fundamentalis dalam Islam berarti bersedia melaksanakan
nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran dan Sunah Nabi secara konsisten.
Fundamentalis bukan berarti teroris yang, umpamanya, anti-Amerika Serikat
(AS).
Pernyataan itu diungkapkan Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia
Islam (KISDI) Ahmad Soemargono dalam peluncuran bukunya Saya Seorang
Fundamentalis, di Jakarta, Sabtu malam (22/1). Secara tegas ia mengaku
fundamentalis karena melaksanakan nilai-nilai Islam secara konsisten.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2001/24/15715.htm

KPPM HAM akan Teliti Sultan Ternate
------------------------------------------
TERNATE -- Tim Komisi Penyelidik Pelanggaran dan Mediasi Hak Asasi Manusia
(KPPM HAM) yang diketuai Bambang W Suharto akan meneliti dugaan pelanggaran
HAM yang dilakukan Sultan Ternate, Drs Mudaffar Syah, beberapa waktu lalu
di Ternate. Menurut Bambang, berbagai data aktual yang dihimpunnya itu --
termasuk dugaan pelanggaran yang dilakukan Sultan dan kroninya -- bakal ia
sampaikan pada pemerintah pusat.
''Kami datang dengan maksud menghimpun data aktual dari daerah yang
dianggap rawan konflik, terutama setelah masalah penjagaan keamanan beralih
dari Polri ke TNI,'' kata Bambang di Ternate kemarin.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2001/24/15736.htm

Presiden: Lambat Laun Keutuhan Negara Tetap Terjaga
-------------------------------------------------------------
JAKARTA -- Presiden KH Abdurrahman Wahid mengatakan secara lambat laun tapi
pasti keutuhan Indonesia sebagai negara kesatuan tetap dapat dipertahankan
dan tetap terjaga. Selain itu, katanya, terus diupayakan terciptanya
situasi yang menimbulkan rasa aman, baik untuk berusaha maupun investasi.
Kedua hal yang disebutkan itu, ungkap Presiden dalam acara ''Dialog
Eksklusif RCTI dengan Presiden RI'' yang dipandu Adolf Posumah dan pengamat
sosial-politik M Sobary di Jakarta tadi malam, merupakan tolak ukur
pemerintahannya yang selama ini dinilai sejumlah kalangan tidak memiliki
konsep jelas dalam menangani berbagai persoalan.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2001/24/15717.htm

Presiden Tak Digoyang jika Rakyat Bersatu
-----------------------------------------------
MAGELANG - Presiden Abdurrahman Wahid tidak akan bisa digoyang dengan
kekuatan apa pun supaya turun di tengah masa jabatannya, apabila rakyat
bersatu dan ingin mencapai tingkat derajat keamanan, kesejahteraan,
kekompakan, dan keutuhan bangsa ini.
''Tapi jika yang dikehendaki kehancuran, porak-poranda, ingin menang
sendiri serta merasa kelompoknya yang paling benar, maka sasaran yang
paling enak adalah 'menembak' Gus Dur. Dengan apa saja, perkataan, hujatan,
menyalahkan dengan menuduh kabinet kerjanya tidak baik dan lain-lain,''
kata Wakil Ketua PBNU Drs H Ahmad Bagdja, kemarin.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0001/24/nas3.htm

Gus Dur Masih Simbol Harapan
----------------------------------
TEGAL - Cendekiawan Prof Dr H Nurcholish Madjid yang masuk tim bentukan
Kontras untuk melobi empat pemimpin nasional (Gus Dur, Amien Rais,
Megawati, dan Akbar Tanjung-Red) agar dapat segera bertindak bersama
menyelesaikan kasus kerusuhan di Maluku, mengaku optimistis Presiden KH
Abdurrahman Wahid mampu menyelesaikan berbagai pertikaian dan kerusuhan di
Tanah Air.
Alasan dia, selain mantan Ketua Umum PBNU itu masih menjadi simbol harapan
bangsa, Cak Nur juga mengajukan syarat atas sikap optimistisnya itu
terhadap kebijakan presiden ke-4 RI tersebut. ''Yakni, kita harus selalu
ramai-ramai mengingatkan dia,'' tuturnya.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0001/24/nas1.htm

Informasikan Data Provokator Ternate
Polri Sambut Baik Niat Tamagola
-------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Kapolri Letjen Pol. Roesdihardjo menyambut baik niat sosiolog Universitas
Indonesia (UI) kelahiran Maluku Dr. Thamrin Amal Tamagola yang akan
menyampaikan informasi atau data mengenai provokator kerusuhan di Ternate
(Maluku Utara) beberapa pekan lalu.
''Kami akan dalami data itu. Tetapi menyangkut bagimana cara mendalami, itu
rahasia dapur. Tidak bisa dikemukakan,'' katanya kepada pers di sela-sela
halalbihalal Komisi I DPR dengan petinggi TNI dan Polri di Tee Box
Cybercafe Jakarta Selatan, Minggu (23/1) kemarin.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/1/24/p6.htm

Hukum Lemah karena Aparat tak Berani Bertindak
------------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Lemahnya penegakan hukum di Indonesia selama ini disebabkan oleh beberapa
hal pokok. Di antaranya pertama, aparat penegak hukum tidak mempunyai
keberanian menindak. Kedua, isu menegakkan hukum, hanya menjadi konsumsi
retorika politik para penegak hukum dan penguasa. Ketiga, pengaruh pejabat
dan mantan pejabat yang diduga bersalah, masih kuat, karena memiliki
kekuasaan terhadap proses penegakan hukum. Keempat, sebagian penegak hukum
tidak konsisten, sebagian lagi tengah asyik ngambek, sehingga selalu
beralasan takut melanggar hak asasi manusia (HAM) kalau didesak bertindak
mengatasi massa yang anarkis. Beberapa faktor inilah yang menyebabkan
penegakan hukum di Indonesia amat buruk.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0001/24/utama/huku01.htm

------ Luar Negeri -------------
Meninggal pada Usia 107 Tahun
----------------------------------
TOKYO - Salah satu kembar tertua di dunia, Kin Narita, meninggal Minggu
kemarin akibat gagal jantung. Dia tutup usia dalam usia 107 tahun di
rumahnya di Nagoya, Jepang tengah, demikian dilaporkan televisi NHK.
Kin Narita dan adik kembar perempuannya, Gin Kanie, dikenal secara nasional
dan internasional karena senyum mereka yang berseri-seri, penuh vitalitas
dan panjang umur.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0001/24/int2.htm

Mesir Galang KTT Arab
--------------------------
Cairo, Kompas
Di tengah kebuntuan proses perdamaian Timur Tengah, Presiden Mesir Hosni
Mubarak hari Sabtu di Damaskus menemui Presiden Suriah Hafez Assad dan
mengunjungi Raja Abdullah II di Amman, Jordania hari Minggu (23/1), untuk
menjajaki kemungkinan digelarnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Arab.
Mubarak melihat, penyelenggaraan KTT Arab merupakan solusi untuk mencairkan
kebuntuan perundingan damai Arab-Israel saat ini.KTT Arab terakhir diadakan
di Cairo bulan Juni 1996, menyusul kemenangan pemimpin Partai Likud
Benjamin Netanyahu pada Pemilu Israel bulan Mei tahun itu. Namun, baik
Mesir, Suriah maupun Jordania belum memberi ketegasan, apakah tiga negara
Arab tersebut sepakat mengadakan KTT Arab dalam waktu dekat. Demikian
dilaporkan wartawan Kompas Musthafa Abd Rahman dari Cairo, Mesir semalam.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0001/24/LN/mesi24.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke