'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Jumat, 31 Maret 2000
==================================
~ Bank Bali Dikembalikan kepada Pemiliknya
~ Kasus Santet Banyuwangi kembali Bergejolak
~ Hadapi Panggilan Terakhir Kejakgung
~ Jutaan PNS Ancam Mogok dan Turun ke Jalan
~ Mahasiswa - Aparat Bentrok di Cendana
~ Setelah Bob Hasan, Giliran Prajogo Ditindak
~ Gus Dur Larang Menteri Bepergian ke Luar Negeri
-------------------- Luar Negeri ---------------------------
PBB Kecam Perlakuan atas Aborigin, Australia Gusar
---------------------------------------------------------------
SELAMAT MEMBACA
''''''''''''''''''''''''''
Bank Bali Dikembalikan kepada Pemiliknya
---------------------------------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Gugatan Rudy Ramli -- mantan Direktur Utama PT Bank Bali -- yang
mempersoalkan SK Gubernur Bank Indonesia No. 1/14/KEP.PG/1999 yang
menetapkan bank swasta nasional itu menjadi Bank Take Over (BTO),
dikabulkan PTUN Jakarta Kamis (30/3) kemarin.
Amar putusan yang dibacakan majelis hakim PTUN Jakarta yang diketuai
Sudarko menyatakan, SK Gubernur BI tertanggal 23 Juli 1999 itu tidak sah
serta memerintahkan Gubernur BI mencabut SK tersebut. Konsekuensi yuridis
atas pembatalan SK itu, BPPN yang kini mengelola Bank Bali dinilai tidak
berdasar lagi. Dengan kata lain, penyerahan Bank Bali kepada BPPN dengan
sendirinya batal demi hukum.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/3/31/n4.htm

Kasus Santet Banyuwangi kembali Bergejolak
------------------------------------------------------
Surabaya (Bali Post) -
Kasus pembantaian orang yang dituduh sebagai dukun santet yang terjadi
tahun 1998 dan pernah menggegerkan Indonesia ini, akhir-akhir ini kembali
bergejolak di wilayah Banyuwangi. Korbannya Basar, warga Jiningsari,
Genteng, Banyuwangi yang dihabisi massa.
Untuk mengantisipasi agar kasus ini tidak merembet lebih besar lagi, Polda
Jatim menurunkan Tim Elite. Tim ini diterjunkan sejak Rabu (29/3) setelah
muncul kasus baru. Kadispen Polda Jatim, Letkol Pol. Drs. Sutrisno TS
mengatakan hal itu Kamis (30/3) kemarin.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/3/31/n1.htm

Hadapi Panggilan Terakhir Kejakgung
---------------------------------------------
JAKARTA -- Meski Kejaksaan Agung melayangkan surat panggilan ketiga, tim
penasihat hukum mantan Presiden Soeharto tetap ngotot tidak akan
menghadirkan kliennya. Padahal, kata Direktur Tindak Pidana Korupsi,
Chairul Imam, panggilan ini upaya terakhir kali, yang bila ditolak bisa
diadakan penjemputan langsung oleh kejaksaan.
Juru bicara tim penasihat hukum Soeharto, Juan Felix Tampubulon, mengatakan
pihaknya tetap akan menolak mendatangkan Soeharto karena mereka berpatokan
pada hasil tim medis RSCM yang ditunjuk oleh Kejaksaan Agung. ''Hormati
dong hak asasi Pak Harto. Kami sudah mengajukan hasil tim medis dari RS
Pertamina, lalu kami menuruti supaya Pak Harto diperiksa oleh tim medis
RSCM,'' katanya di Jakarta, Kamis (30/3).
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2003/31/14308.htm

Jutaan PNS Ancam Mogok dan Turun ke Jalan
Jika Kenaikan Tunjangan Pejabat Tak Dibatalkan
----------------------------------------------------------
JAKARTA-Penolakan atas kenaikan tunjangan pejabat struktural terus mengalir
ke DPR. Bahkan pengurus Korpri secara tegas mengkhawatirkan, jika kebijakan
itu tidak ditunda atau direvisi, 4,1 juta PNS golongan I dan II serta
golongan di atasnya yang tidak menduduki jabatan, akan turun ke jalan.
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Korpri Feisal Tamin dalam dialog antara
pengurus Korpri Pusat dan pimpinan DPR kemarin mengakui, pihaknya menerima
desakan agar seluruh anggota Korpri terutama golongan I, II, dan III turun
ke jalan.
"Sedih sekali kalau baju ini digunakan untuk turun ke jalan," katanya
sambil memegang bajunya ketika mengawali pengantar dialog. Feisal juga
mengungkapkan, ada desakan agar Korpri bersama jutaan PNS melakukan aksi
"mengheningkan cipta" di kantor setiap tiga jam sekali.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0003/31/nas16.htm

Mahasiswa - Aparat Bentrok di Cendana
------------------------------------------------
JAKARTA - Ketidakhadiran Soeharto atas pemanggilan Kejaksaan Agung kemarin
membuahkan bentrok. Karena dianggap penanganan dengan prosedur hukum yang
berlaku malah membuat kasus ini berlarut-larut, ratusan mahasiswa yang
tergabung dalam Forum Kota (Forkot) mempunyai upaya radikal untuk mengambil
Soeharto dan menyerahkannya ke Kejaksaan Agung.
Upaya radikal tersebut menimbulkan bentrok dengan aparat keamanan yang
berupaya menghambat maksud mereka. Aparat keamanan dari Brimob tersebut
sedikitnya mengeluarkan enam tembakan gas air mata untuk membubarkan
ratusan anggota Forkot yang sore kemarin tampak nekat. Selain itu dengan
mengayunkan pentungan aparat merangsek maju ke mahasiswa yang makin tak
terkendali.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0003/31/nas14.htm

Setelah Bob Hasan, Giliran Prajogo Ditindak
-----------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Wakil Ketua DPR AM Fatwa mendukung penahanan dan pengusutan terhadap
pengusaha pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) yang disebutnya dengan
istilah "Raja Hutan", seperti Muhammad "Bob" Hasan oleh Kejaksaan Agung
belum lama ini. Setelah Bob Hasan, Kejakgung juga segera melakukan tindakan
hukum terhadap "Raja-raja Hutan" lain, seperti Prajogo Pangestu dan
lainnya. "Dua nama itu memang sudah sejak lama saya minta kepada Jaksa
Agung yang lalu, AM Ghalib, untuk segera ditindaklanjuti. Keduanya ini
bertanggung jawab terhadap kerusakan hutan dan kekayaan alam kita. Namun,
karena ada kepentingan politis, hal itu tidak ada realisasinya," ujarnya,
usai membuka Lokakarya Nasional "Kebijakan Pemerintah di Bidang Kehutanan
dalam Kaitannya dengan Pelaksanaan Otonomi Daerah", di Jakarta, Kamis
(30/3).
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/0003/31/utama/sete11.htm

Gus Dur Larang Menteri Bepergian ke Luar Negeri
* "Review" LOI Dilangsungkan Sabtu
------------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) meminta para menteri, kecuali Menteri
Luar Negeri (Menlu), untuk tidak berpergian ke luar negeri selama proses
review atas Letter of Intent (LoI) dengan Dana Moneter Internasional (IMF)
berlangsung. Dan, hari Sabtu (1/4) besok, Gus Dur akan memimpin sidang
kabinet dalam rangka mengevaluasi perkembangan review LoI itu.
Menlu Alwi Shihab mengemukakan hal itu, Kamis, menjawab pertanyaan pers
setelah mengantar Kepala UNTAET Sergio Vierra de Mello bertemu Gus Dur di
Bina Graha Jakarta. "Gus Dur mengimbau kepada semua menteri untuk memiliki
sense of urgency," kata Shihab.
Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/0003/31/UTAMA/gusd01.htm

-------------------- Luar Negeri ---------------------------
PBB Kecam Perlakuan atas Aborigin, Australia Gusar
---------------------------------------------------------------
DISAMBUT ABORIGIN: Ratu Elizabeth dari Inggris disambut dengan tarian
tradisional Aborigin saat berkunjung di Alice Spring Desert Park, Kamis
kemarin, dalam rangkaian lawatannya di Australia. (Foto:Suara
Merdeka/rtr-52)
CANBERRA - Australia yang gencar mempersoalkan pelanggaran HAM di
negara-negara lain, khususnya Timor Timur, juga tak luput dari kasus
pelanggaran HAM di negerinya sendiri terhadap warga pribumi Aborigin.
Akibat kecaman keras lembaga internasional. Australia gusar dan Kamis
kemarin mengancam akan menarik diri dari partisipasinya dalam sistem komite
traktat PBB.
Komite PBB untuk Penghapusan Diskriminasi Rasial (CERD) mengecam keras
Australia menyangkut UU hak-hak tanah Aborigin dan UU hukuman otomatis
(wajib) untuk para residivis yang sebagian besar adalah warga Aborigin.
Menteri Luar Negeri Alexander Downer berkilah, pemerintah merasa muak
dengan pendekatan sepihak dan politik kasar CERD. Selengkapnya:
http://www.suaramerdeka.com/harian/0003/31/x_int.html


"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke