**********************************
Bila anda mampu berpikir kritis analisis,
    Manfaatkan ruang "Artikel" Eskol-Net
Untuk menuangkan ide dan gagasan anda!
    Kirimkan ke [EMAIL PROTECTED]
***Jangan sia-siakan talenta anda****
**********************************
---------------------
Artikel Eskol-Net:
---------------------

"Memberitakan Injil"
Markus  I :29 - 39
~~~~~~~~~~~~~~~
Oleh: Rm. Benny


MRK 1:29-39

Saudara/i ku yang terkasih,
Dalam situasi bangsa yang sedang sakit ini, kita diperhadapkan pada
persoalan mendasar: bagaimana kita meletakkan dasar bangunan moralitas
dalam kehidupan bersama. Sebab, tanpa moralitas, bangsa ini akan kembali
terjebak dalam konflik kepentingan yang tak pernah habis-habisnya.  Selama
kepentingan-kepentingan tersebut bermain tanpa mengindahkan moralitas, maka
perdamaian, persaudaraan, dan kerukunan tak akan pernah tercipta. Kondisi
ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Sudah saatnya kita merajut kembali
tali temali persaudaraan yang sudah mulai keropos ini. Untuk membangun
kembali tali persaudaran yang kokoh itu tentu dibutuhkan budaya baru.

Injil memberikan resep yang mujarab untuk memperbaiki tali temali yang
sudah mulai rapuh ini. Yakni dengan cara mengubah orientasi hidup yang
bersandarkan pada uang, kekuasan, harga diri (faktor yang selama ini
menjadikan hidup penuh dengan persengketan, pertengkaran dan konflik).
Dengan kata lain, kembalikan orientasi hidup pada jalan Allah. Seperti
dilukiskan dalam Injil, Yesus tampil sebagai penyelamat terhadap mereka
yang berpenyakit dan kerasukkan setan. Lewat karya penyembuhan dan
mengusiran setan, Yesus menyatakan bahwa Allah sudah meraja (menjadi Raja).
Allah yang meraja itu akan menghadirkan KerajaanNya. Kerajaan itu akan
datang bila orang percaya mau menjadi perantara dan berkat bagi sesamanya.

Dengan karya penyembuhan dan pengusiran setan Tuhan ingin menyatakan bahwa
masa kekuasaan kegelapan sudah diakhiri. Oleh karena itu, tugas kita untuk
menciptakan budaya baru, dimana segala kecurigaan, prasangka buruk, dendam,
budaya kasak-kusuk harus kita akhiri; digantikan dengan budaya baru yaitu
mengasihi. Kasih bukan untuk dikatakan tetapi untuk dilakukan, seperti yang
dilakukan Yesus, mau meringankan beban orang menderita tanpa membedakan
agama, suku, atau keturunan. Orang yang mau melibatkan diri terhadap
penderitaan orang lain merupakan bagian dari penegakkan Kerajaan Allah.

Untuk merajut kembali tali temali yang sudah rapuh ini kiranya juga
membutuhkan karya penyembuhan dari Tuhan Yesus Kristus. Agar ketergantungan
kepada uang segera ditahirkan oleh Tuhan Yesus Kristus. Agar uang tidak
lagi dijadikan alat penyuap, untuk membuat kekacauan, membungkang orang
lain.
Ketika uang tidak lagi mejadi pusat hidup, disitulah Allah meraja. Allah
berkuasa terhadap segala penyakit dendam, curiga -mencurigai, buruk sangka,
ketidak adilan, penyogokan, ingin menang sendiri, gila hormat akan menjadi
sirna. Inilah kita mohon agar kita bisa disembuhkan dari penyakit ini
hingga kita bisa diutus untuk
memberitakan injil.  Pewartaan injil akan menjadi efektif bila kita ini
mengalami Allah meraja itu. Saat ini Allah telah menjadi Raja dalam nurani
kita. Ketika berani mengusahakan norma keadilan, kebijakan,
hukum. Itulah panggilan setiap orang percaya, seperti dikatakan oleh rasul
Paulus : Kerena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan
untuk memegahkan diri sebab itu adalah keharusan bagiku (I kor 9:16). Apa
yang dikatakan oleh Paulus itu harus menjadi dasar untuk membangun kembali
ikatan persaudaran anak bangsa ini,  dengan mengikis habis budaya ingin
menang sendiri, memegahkan diri paling hebat, tahu segalanya, dsb. Dengan
kata lain, budaya sok tahu, egoistis, pameristis harus diubah bersama .

Mengubahnya paling utama adalah diriku sendiri mau bertobat. Intinya adalah
kembali kepada aku, apakah memiliki kepekaan terhadap injil. Dimana aku mau
melibatkan diriku kepada sesamaku.  Disitulah Allah akan meraja. ***

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke