'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Kamis, 9 Maret 2000 ================================= *Bakorstanas Bubar, Litsus Dihentikan *Kerugian Akibat Kerusuhan Malra Rp 300 Miliar *Pemeriksaan Soeharto Batal *Bursa Ketum PDIP Dimyati - Eros Jarot Maju Terus ---------------- *Slow Return From Extinction *Ex-SAS men in secret rescue ++++++++++++++ Bakorstanas Bubar, Litsus Dihentikan * Sudomo: Harusnya Sejak Dulu --------------------------------------- Jakarta, Kompas Pemerintah memutuskan untuk membubarkan Badan Koordinasi Bantuan Pemantapan Stabilitas Nasional (Bakorstanas) karena lebih banyak menimbulkan keruwetan daripada menyelesaikan masalah. Pemerintah juga menghentikan kegiatan penelitian khusus (Litsus) bagi masyarakat. Demikian Menteri Sekretaris Kabinet Marsillam Simanjuntak, Menteri Hukum dan Perundang-undangan Yusril Ihza Mahendra, serta Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) Letjen Arie J Kumaat, setelah Sidang Kabinet di Bina Graha, Jakarta, Rabu (8/3). Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), kata Marsillam Simanjuntak, menganggap Bakorstanas hanya merupakan perangkat yang menimbulkan keruwetan di tingkat pusat maupun daerah. "Sekarang bukan zamannya lagi karena itu Presiden mencabut Keppres No 29 Tahun 1988 tentang Bakorstanas dan Keppres No 16 Tahun 1990 tentang Litsus," kata Simanjuntak. Yang dilakukan pemerintah sekarang, kata Simanjuntak, berprasangka baik (husnudzan) kepada semua orang. "Semua dianggap bersih sebelum dibuktikan kotor. Tidak ada yang dianggap sebagai ancaman, sampai ancaman itu timbul, dan dideteksi oleh intelijen," papar Simanjuntak. Lengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/0003/09/UTAMA/bako01.htm Kerugian Akibat Kerusuhan Malra Rp 300 Miliar --------------------------------------------------------- Ambon - 09 Mar 00 06:38 WIB (Astaga.com) Kerugian akibat kerusuhan bernuansa SARA yang melanda wilayah Maluku Tenggara (Malra) mencapai RP 300 miliar, demikian disampaikan Bupati Malra, Husein Rahayaan menjawab pertanyaan wartawan di Ambon, Rabu (8/3). Namun, Rahayaan mengakui, hingga kini pemerintah pusat belum perhatian yang signifikan terhadap dampak dari kerusuhan tersebut. "Kerusuhan mengakibatkan sedikitnya 3.000 unit rumah penduduk di 50 desa di Kecamatan Kei Kecil dan Kei Besar hancur dan terbakar," katanya. Rahayaan mengatakan, untuk memulihkan situasi dan kondisi di Maluku Tenggara dibutuhkan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp50 miliar. Lengkapnya: http://www.astaga.com/Article/1,4177,3241,00.html Pemeriksaan Soeharto Batal ---------------------------------- JAKARTA - Setelah dinanti sejak siang hari, pemeriksaan kesehatan Soeharto di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), sebagaimana dikatakan Jaksa Agung Marzuki Darusman SH sehari sebelumnya, batal dilaksanakan. Dari pantauan Suara Merdeka hingga pukul 20.25 WIB, tidak ada tanda-tanda kedatangan rombongan mantan presiden RI tersebut. Sebenarnya ketidakhadiran Soeharto sudah diketahui para wartawan beberapa jam sebelumnya. Pada kontak terakhir antara wartawan yang stand by di RSCM dan kuasa hukum Soeharto, Juan Felix Tampubolon SH, sekitar pukul 19.50 WIB, diketahui Soeharto tidak dapat datang ke RSCM. Saat dihubungi Juan masih berada di kediaman Soeharto di Jalan Cendana, Jakarta Pusat. Kepada wartawan bahkan Juan mengatakan, pernyataan Jaksa Agung yang disusul dengan pernyataan Direktur Tindak Pidana Korupsi Chairul Imam SH di TVRI adalah berita bohong. Pria berkacamata tersebut lewat handphone-nya menyarankan Kejakgung bertindak proporsional. Dalam arti jangan terlalu ikut campur urusan tim dokter. Walaupun Juan telah menjelaskan, para wartawan belum juga beranjak meninggalkan RSCM. Karena sejak sore memang sudah ada persiapan di Paviliun Cendrawasih untuk menyambut kedatangan Soeharto. Lengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/0003/09/nas1.htm Bursa Ketum PDIP Dimyati - Eros Jarot Maju Terus ---------------------------------------- detikcom - Jakarta, Dua tokoh PDIP, Dimyati Hartono dan Eros Jarot, memasti kan untuk maju terus bersaing dalam bursa ketua umum (ketum) PDIP. "Biarpun nanti terlempar dari PDIP, tak masalah," ujar Dimyati. Penegasan Dimyati dan Eros itu mengemuka dalam sebuah acara talkshow di Radio Trijaya FM yang dimulai pukul 07.00-08.15 WIB, Kamis (9/3/2000). Sebagaimana diketahui, kedua orang ini menyatakan diri untuk maju berkompetisi dengan Megawati untuk memperebutkan kursi ketua umum partai besar itu. Eros sendiri tak menyatakan secara eksplisit penegasannya. "Yang menentukan ketua umum itu bukan DPP atau DPD, melainkan peserta kongres. Dan peserta kongres pun belum menentukan sikap hingga kini. Saya harap teman-temen memahami ini. Jadi saya menempatkan di posisi yang terbuka," kata Eros Jarot. Kongres PDIP akan digelar pada akhir Maret 2000 di Semarang. Lengkapnya: http://detik.com/peristiwa/2000/03/09/200039-083704.shtml ___________________ *Slow Return From Extinction ------------------------------------ March 8 - For all practical purposes, when a species is gone, it's gone. Scientists analyzed fossils and calculated it takes about 10 million years after a plant or animal becomes extinct before anything resembling it reappears. "When we got that result, I was just stunned," said James Kirchner, a geologist at the University of California at Berkeley who conducted the analysis with Duke University biologist Anne Weil. Future Looks Grim Kirchner and Weil said the analysis confirms the fears of many scientists worried about the increasing loss of plant and animal life. Biologists estimate that up to half of the known animal and plant species in the world could be wiped out within a century. "It's not just, 'Stop the extinction!' and things bounce back immediately. Rather, the recoveries required the fabric of the ecosystem to be rebuilt, and it takes a long time," said Douglas Erwin of the National Museum of Natural History in Washington. Stanford University biologist Paul Ehrlich, author of the 1968 best seller The Population Bomb, said the research suggests the near future may be grim. "We're going to turn into weedy world," he said. "The kinds of organisms that persist are weeds, rats and insects." More: http://abcnews.go.com/sections/science/DailyNews/extinction000308.html *Ex-SAS men in secret rescue ------------------------------------ An undercover team of former SAS soldiers has rescued a wealthy businessman from captivity and brought him to New Zealand. The Chinese Indonesian businessman was believed to be under guard in Auckland last night after a secret operation that reportedly took place practically under the noses of New Zealand forces in East Timor. The agents were working for an Auckland security firm, but are certain to have retained close links with the SAS. Soldiers who leave the tight-knit New Zealand SAS, based at Hobsonville, commonly end up working for security firms all over the world. The work is known in SAS parlance as "in the circuit." Defence ministry officials yesterday denied any knowledge of the raid. The security firm, Onix International Ltd, has a financial link to Labour MP John Tamihere, who sought an assurance from the company yesterday that it had not gone into East Timor More: http://www.nzherald.co.nz/storydisplay.cfm?storyID=124856&thesection=news&t hesubsection=general +++++++++++++++++++++++++++++ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
