SARI BERITA : Senin, 10 Januari 2000 ==================================== *Tak Ada Heli Asing ke Ambon *Jangan Hancurkan Sesama Muslim *Gus Dur: Masalah Aceh mendekati penyelesaian --------------------- *China's Close Encounters *Boy lama may seek sanctuary in America +++++++++++ Tak Ada Heli Asing ke Ambon TNI: Filipina Tak Pasok Senjata Megawati Membantah Diam Saja --------------------------------------- JAKARTA - Kasus Ambon yang sudah setahun belum juga tertuntaskan, kemarin kembali memunculkan berbagai kabar tidak jelas, terutama soal senjata api yang disebut-sebut dikirim dari Filipina. Namun oleh Kapuspen Mayjen TNI Sudrajat, hal itu dikatakan tidak benar. ''Saya bantah bahwa itu tidak benar kalau ada kabar sebuah heli dari Pulau Davao memasok senjata ke Ambon. Jadi jelasnya, tak ada heli asing masuk ke Ambon,'' tandasnya kepada wartawan saat open house di kediamannya, di bilangan Bintaro, Jakarta Selatan, kemarin (9/1). Menurut Kapuspen, kita jangan sembarangan menuduh negara lain. Di samping itu, ia berpendapat, konflik di Ambon bukan konflik antaragama. ''Ini konflik antarmasyarakat, bukan antaragama,'' ungkapnya. Karena bukan konflik antaragama, kata Sudrajat lagi, warga Maluku tidak berjuang untuk agama Islam atau Kristen. ''Yang diperlukan sekarang adalah solidaritas agama yang harus dipupuk, bukan dikerdilkan.'' Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0001/10/nas2.htm Jangan Hancurkan Sesama Muslim ------------------------------------------ JAKARTA (Media): Presiden Abdurrahman Wahid mendesak umat Islam --terutama di Maluku -- untuk tidak menghancurkan sesama umat Islam demi keuntungan politik tertentu. ``Agama dijadikan alat politik untuk menundukkan sesama kaum muslim,`` kata Kepala Negara menjawab seorang jemaah Mesjid Baiturrahim, di kompleks Istana Merdeka, setelah berlangsungnya salat Jumat pekan lalu. Gus Dur mengatakan, di Maluku Utara sekarang ini ada penduduk yang justru beragama Islam memanfaatkan umat beragama lain untuk membantai umat Islam dalam pertikaian bernuansa SARA. Karena itu; ``Kita harus berbuat semaksimal mungkin, sebisa mungkin agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan``. Seorang jemaah, purnawirawan dengan pangkat terakhir sersan mayor TNI-AL dan pernah menjabat kepala desa di Maluku Tengah, mengusulkan kepada Kepala Negara agar mengirimkan barisan jin yang selama ini didengarnya `mengawal Gus Dur`. Sambil bercanda Gus Dur berkata; ``Terima kasih. Ini ada ABRI masuk desa, sekarang ada jin masuk politik ha... ha... ha... Saya sendiri tidak pernah melihat jin dan tidak pernah tahu-menahu tentang adanya jin itu. Kalau dianggap saya dikawal jin, ya alhamdullilah`` Lengkapnya: http://www.mediaindo.co.id/detail_news.asp?id=2000011000210885 Gus Dur: Masalah Aceh mendekati penyelesaian --------------------------------------------------------------------------- ----- satunet.com - Presiden KH Abdurrahman Wahid menjanjikan, masalah Aceh tengah mendekati penyelesaiannya, namun detilnya tak bisa diungkapkan karena bisa membatalkan semua proses perundingan. "Untuk Aceh, Insya Allah telah mulai mendekati penyelesaian. Saya belum berani bilang apa-apa dalam hal ini, nanti merusak proses yang sedang berjalan," jelas Presiden seperti dikutip harian pagi Kompas edisi Senin ketika beramah-tamah dengan sekitar 1.000 tokoh ninik mamak, alim ulama, dan cerdik pandai Sumbar di Padang, Minggu. Masih dalam kesempatan yang sama ditegaskan oleh kepala negara, penyelesaian masalah Aceh tengah memasuki tahap perundingan-perundingan, termasuk juga permintaan agar panglima GAM di Aceh Tengku Abdullah Syafei bisa menghadiri seminar tanggal 25 Januari nanti di Banda Aceh tanpa mesti khawatir ditangkap. "Saya sudah perintahkan kepada Panglima TNI dan Kapolri, tolong jaga keamanannya. Jangan diperlakukan sebagai Diponegoro dulu. Kita bukan bangsa penjajah. Tak usah takut, itu saudara kita semua," ungkap Gus Dur seperti dikutip Kompas. Lengkapnya: http://www.satunet.com/artikel/isi.html?id=4280 ---------English Section------- China's Close Encounters -------------------------------- The Christian Science Monitor B E I J I N G - Long isolated by great walls of xenophobia, China is curiously entering the new century by trying to build bridges of communication with extraterrestrials. Amid a wave of UFO sightings and the rise of a generation bred on Star Wars and The X-Files, Chinese space scientists are mapping out plans to find and explore life beyond Earth. "China is planning to build a gigantic radio telescope that will search for signs of and signals from extraterrestrial intelligence," says Zhao Fuyuan, an astronomer at the prestigious Chinese Academy of Sciences. "The telescope will work like the SETI program . by tracking radio signals" from the cosmos, Zhao says. The academy has drawn up its own SETI plan and awaits funding to begin construction at a time when citizens of other planets seem to have launched an invasion of the Middle Kingdom: Chinese newspapers and broadcasters, even the normally staid, state-run Chinese Central TV, are stepping up reports of close encounters here with aliens. More: http://abcnews.go.com/sections/science/DailyNews/chinaspace000107.html Boy lama may seek sanctuary in America ------------------------------------------------ THE 14-year-old Tibetan spiritual leader who trekked across the Himalayas to flee Chinese communist rule might go to America if India refuses him political asylum. Spiritual mission: the Karmapa Lama returns to his guesthouse after meeting the Dlai Lama The Karmapa Lama was in hiding last night after leaving a guesthouse run by the Tibetan government-in-exile shortly before dawn yesterday "for his own safety". The move was an apparent response to threats made against him by Tibetan opponents and any attempt by the Chinese to recapture him. The teenager was taken to a safe house and is expected to move shortly to a monastery close to the northern Indian town of Dharamsala. A final decision on asylum in India is expected to be made in New Delhi this week. But officials at the Indian foreign ministry have indicated to the Tibetan government-in-exile in Dharamsala that his request may be refused. More: http://www.telegraph.co.uk/et?ac=001555271909488&rtmo=LbilGhhd&atmo=HHHHH8w L&pg=/et/00/1/10/wlama10.html +++++++++++ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
