'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Selasa, 8 Februari 2000
=====================================
*Feisal Tanjung Bantah Gus Dur
*Berbahaya jika TNI dan Presiden Benturan
*Ratih, Marsillam, Bondan dituding sebagai 'pembisik' Gus Dur
*Investor Asing Minta Jaminan Keamanan DPR

Feisal Tanjung Bantah Gus Dur
* Gus Dur Tetap pada Pendiriannya
 ------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Mantan Panglima ABRI Jenderal (Purn) Feisal Tanjung (1993-1998) membantah
telah memberikan perintah kepada mantan Panglima Komando Cadangan Strategis
Angkatan Darat (Pangkostrad) Wiranto (1996-1997) untuk melenyapkan
Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Soekarnoputri. Ditegaskan, setiap
keputusan ABRI selalu dilakukan melalui rapat pimpinan ABRI, dan tidak ada
keputusan untuk melenyapkan Gus Dur dan Megawati. Tanjung menyampaikan hal
tersebut dalam jumpa pers di Balai Sudirman, Jakarta, Senin (7/2),
didampingi mantan Kepala Staf Umum ABRI Letjen (Purn) Tarub (1996-1998).
Tanjung mengaku terperanjat dan terhenyak atas berita menyangkut dirinya di
televisi dan koran-koran, Senin pagi. Setelah itu, ia lalu mengontak mantan
Pangkostrad Wiranto yang mengatakan berita itu tidak benar.
"Saya telepon Pak Wiranto. Pak Wiranto belum mendengar dan belum membaca.
Saya katakan you baca, nanti telepon saya. Kemudian saya ditelepon beliau
dan beliau mengatakan berita itu tidak benar," tutur Tanjung.
Lengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/0002/08/UTAMA/feis01.htm

Berbahaya jika TNI dan Presiden Benturan
----------------------------------------------------
JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai, dalam masyarakat
awam terjadi sosiopsikopolitik yang kurang menguntungkan. Sebab, sekarang
telah muncul anggapan terjadi benturan antara Presiden KH Abdurrahman Wahid
dan TNI sebagai lembaga.
''Persepsi ini sangat berbahaya bagi keselamatan bangsa, baik untuk jangka
pendek maupun jangka panjang,'' kata Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi
kepada wartawan di Jakarta kemarin.
Karena itu, menurut Hasyim, PBNU menyerukan masyarakat untuk melihat
persoalan ini secara proporsional serta manjauhi sifat emosional serta pola
pemikiran penciptaan antagonisme di kalangan elemen-elemen bangsa.
Selain itu, dia juga mengharap masyarakat, terutama warga nahdliyyin, untuk
tetap menghormati TNI secara kelembagaan, jangan terjebak arus penghujatan
dan perusakan terhadap martabat serta kehormatan TNI. ''Kekeliruan personal
atau oknum tidak dapat digeneralisasi sebagai kekeliruan institusional.''
Lengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/0002/08/nas3.htm

Ratih, Marsillam, Bondan dituding sebagai 'pembisik' Gus Dur
------------------------------------------------------------------------
Laporan Asep Salahudin Samboja
satunet.com - Ribut-ribut soal siapa pembisik Presiden Abdurrahman Wahid,
yang menyebabkannya memberi komentar yang dinilai berlebihan, misalnya
dalam soal kudeta, pertemuan Lautze dan Wiranto, semakin ramai. Wakil Ketua
MPR M Husni Thamrin menuding Ratih Hardjono, Marsillam Simanjuntak dan
Bondan Gunawan sebagai 'komplotan pembisik Gus Dur'.
Thamrin mengemukakan itu ketika melontarkan ancaman akan menilai secara
intensif kinerja pemerintahan Gus Dur sampai dengan April 2000.
"Kalau sampai bulan April ekonomi kita makin terpuruk, masalah politik
tidak terselesaikan, dan masalah disintegrasi bangsa tak kunjung selesai,
seperti kasus Aceh, Maluku dan lain-lain, maka yang terjadi adalah bola
salju menurunkan Gus Dur."
"Kalau ini tidak selesai dan Gus Dur malah mengeluarkan pernyataan yang
membuat persoalan dan ketegangan baru maka bola salju untuk menurunkan Gus
Dur itu akan menggelinding," ancam Husni Thamrin.
Lengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/02/08/6368.html

Investor Asing Minta Jaminan Keamanan DPR
-------------------------------------------------------
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kelompok investor dari Swiss dan Italia yang
mengaku siap menanamkan modal mereka di Sulawesi Utara, Senin (7/2) sore
mendatangi DPR untuk meminta jaminan keamanan atas bisnis mereka di
Indonesia. Dua perusahaan, masing-masing CAM Financing dari Swiss dan
Andreoti Companies, menyatakan telah melakukan studi dan kini siap
menginvestasikan Rp. 749 miliar di setiap daerah, yaitu Minahasa, Bolaang,
dan Gorontalo, untuk bisnis pengolahan kelapa kimiawi (coconut chemical).
Mereka datang ke DPR karena khawatir bisnis mereka tidak akan mendapatkan
perlindungan baik secara hukum maupun fisik. Apalagi, seperti dikutip oleh
anggota Komisi V Drs. H. Darul Siska yang ikut menemui mereka, setelah
Menteri Negara Lingkungan Hidup Sonny Keraf meminta pemerintah menutup PT
Indorayon, perusahaan bubur kertas (pulp) yang 86 persen sahamnya kini
dimiliki asing. Karena itu, sebelum memulai bisnis mereka, kedua perusahaan
Eropa ini meminta pemerintah menjamin beberapa hal yaitu: tidak adanya
perubahan kontrak, tidak adanya perubahan UU Daerah, perpanjangan tax
holiday sampai modal kembali (biasanya keleluasan bebas pajak ini hanya
diberikan sampai pembangunan pabrik selesai), dan keamanan fisik.
Lengkapnya: http://www.tempo.co.id/harian/include/index.asp?file=722000-760

--------------
Vanishing witness delays death trial
---------------------------------------------
Jakarta: The planned trial of 20 men, 18 of them military personnel,
accused of shooting down 56 Acehnese in cold blood last July has been
postponed because a key witness has gone missing, press reports said
yesterday.
The Jakarta Post quoted the Human Rights Minister, Mr Hasballah Saad, as
saying the missing witness was a "military officer" of the Medan-based
Bukit Barisan military command, but he refused to identify him by name.
"It has been delayed due to the disappearance of the key witness," Mr Saad
was quoted as saying during a visit to south-east Sulawesi at the weekend.
The trial had been scheduled to start before the end of the month to try
the 20 accused of lining up and shooting dead an Islamic boarding-school
teacher and his wife and students - in all 56 people - on July 23 last
year.
More: http://www.smh.com.au/news/0002/08/world/world4.html
+++++++++++++

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke