''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Jumat, 7 April 2000 ================================ @ Enam Wakil Laskar Jihad Bertemu Presiden @ Pemeriksaan Soeharto Selesai Minggu Ini @ Kami Golongan yang 35 Tahun Digenjet @ Bakorstranas Resmi Bubar 10 April @ KNPI Tolak Usulan Gus Dur @ Gus Dur: Hindu Menuju Era Kebangkitan @ Bentrok di Bandara Malikussaleh @ IMF Setujui Jadwal Baru Reformasi Ekonomi @ Agus Isrok Disidang di Mahmil --------- Luar Negeri -------------------- **Howard Minta Maaf pada Aborigin **Kohl Terancam 6 Tahun Penjara --------------------------------------------- S E L A M A T M E M B A C A '''''''''''''''''''''''''''''''''''''' Enam Wakil Laskar Jihad Bertemu Presiden ---------------------------------------------------- Jakarta, Kompas Enam orang yang mewakili Laskar Jihad Ahlus Sunnah wal Jama'ah diterima Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (6/4). Sementara pembicaraan berlangsung antara Gus Dur dan keenam orang tersebut, ratusan orang dari laskar jihad menggelar demonstrasi di depan Istana Merdeka. Keenam wakil laskar jihad, yaitu Panglima Perang Ahlus Sunnah wal Jama'ah, Ja'far Umar Thalib, Brigjen (Pur) Rustam, Panglima Perang Ambon, Ali Fauzi, Panglima Perang Tidore Abu Bakar Al Banjari, dan Tasrif Tuasikal, masuk ke halaman Istana dari jalan samping kanan sekitar pukul 13.15. Mereka diterima oleh Pejabat Sementara Sekretaris Negara/Sekretaris Pengendalian Pemerintah Bondan Gunawan di sebuah ruang di dekat Wisma Negara. Sekitar pukul 14.07, keenam orang itu masuk ke Istana Merdeka. Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/0004/07/UTAMA/enam01.htm Pemeriksaan Soeharto Selesai Minggu Ini -------------------------------------------------- JAKARTA - Pemeriksaan terhadap Soeharto, yang Senin lalu belum tuntas, besar kemungkinan dilanjutkan hari ini. Pada acara makan siang bersama koresponden media massa asing di Hotel Regent, Rabu lalu, Jaksa Agung Marzuki Darusman menyatakan pemeriksaan terhadap Soeharto diharapkan selesai minggu ini. Marzuki menegaskan bila perlu pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan hari itu juga (Rabu). Namun penegasan tersebut agaknya sekadar lips service di hadapan pers asing. Sebab, pemeriksaan lanjutan tak dilakukan pada hari Rabu itu. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0004/07/nas5.htm Kami Golongan yang 35 Tahun Digenjet ----------------------------------------------- Diskursus menyusul permohonan maaf Gus Dur atas tragedi PKI dan usulan untuk rekonsiliasi dengan golongan tersebut masih terus berlanjut. Banyak tokoh angkat suara, baik dari kalangan pemerintah, kelompok masyarakat, maupun DPR. Tapi bagaimana tanggapan mereka yang menjadi sasaran langsung dari kemarahan dan trauma atas PKI? "Sayang senang, karena Gus Dur sungguh-sungguh dengan ucapannya bahwa kita sedang menuju kepada rekonsiliasi," ujar Sulami yang diwawancarai Tempo Interaktif via teletpon, ketika mengikuti sebuah lokakarya di Yogyakarta, Rabu (5/4). Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/harian/fokus/index.asp?file=fok05042000-3 Bakorstranas Resmi Bubar 10 April ------------------------------------------ TEMPO Interaktif, Jakarta:Tanggal 10 April besok, Badan Koordinasi dan Pemantapan Stabilitas Nasional (Bakorstanas) yang sudah berumur 12 tahun, akan resmi dibubarkan. Pembubaran ini akan dilaksanakan dalam sebuah upacara di Mabes TNI Cilangkap yang dipimpin langsung Panglima TNI Laksamana Widodo AS. Upacara pembubaran itu merupakan tindak lanjut dari Keppres No. 38 tahun 2000 yang dikeluarkan Presiden Abdurrahman Wahid. Dengan pembubaran Bakorstanas, maka secara resmi lembaga penelitian khusus (Litsus), Bakorstanasda dan Posko Kewaspadaan yang ada di Kodim-kodim juga dibubarkan. Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/harian/include/index.asp?file=542000-919 KNPI Tolak Usulan Gus Dur ---------------------------------- Jakarta (Bali Post) - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menolak usulan Presiden KH Abdurrahman Wahid untuk mencabut Tap MPRS Nomor XXV/1966. ''Wah itu bagi kami harga mati. Tidak bisa dicabut,'' tandas Ketua Umum DPP KNPI Adhyaksa, S.H., M.Si. Kamis (6/4) kemarin. Alasannya, kata Adhyaksa, karena komunisme dan marxisme itu ujung-ujungnya ateis. ''Kalau Gus Dur mengatakan bahwa dalam UUD 1945 tidak ada larangan bagi komunis, secara eksplisit memang tidak ada. Tetapi secara implisit ada. Kenapa? Karena dalam sila I Pancasila yang termuat dalam Pembukaan UUD 1945 adalah Ketuhanan Yang Mahaesa. Komunis tidak ber-Tuhan. Jadi secara implisit jelas ada larangan,'' tambahnya. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/4/7/p7.htm Gus Dur: Hindu Menuju Era Kebangkitan ------------------------------------------------ Yogyakarta (Bali Post) - Umat Hindu tidak pernah kehilangan vitalitas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Melalui perayaan Nyepi yang dipusatkan di Candi Prambanan ini, membuktikan Hindu sedang menuju ke era kebangkitan. Demikian dikatakan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) saat Tawur Agung Kasanga di Candi Prambanan, Yogyakarta, Senin (3/4) lalu. Menurut Gus Dur, perayaan Nyepi di Candi Prambanan mengingatkan pada masa Prabu Dharmawangsa saat mendirikan candi tersebut sebagai ungkapan kegembiraan, karena mampu mengatasi tekanan Dinasti Syailendra yang mendirikan Candi Borobudur sebagai simbol Buddha. Tak lama kemudian Dharmawangsa harus pindah ke Jawa Timur karena ada pembalasan dari pihak lawan. Dari sanalah mulai berdiri kerajaan Hindu seperti Kediri, Singasari dan belakangan Majapahit. Baru kemudian agama Hindu dibawa ke Bali. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/4/7/n3.htm Bentrok di Bandara Malikussaleh - Tiga Anggota TNI dan Satu Satpam Tewas ------------------------------------------------------ Lhokseumawe, Kompas Tiga anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), terdiri dari dua anggota Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU dan satu anggota TNI AD, serta seorang anggota satuan pengamanan (Satpam) tewas. Itu terjadi sebagai buntut dari kontak senjata selama setengah jam di sekitar Bandara Malikussaleh, 25 kilo meter dari Lhokseumawe arah ke Banda Aceh, Rabu (5/4) malam. Dalam kontak senjata itu, lima anggota TNI lainnya mengalami luka-luka. Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/0004/07/utama/bent01.htm IMF Setujui Jadwal Baru Reformasi Ekonomi ------------------------------------------------------ Jakarta, Kompas Dana Moneter Internasional (IMF), Rabu (5/4), menyetujui seluruh jadwal baru soal penyelesaian 42 kebijakan yang diusulkan pemerintah. Persetujuan soal reformasi dan restrukturisasi ekonomi itu tercapai setelah mereka melakukan review terhadap letter of intent (LoI). Demikian Menteri Koordinasi Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Menko Ekuin), Kwik Kian Gie, di Jakarta, Rabu (6/4), usai memimpin pertemuan dengan perwakilan IMF di Gedung Bappenas, Jakarta. Di gedung tersebut, Rabu lalu, berlangsung pertemuan Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) dan pembahasan LoI IMF yang dipimpin Kwik. Selengkapnya: http://kompas.com/kompas-cetak/0004/07/utama/imf01.htm Agus Isrok Disidang di Mahmil ------------------------------------- Reporter: A. Asydhad detikcom - Jakarta, Anggota Kopassus Agus Isrok yang juga anak kandung jenderal Subagyo HS, yang terlibat narkoba akan disidangkan kembali Jumat (7/4/2000). Rencananya, Agus disidang di Mahkamah Militer Pondok Kopi, Jakarta, pukul 09.00 WIB. Sebelumnya , Agus telah disidang di PN Jakarta Barat Senin (21/2/2000) lalu. Persidangan tersebut benar-benar bisa dilakukan, setelah ada kepastian jaminan dari Danjen Kopassus Mayjen TNI Syahrir MS. Nasib Agus sendiri, sebagai anggota militer (anggota Kopassus) memang akan dipertaruhkan di pengadilan ini. Pasalnya, jika memang Agus terbukti terlibat narkoba, maka kemungkinan besar Agus akan dikeluarkan dari dinas militernya. Selengkapnya: http://detik.com/peristiwa/2000/04/07/200047-071510.shtml --------- Luar Negeri ------------------ Howard Minta Maaf pada Aborigin ------------------------------------------- CANBERRA - Pemerintah Australia kemarin minta maaf karena telah melukai perasaan warga Aborigin (penduduk asli), setelah sebuah laporan yang membantah adanya ''generasi yang hilang'' membuat hubungan pemerintah dengan Aborigin jatuh ke titik terendah. Generasi yang hilang mengacu pada anak-anak Aborigin yang diambil paksa dari keluarga masing-masing untuk dibesarkan di lingkungan kulit putih. Ketegangan antara pemerintah dan Aborigin meningkat pekan ini, setelah bocoran laporan menyebutkan sekitar 10 persen anak Aborigin yang diambil paksa dari keluarga mereka antara 1920-an dan 1960-an, bukan termasuk generasi hilang. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0004/07/int3.htm Kohl Terancam 6 Tahun Penjara --------------------------------------- Berlin - 07 Apr 00 07:02 WIB (Astaga.com) Mantan kanselir dan Ketua Partai Kristen Demokrat (CDU) Jerman Helmut Kohl, hari Kamis (6/4), akhirnya diajukan ke pengadilan oleh koalisi dua partai yang berkuasa, dengan tuduhan penggelapan informasi sumber dana kampanyenya partai. Jika tuntutan itu dikabulkan, Kohl bakal mendekam 6 tahun di balik sel. Tindakan koalisi dua partai itu (Social Democrat dan Greens) dilakukan menyusul penolakan Hans Terlinden, mantan Kepala Staff CDU semasa Kohl berkuasa, untuk memberikan keterangan tentang bab skandal dana kampanye illegal yang diterima Kohl. Selengkapnya: http://www.astaga.com/Article/0,4536,7940,00.html "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
