'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Selasa, 7 Maret 2000 ================================= *Polisi Amankan Empat Saksi Kasus Matori *Orang PDI-P Ditengarai Ada yang Menjadi Calo *Puluhan Ribu Aktivis Dan Simpatisan GAM Sudah 'Bertobat' *Masyarakat Kecewa, Megawati Persingkat Kunjungan ----------- *Could We Be Wrong? *Civil rights, religious leaders campaign to boost census response rate ++++++++ Polisi Amankan Empat Saksi Kasus Matori * Kapolri: Anggota DPR Bisa Miliki Senjata Api --------------------------------------------------------- Jakarta, Kompas Sampai hari Senin (6/3) malam, polisi telah "mengamankan" empat saksi yang diduga kuat terlibat, melihat, atau mengetahui peristiwa percobaan pembunuhan terhadap Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Matori Abdul Djalil. Diharapkan dalam waktu dekat, polisi dapat menangkap dan mengungkap pelaku utama tindak kejahatan itu. "Paling tidak terdapat empat orang yang telah kami amankan," ungkap seorang perwira polisi, yang menolak disebut namanya, di Direktorat Reserse Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, Senin. Sementara itu, Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Letjen (Pol) Rusdihardjo mengatakan, pimpinan DPR dapat mengajukan kepemilikan senjata api organik kepada pimpinan Polri sesuai dengan jumlah anggota. Menjawab pertanyaan anggota Komisi II DPR di gedung MPR/DPR, Senin, Rusdihardjo menyatakan, anggota DPR memenuhi persyaratan untuk memiliki senjata api organik. Dan, untuk kepemilikannya dapat dimulai dari pimpinan Dewan selanjutnya baru para anggota. Lengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/0003/07/UTAMA/poli01.htm Orang PDI-P Ditengarai Ada yang Menjadi Calo --------------------------------------------------------- JAKARTA-Kongres PDI-P di Semarang hendaknya tidak hanya melegitimasi terpilihnya kembali Ketua Umum DPP Megawati Soekarnoputri, tetapi perlu mengevaluasi anggota legislatif hasil Pemilu 1999. Selain itu juga perlu memilih seorang yang mampu mengelola partai untuk mengimbangi rangkapan jabatan Megawati sebagai ketua umum dan wakil presiden. Orang yang dipilih mesti tidak merangkap jabatan di legislatif atau eksekutif. Hal itu terungkap dalam diskusi interaktif Forum Aktivis PDI-P di Jakarta, kemarin. Diskusi itu dilaksanakan untuk memberikan masukan kepada peserta kongres, sekaligus mengkritisi keberadaan partai pemenang Pemilu 1999 tersebut. Forum itu sendiri mendukung seandainya Megawati terpilih menjadi ketua umum. Namun mereka akan bersikap kritis dengan melihat kasatmata terhadap kader-kader serta tokoh yang berperilaku tidak sesuai dengan cita-cita partai. Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0003/07/nas6.htm Puluhan Ribu Aktivis Dan Simpatisan GAM Sudah 'Bertobat' ----------------------------------------------------------------------- TEMPO Interaktif, Lhokseumawe: Danrem 012/Teuku Umar Kol (CZI) Syarifuddin Tippe menyatakan bahwa sekitar 50 ribu aktivis dan simpatisan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) telah mengucapkan ikrar "bertobat" serta setia kepada Negara Kesatuan RI, Pancasila dan UUD 1945. Ide pernyataan sikap setia dan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi itu, tutur Syarifuddin, pertama kali dilakukan oleh masyarakat di Kabupaten Aceh Singkil, akhir Januari lalu. "Saya bersyukur mereka telah sadar atas kekeliruan selama ini," ungkapnya kepada wartawan disela-sela kegiatan "Safari Spritual" dua hari ke wilayah Aceh Barat dan Aceh Selatan, Minggu (5/3) kemarin. Masyarakat yang telah mengucapkan ikrar tersebut antara lain berasal dari Kecamatan Krueng Sabee, Woyla dan Kawai XVI (Aceh Barat) serta sekitar 3.500 orang simpatisan GAM wilayah Kecamatan Sawang, Aceh Selatan. Ucapan ikrar aktivis GAM itu semuanya dilakukan dalam upacara khusus yang disaksikan unsur Muspida Aceh Barat dan Aceh Selatan, termasuk tokoh adat, pemuka agama serta kaum wanita. "Kami tidak merekayasa. Surat penyataan ikrar itu pun mereka yang membuat sendiri sehingga bentuk dan kalimatnya sangat beragam," kata Syariffuddin lagi. "Pendekatan agamis dan kulural yang kami lakukan tampaknya menyentuh hati masyarakat, dan saya pun siap menerima serta memaafkan mereka," katanya lagi. Lengkapnya: http://www.tempo.co.id/harian/include/index.asp?file=632000-112 Masyarakat Kecewa, Megawati Persingkat Kunjungan ---------------------------------------------------------------- Medan - 07 Mar 00 00:25 WIB (Astaga.com) Ribuan warga Medan yang telah bersiap-siap menyambut kedatangan Wapres Megawati Soekarnoputri, mulai dari pengungsi Aceh, kaum nelayan, anak-anak sekolah, unsur Muspida hingga para penari, akhirnya harus mereguk kecewa, karena tiba-tiba Wapres membatalkan semua jadwal kegiatannya di Medan. Kedatangan Megawati di Medan yang semula dijadwalkan selama dua hari (6-7 Maret 2000), ternyata hanya berlangsung beberapa jam saja, hanya untuk membuka Rakernas KNPI Tk-I se-Indonesia. Setelah itu, Mbak Mega - sapaan akrab Megawati Soekarnoputri - langsung kembali ke Jakarta, sehingga sejumlah jadwal kegiatannya di Medan, batal. Batalnya sejumlah kegiatan Megawati itu, membuat kecewa panitia penyambutan dan masyarakat setempat, yang sudah sejak lama mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Wapres. Semua persiapan penyambutan Wapres menjadi kacau, misalnya di Perkampungan Nelayan Indah, ratusan murid-murid sekolah dan kaum nelayan tanpa menghiraukan panas yang menyengat rela berbaris di sepanjang jalan selama berjam-jam untuk menyambut kedatangan Megawati. Demikian juga panitia penyambutan dari Pemda Medan, selama sepekan sebelum kedatangan Wapres, telah sibuk mempersiapkan lokasi dengan membuat panggung, memasang umbul-umbul dan mengecat rumah nelayan, sementara para penari yang telah bersolek bersama group musiknya, juga harus "menelan" kecewa karena Wapres membatalkan kunjungannya. "Semuanya jadi sia-sia, padahal anggaran dan persiapan yang dikeluarkan untuk penyambutan Wapres tersebut diperkirakan cukup besar," komentar salah seorang PNS di Pemda Medan. Lengkapnya: http://www.astaga.com/Article/1,1635,2935,00.html ______________ Could We Be Wrong? ------------------------- M O U N T A I N V I E W, Calif., March 6 - It is now almost exactly 40 years since Frank Drake first swung a radio telescope in the direction of a nearby star, hoping to tune in someone else's civilization. But so far, the aliens have kept their own company. Could we be barking up the wrong tree? Most SETI experiments have looked for radio or infrared signals that wash over our planet from afar. These can propagate at a goodly clip, the speed of light. But even so, it might frustrate an advanced society to keep in touch using signals that require dozens or hundreds of years to get from transmitter to receiver. Why wouldn't sophisticated beings use something a little faster? Perhaps we haven't found signals because the aliens possess better technology. Unknown Physics This is reminiscent of an observation made by Carl Sagan long ago, when he remarked on the remote societies of Borneo who communicated by runner and drum, thoroughly oblivious to the radio broadcasts all about them. More: http://abcnews.go.com/sections/science/DailyNews/exped_seti000306_part4.htm l Civil rights, religious leaders campaign to boost census response rate --------------------------------------------------------------------------- ------- WASHINGTON -- Leaders from Catholic, Jewish and Muslim communities joined civil rights officials in pledging to persuade hard-to-count populations of the need to accurately and completely respond to Census 2000. "Over this next month, clergy from the pulpits, teachers in the classrooms, volunteers throughout our churches, mosques, temples and synagogues will be engaged in this effort," Rabbi David Saperstein, director of the Union of American Hebrew Congregations, said Monday at a news conference. "They will encourage members to fill out forms, will address the concerns and allay fears that prevent some from responding," Saperstein said. The partnership with religious leaders is one of the ways the Census Bureau is hoping to minimize the number of people overlooked in the nation's once-a-decade population tally. More: http://cnn.com/2000/US/03/06/census.religious/index.html "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
