************************* Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************* Salam Sejahtera dalam Kasih Kristus, Para Netters yang terhormat, kerusuhan yang terjadi di Morotai Selatan, Minggu, 20 Februari 2000, pukul 21.00 WIT, diawali dengan pelemparan batu dan bom rakitan ke rumah-rumah Kristen di Desa Darame. Seiring dengan pelemparan itu pihak penyerang di Gotalamo memukul tiang listrik sebagai tanda, sehingga desa-desa lainnya (Yayasan, Daruba Pantai) bergabung bersama-samamenyerang warga Kristen di Desa Darame dengan menggunakan parang, panah, tombak, bom rakitan. Pada malam hari itu sebagain warga Kristen masih sempat bertahan dan sebagian telah mengungsi ke asrama Tirtonadi milik TNI AU. Pada malam itu beberapa rumah warga Kristen dirusak dan dibakar oleh massa penyerang. Pada tanggal 21 Februari 2000, sekitar pukul 06.00 WIT terjadi kembali penyerangan terhadap warga Kristen di Desa Darame yang masih bertahan. Terjadi kembali perusakan dan pembakaran terhadap rumah-rumah warga Kristen. Dalam penyerangan itu 8 orang luka parah (warga Kristen), 2 (dua) buah gereja dibakar/dirusak,al: - Gereja Pantekosta - GMIH (Gereja Masehi Injili Halmahera) Akhirnya seluruh warga Kristen Desa Darame mengungsi ke pangkalan TNI AU dan sebagian mengungsi ke Kecamatan Tobelo dengan menggunakan perahu-perahu kecil. Aksi yang sama dilakukan massa penyerang di Daruba, Ibu Kota Kec. Morotai Selatan melakukan pembakaran dan perusakan rumah-rumah penduduk dan rumah-rumah ibadah. Gereja yang dirusak dan dibakar ada 4 buah, al: GMIH, KGPI, Gereja Advent, dan Gereja Pantekosta. Aparat keamanan (TNI Yonif 512 dan 516) di Morotai Selatan tidak dapat sama sekali menghalau maupun mencegah massa penyerang. Tampak bahwa aparat justru memberi peluang bagi massa untuk melakukan penyerangan. Hal ini terbukti pada saat terjadi penyerangan, aparat hanya berpatroli selama 5 menit di tempat kejadian setelah itu pergi. Pada tanggal 24 Februari 2000, warga Kristen di Desa Sabatai Baru kembali mengalami penyerangan dengan menggunakan bom dan senjata rakitan, tombak, dan parang. Warga Kristen di Sabatai Baru, yang berjumlah sekitar 820 orang, menyelamatkan diri ke hutan dan sebagian kecil menyeberang ke Kecamatan Tobelo. Akibat penyerangan itu 2 buah Gereja musnah terbakar (GMIH, GPdI) dan 133 buah rumah warga Kristen dijarah, dirusak dan dibakar. Demikian kronologi kerusuhan yang terjadi di Halmahera Utara. Mari kita dukung dalam doa saudara-saudara kita di Halmahera Utara itu. Sumber: Suara Peduli Halmahera. Salam dan doa, Eskol Net ------------------- "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
