'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Jumat, 25 Februari 2000
===================================
** Sahetapy Jadi Penasihat Gus Dur
** Ungkap Kasus Marsinah,
Dewan akan Panggil Hartono
** Bentrokan Baru di Bacan, 12 Tewas
** Pemilu 2004, Waktu Tepat untuk
Pemilihan Presiden Secara Langsung
** Amien: Pemilihan Presiden Langsung Susah Waktunya
** Penggantian Anggota DPA, Tunggu Hasil BP MPR
** ICW Serahkan Bukti Penyelewengan BPPC
------------- Luar Negeri ---------------------
@ Konflik SARA Ancam Keutuhan Nigeria
@ Brunei Gugat Adik Sultan
--------------------------------------
S E L A M A T M E M B A C A
''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
///////////////////////////
Sahetapy Jadi Penasihat Gus Dur
----------------------------------------
JAKARTA-Meski sudah didampingi empat sekretaris dan sejumlah lembaga
penasihat, Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) masih belum puas juga.
Kemarin dia membentuk satu lembaga baru, yakni Komisi Hukum Nasional.Komisi
yang dipimpin ahli hukum Unair Prof Dr J.E. Sahetapy ini bertugas
memberikan pertimbangan-pertimbangan soal hukum kepada presiden.
Para tokoh yang masuk dalam komisi tersebut semula dijadwalkan akan
dilantik presiden. Tetapi karena kemarin presiden sakit dan harus menjalani
general check up, akhirnya pelantikan dilakukan Wapres Megawati
Soekarnoputri.
Selengkapnya: http://www.jawapos.com/
Ungkap Kasus Marsinah,
Dewan akan Panggil Hartono
----------------------------------
Surabaya (Bali Post) -
Ketua Komisi A DPRD Jatim, Djarot mengatakan, pernyataan Pangdam Brawijaya
yang saat peristiwa kematian Marsinah dijabat Mayjen TNI Hartono sangat
penting untuk mengungkap kasus kematian buruh pabrik itu. Mengingat Hartono
membantah keras kalau dia yang menjabat Pangdam saat tewasnya Marsinah.
Demikian dikatakan Djarot saat menerima Mayor Soegeng yang selama ini
dituduh sebagai pelaku pembunuh Marsinah, Kamis (24/2) kemarin Djarot dari
Fraksi PDI-P mengatakan akan memanggil pihak-pihak terkait lainnya, seperti
Jenderal TNI. Hartono dan lainnya untuk mendapatkan informasi lebih
lengkap. Dikatakan, keberadaan Dewan dalam mengungkap kasus Marsinah bukan
untuk tujuan politis atau tujuan lainnya namun ikut membantu aparat untuk
membongkar kasus ini.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/2/25/n1.htm
Bentrokan Baru di Bacan, 12 Tewas
-------------------------------------------
Ambon - 25 Feb 00 04:57 WIB (Astaga.com)
Pertikaian berlatar belakang SARA, kembali pecah di desa Tawa, Pulau Bacan
bagian Timur, Maluku Utara. Sejak Selasa lalu, sedikitnya 12 orang tewas
dan 25 lainnya luka-luka.
Pangdam XVI/Pattimura, Brigjen Max Tamaela, di Ambon, Kamis, mengaku
terlambat menerima laporan tentang pertikaian yang juga mengakibatkan
sedikitnya 95 rumah serta satu tempat ibadah dirusak dan dibakar massa.
"Informasi ini terlambat diterima, karena sulitnya jalur komunikasi ke
Pulau Bacan akibat minimnya sarana dan prasarana komunikasi yang dimiliki
aparat keamanan," katanya.
Selengkapnya: http://www.astaga.com/Article/1,4177,1911,00.html
Amien: Pemilihan Presiden Langsung Sudah Waktunya
----------------------------------------------------------------
Jakarta
Ketua MPR Amien Rais berpendapat, pemilihan presiden secara langsung sudah
waktunya diwujudkan di Indonesia karena masyarakat sudah siap untuk itu.
"Jika belum bisa dilaksanakan 2004, maka setelah tahun tersebut harus sudah
dilaksanakan, sebab jika menunggu kesiapan masyararakat secara penuh, malah
nanti tidak siap-siap," katanya sesuai menerima tim peneliti amandemen
UUD'45 LIPI di ruang kerjanya, Kamis.
Selengkapnya: http://www.jawapos.com/
Pemilu 2004, Waktu Tepat untuk
Pemilihan Presiden Secara Langsung
------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Ahli hukum Todung Mulya Lubis mengatakan, Pemilu 2004 merupakan waktu yang
tepat untuk melaksanakan pemilihan presiden secara langsung. Alasannya,
rakyat Indonesia sudah terlatih memilih figur calon pemimpin karena telah
berpengalaman dalam enam kali pemilu, khususnya Pemilu 1999 lalu. "Kita
tidak boleh menghina kecerdasan rakyat Indonesia. Jadi kurang tepat alasan
bahwa rakyat Indonesia belum mampu memilih presiden secara langsung, itu
sama saja menganggap rakyat Indonesia bodoh," kata Lubis, Kamis (24/2) di
Jakarta, menanggapi pernyataan Menneg Otonomi Daerah Ryaas Rasyid yang
mengatakan bahwa rakyat Indonesia belum siap memilih presiden secara
langsung.
Selengkapnya:
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0002/25/nasional/pemi06.htm
Penggantian Anggota DPA, Tunggu Hasil BP MPR
---------------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Penggantian anggota Dewan Pertimbangan Agung sebaiknya menunggu keputusan
akhir Panitia Ad Hoc (PAH) I Badan Pekerja MPR. Alasannya, lembaga DPA
kemungkinan dihapuskan karena PAH I BP MPR telah mendapat masukan dari
kalangan perguruan tinggi, pakar dan bahkan masyarakat yang menghendaki DPA
dihapuskan.
Hal itu dikemukakan anggota PAH I BP MPR yang membahas amandemen UUD 1945,
Slamet Effendy Yusuf, Rabu (23/2), saat dihubungi Kompas.
Slamet mengatakan, dilihat dari fungsinya, DPA hampir-hampir tidak ada
fungsinya. "Tidak ada nasihat DPA yang betul-betul useful atau meaningful,"
katanya.
Selengkapnya:
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0002/25/nasional/peng06.htm
ICW Serahkan Bukti Penyelewengan BPPC
--------------------------------------------------
JAKARTA - Untuk kesekian kalinya tim Indonesian Corruption Watch (ICW)
mendatangi Kejaksaan Agung. Sekitar pukul 16.00 WIB kemarin, tim ICW yang
terdiri atas Teten Masduki, Apong Herlina, Bambang Widjojanto, dan Iskandar
Sonhaji tiba di Kejakgung. Hadir juga bersama mereka kuasa hukum ICW I
Wayan Sudirta SH.
Menurut penjelasan Sudirta, kedatangan mereka untuk menyerahkan data
tentang penyalahgunaan wewenang yang telah dilakukan Badan Penyangga dan
Pemasaran Cengkih (BPPC) beserta berbagai dampaknya. Selain itu juga
bertujuan meminta Jaksa Agung secara umum membenahi dan memperbaiki sistem
yang ada di instansinya.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0002/25/nas10.htm
-------- Luar Negeri -----------------------
Konflik SARA Ancam Keutuhan Nigeria
-----------------------------------------------
KADUNA - Presiden Nigeria Olusegun Obasanjo dan para pemuka agama setempat,
kemarin memperingatkan kemungkinan terpecahnya kesatuan di negara
berpenduduk terpadat di Afrika tersebut, setelah terjadinya bentrokan
Kristen-Islam yang menewaskan ratusan orang.
Jumlah korban tewas akibat bentrokan selama tiga hari antara pemeluk Islam
dan Kristen di Nigeria utara itu, kemarin meningkat menjadi 300 orang.
Polisi mengatakan sudah berhasil memadamkan aksi kekerasan bernuansa SARA
tersebut.
''Kamar mayat sudah terisi penuh. Itulah sebabnya sebagian jenazah
diletakkan di lantai. Kami tidak punya tempat lain untuk menampungnya,''
kata petugas kamar mayat, Saidu Baku, yang bertugas di RSU Kaduna sejak
kerusuhan merebak Senin lalu.
''Lebih dari 300 orang sudah dibawa ke kamar mayat ini mulai Senin sampai
hari ini (Kamis). Pagi ini polisi mengatakan akan datang untuk membawa
mayat-mayat itu guna dikuburkan massal,'' katanya kepada Reuters.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0002/25/int1.htm
Brunei Gugat Adik Sultan
-------------------------------
Bandar Seri Begawan - 25 Feb 00 06:43 WIB (Astaga.com)
Pemerintah Brunei akan menyeret Pangeran Jefri Bolkiah ke pengadilan dengan
tuduhan menyalahgunakan uang negara.
Kantor Perdana Menteri Brunei Kamis (24/2) menyatakan pemerintah dan Badan
Investasi Brunei (BIA) telah mengajukan gugatannya ke Pengadilan Tinggi
Brunei dan Pengadilan Tinggi Inggris.
Gugatan dilakukan karena adik bungsu Sultan Hassanal Bolkiah itu telah
menarik dan menyalahgunakan uang BIA secara tidak sah pada saat Jefri
menjabat Menteri Keuangan sekaligus Ketua BIA.
Selengkapnya: http://www.astaga.com/Article/1,4177,1912,00.html
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l