''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Senin, 13 Maret 2000 ================================== @ Menjaring Kejahatan Ekonomi @ TKW Diperkosa dan Disiksa di Sarawak @ Pencucian Uang di Indonesia dan Asia Meningkat @ Tap MPR yang Larang PKI bakal Dicabut @ Ali Moertopo dan Alamsyah Rekayasa Supersemar @ Trasmigran Jawa Terpaksa Tinggalkan Halmahera ------------- Luar Negeri ------------------------ ** Pembantu Dekat Presiden Khatami Ditembak ** 80 Penambang Tewas akibat Ledakan Gas ------------------------------------------------------ '''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Menjaring Kejahatan Ekonomi ------------------------------------ ANALISIS EKONOMI SALAH satu kesimpulan penting Panitia Kerja Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Panja BLBI) adalah adanya indikasi penyimpangan wewenang yang dilakukan oleh pemerintah yang lalu, dalam melahirkan kebijakan liquidity support kepada lembaga perbankan. Dengan kesimpulan itu, maka bolehlah dianggap bahwa segala argumen yang diajukan guna mengurai latar belakang dilahirkannya program BLBI hendak dikubur dalam-dalam. Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/0003/13/utama/menj01.htm TKW Diperkosa dan Disiksa di Sarawak ----------------------------------------------- Pontianak, Kompas FA (18), tenaga kerja wanita Indonesia (TKWI) asal Kalimantan Barat, menderita depresi mental yang sangat berat, diduga akibat diperkosa oleh agennya di Sarawak, Malaysia Timur. Sementara itu 20 TKWI lainnya diintimidasi serta disiksa majikannya sebab mereka tak bersedia menjadi wanita tuna susila. Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/0003/13/UTAMA/tkwd01.htm Pencucian Uang di Indonesia dan Asia Meningkat ------------------------------------------------------------ Sydney, 12 Maret Pencucian uang terus meningkat di beberapa kawasan Asia, seperti India, Indonesia, Filipina dan Cina, termasuk dua wilayah bisnisnya, Makau dan Hong Kong. Meningkatnya pencucian uang tersebut menurut laporan Departemen Luar Negeri AS, Minggu (12/3), akibat korupsi yang berlebihan di kalangan pemerintahan, hukum (kerahasiaan) perbankan yang ketat, serta jaringan perbankan gelap. Operasi pencucian uang itu juga akibat lemah atau tidak adanya hukum antipencucian uang di negara-negara Asia tersebut. Selengkapnya: http://www.suarapembaruan.com/News/2000/03/12/index.html Tap MPR yang Larang PKI bakal Dicabut ------------------------------------------------- Jakarta (Bali Post) - Partai Komunis Indonesia (PKI) sangat mungkin menemukan angin untuk bangkit lagi, mengingat pemerintahan Gus Dur lebih terbuka. Namun, menurut Ketua Partai Murba Hadidjojo Nitimihardjo di Jakarta, Sabtu (11/3), kebangkitan tersebut tidak perlu dikhawatirkan karena yakin PKI tidak akan sekuat dulu. ''Kemungkinan bangkit memang ada. Apalagi, Tap MPR yang melarang partai tersebut akan dicabut. Tetapi saya harap masyarakat tidak khawatir, karena hal itu tidak membahayakan. Bangkitnya partai tersebut bisa dari anak atau cucu para bekas anggota PKI,'' kata Hadidjojo sebagaimana dikutip satunet.com, Minggu (12/3) kemarin. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/3/13/p2.htm Ali Moertopo dan Alamsyah Rekayasa Supersemar ------------------------------------------------------------ * Kesaksian Mantan Pengawal Bung Karno Jakarta (Bali Post) - Masih ingat Soekardjo Wilardjito, mantan pengawal Bung Karno, yang pernah bikin geger atas kesaksiannya soal Supersemar? Kesaksian yang diberikannya akhirnya dibantah, termasuk oleh M. Jusuf, salah satu pelaku sejarah yang menemui Bung Karno di Istana Bogor untuk memperoleh Surat Perintah Sebelas Maret yang kini menjadi kontrovensi itu. Berbicara dalam sebuah seminar, Soekardjo Wilardjito mengatakan, Supersemar yang ditandatangani Presiden Soekarno pada 11 Maret 1966 dini hari sebenarnya merupakan surat mandat yang diberikan kepada Soeharto untuk mengamankan keadaan yang saat itu sedang gawat. ''Seharusnya mandat tersebut diserahkan kembali kepada Soekarno setelah keadaan negara aman, namun oleh anggota MPR/DPR justru dipergunakan untuk mengangkat Soeharto menjadi presiden RI,'' katanya seperti dikutip satunet.com, Minggu (12/2) kemarin. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/3/13/p1.htm Gelombang Pengungsi Terus Berlanjut Trasmigran Jawa Terpaksa Tinggalkan Halmahera ---------------------------------------------- Ternate Sebanyak 270 jiwa warga transmigran dari Kecamatan Kao Pulau Halmahera, Kabupaten Maluku Utara, sejak Jumat hingga saat ini masih diterlantarkan Deptrans dan PPH di Masjid Muhajjirin Falajawa Kotamadya Ternate. Sementara yang telah berangkat menuju daerah asal di Pulau Jawa dengan KM Lambelu, Sabtu (11/3) malam sebanyak 550 jiwa juga dari kecamatan Kao. Warga transmigram terpaksa meninggalkan Pulau Halmahera menyusul kerusuhan bernuansa SARA di Provinsi Maluku Utara itu. Selengkapnya: http://www.jawapos.co.id/ ------------- Luar Negeri ------------------------ Pembantu Dekat Presiden Khatami Ditembak ----------------------------------------------------- Teheran, Minggu Saeed Hajjarian, arsitek gerakan reformasi Iran dan pembantu dekat Presiden Iran Mohamad Khatami, ditembak orang tak dikenal dari jarak dekat di Teheran, Minggu (12/3). Dari dua tembakan yang dilepaskan, satu peluru menembus pipi kiri dan bersarang di dasar lehernya. Satu lagi tak mengenai sasaran. Menurut sejumlah saksi mata, mantan deputi Menteri Intelijen Iran ini ditembak dari jarak kurang dari tiga meter. "Penembak itu membidikkan senjata (pistol)-nya ke dahi Hajjarian, tetapi karena gemetar, peluru pertamanya mengenai wajah," kata Mahmoud Alizadeh-Tabatabaei, rekan Hajjarian di Dewan Kota Teheran, pada kantor berita Iran, IRNA. Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/0003/13/utama/pemb01.htm 80 Penambang Tewas akibat Ledakan Gas -------------------------------------------------- BARAKOVA - Sebanyak 80 orang penambang tewas, akibat ledakan gas metan di Pertambangan Barakova di daerah Luhansk, Ukraina timur, Sabtu lalu. Minggu kemarin, para istri, ibu, dan teman-teman korban berkumpul untuk mengidentifikasi mayat korban. Laporan media lokal menyebutkan, kecelakaan itu tercatat yang terburuk di Ukrania selama sekurangnya dua dekade terakhir. Menurut para penambang, kecelakaan tersebut kemungkinan disebabkan oleh lemahnya sistem pengamanan. ''Terkutuklah pertambangan ini. Saya benci. Pertambangan ini menewaskan putra saya. Dulu suami saya, dan sekarang putra saya,'' rintih seorang wanita tua di antara kerumunan orang yang berdiri di depan deretan mayat, di kantor utama Pertambangan Barakova. Selengkapnya: http://suaramerdeka.com/harian/0003/13/int3.htm "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
