'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Senin, 8 Mei 2000
================================
* Sebagian Dokumen Kasus Priok Dimusnahkan
* "Jawa Pos" Minta Maaf Seminggu Berturut-turut
* KMP Masnait Tenggelam, 20 Tewas
* Soeharto segera Diadili

 ---------------- Luar Negeri -----------------------
Kelompok Reformis Unggul dalam Pemilu Iran
--------------------------------------------------------
S e l a m a t   M e m b a c a :
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sebagian Dokumen Kasus Priok Dimusnahkan
-----------------------------------------------------
Jakarta, Kompas
Ketua Komisi Penyelidikan Pelanggaran Hak Asasi Manusia (KPP HAM)
Tanjungpriok Djoko Soegianto mengakui, tidak mudah bagi KPP HAM yang
dipimpinnya untuk mengungkapkan tragedi pelanggaran HAM tahun 1984 di
Tanjungpriok. Karena sebagian dokumen, bukti, atau saksi sudah tak ada
lagi. Bahkan, beberapa dokumen sudah sengaja dimusnahkan.
"KPP HAM misalnya sudah mencari data korban ke Rumah Sakit (RS) Koja,
Jakarta Utara. Diperoleh keterangan, data itu sudah dikirimkan ke Rumah
Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto. Ternyata, dokumen itu
sudah dimusnahkan," jelas Djoko pada wartawan hari Sabtu (6/5) di Jakarta.
Selengkapnya:
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0005/08/nasional/seba08.htm

GP Ansor Sepakat
"Jawa Pos" Minta Maaf Seminggu Berturut-turut
-----------------------------------------------------------
Surabaya, Kompas
Perundingan antara surat kabar Jawa Pos dengan Gerakan Pemuda Ansor Cabang
Kodya Surabaya, berakhir Minggu (7/5) petang sekitar pukul 17.00. Surat
kabar terbitan Surabaya itu mulai Senin memuat permintaan maaf di halaman
satu (depan), sebesar seperdelapan halaman, selama satu minggu. Berikutnya,
memecat tiga wartawan yang menulis berita masing-masing berinisial Zen,
Gie, dan Lex serta bersedia membangun tempat ibadah masjid.
Demikian Ketua GP Ansor Kodya Surabaya Masduki Thoha sembari meminta agar
Barisan Serba Guna (Banser) segera pulang meninggalkan lokasi kompleks Jawa
Pos, karena tiga tuntutan sudah dipenuhi oleh pihak Jawa Pos. "Prinsipnya,
Jawa Pos bersedia membangun masjid dan lokasinya terserah kami. Nilainya
berapa terserah Jawa Pos, yang penting dapat menampung 500 jemaah," ujar
Masduki. Tuntutan GP Ansor itu diajukan kepada Jawa Pos atas berita di
halaman 3 koran tersebut terbitan hari Sabtu.
Selengkapnya:
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0005/08/NASIONAL/jawa06.htm

KMP Masnait Tenggelam, 20 Tewas
------------------------------------------
Ambon (Bali Post) -
Korban meninggal akibat tenggelamnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP)
Masnait di perairan Tanjung Tial, Pulau Ambon mencapai 20 orang. Data yang
dihimpun Minggu (7/5) kemarin hingga pukul 15.45 WIT, dari 20 korban
meninggal, tujuh di antaranya telah diidentifikasi.
Dari 20 korban meninggal, empat di antaranya berhasil ditemukan masyarakat
Tulehu yang ikut membantu pencarian dengan menggunakan Kapal Motor Adelai.
Para korban yang ditemukan itu langsung diserahkan ke awak kapal tag boat
milik PT Kali Manis Group yang ikut melakukan pencarian di sekitar lokasi
musibah, selanjutnya dievakuasi ke Ambon. Upaya pencarian masih terus
dilakukan aparat keamanan bersama masyarakat desa sekitar pesisir pantai
Haruku dan Tanjung Tial, serta masyarakat Desa Passo Kecamatan Baguala,
Kodya Ambon.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/5/8/n2.htm

Soeharto segera Diadili
-----------------------------
Jakarta (Bali Post) -
Kabar gembira bagi mereka yang setuju bila mantan Presiden Soeharto
diadili. Pasalnya, Kejaksaan Agung (Kejakgung) memastikan akan menyeret
penguasa Orde Baru itu dengan hasil pemeriksaan yang sudah tercatat dalam
berita acara pemeriksaan (BAP).
Beberapa waktu lalu, Soeharto sudah menjalani pemeriksaan dan hasil
pemeriksaan itulah nantinya akan dijadikan bahan dalam menyusun surat
dakwaan. ''Dari hasil pemeriksaan itu, jaksa sudah bisa menyusun dakwaan,''
tegas sebuah sumber di Kejakgung, Minggu (7/5) kemarin.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/5/8/n1.htm

---------------- Luar Negeri -----------------------
Kelompok Reformis Unggul dalam Pemilu Iran
-------------------------------------------------------
Teheran- Gerakan reformasi Iran memenangkan dua pertiga dari 66 kursi yang
tersedia dalam pemilihan anggota parlemen, kata kantor berita IRNA, Sabtu
(6/5).
Para reformis yang mendukung Presiden Mohammad Khatami memenangkan lebih
dari 100 kursi dalam pemilihan pertama Februari, tapi hasilnya kemudian
dibatalkan dan mereka terlibat pertikaian dengan kelompok konservatif
menyangkut hasil pemilihan di Teheran. Pertikaian menyangkut kebebasan pers
dan penahanan wartawan-wartawan reformis mewarnai pemilihan hari Jumat.
Hasil-hasil awal dari kantor pusat pemilihan menunjukkan 43 calon yang
tergabung dalam koalisi luas yang mendukung Khatami merebut kursi di
parlemen yang beranggotakan 290 orang itu.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/5/8/m2.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke