'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Selasa, 2 Mei 2000
================================
@ Gaji Anggota DPR Naik 100 Persen
@ Kasus 27 Juli, Hartono yang Terima Instruksi
@ Jepang dan Singapura Dukung Gus Dur
@ 23 Orang Meninggal pada Kasus Priok
@ 'Presiden harus Memahami Kehendak Rakyat'
@ Lebih Baik Mundur pada SU Agustus
@ Instruksi Gus Dur: Umumkan Kekayaan
------ Luar Negeri ------
Ancaman Perang Nuklir
Camilla Tak Diundang ke Pesta Istana
----------------------------------------------
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Gaji Anggota DPR Naik 100 Persen
-----------------------------------------
Jakarta, Kompas
Di tengah hiruk-pikuk guru menuntut kenaikan gaji, ternyata per 1 April
2000 gaji anggota DPR naik sebesar 100 persen. Jika sebelumnya gaji pokok
anggota DPR Rp 2.100.000, sekarang menjadi Rp 4.200.000. Dengan demikian,
seorang anggota DPR dengan satu istri dan dua anak akan menerima gaji
bersih sekitar Rp 9,7 juta per bulan.
Menanggapi kenaikan itu, anggota DPR, Endin AJ Soefihara, kepada Kompas di
Jakarta, Senin (1/5), menyatakan, "Dengan kenaikan ini, sebenarnya kami
dalam posisi maju kena, mundur kena."
Sebab, tambahnya, jika dilihat dari tuntutan kebutuhan, kenaikan itu sudah
selayaknya. Namun, melihat situasi masyarakat yang masih menghadapi krisis,
tidak relevan bila gaji anggota DPR dinaikkan. "Mungkin jalan terbaik
adalah mempertimbangkan proporsi kenaikannya, tetapi saya tidak tahu berapa
yang layak," tutur Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP)
itu.
Selengkapnya: http://www.lcef.org/default.asp?menu=cfs&submenu=

Kasus 27 Juli, Hartono yang Terima Instruksi
-------------------------------------------------------
SURABAYA - Mantan Kasum ABRI Letjen (Purn) TNI Soeyono mengungkapkan fakta
baru berkaitan dengan kasus penyerbuan Kantor DPD PDI yang lebih dikenal
dengan Kasus 27 Juli. Dia menyatakan, mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) R
Hartono terlibat dalam kasus itu.
''Meski dia mengaku tidak terlibat, sebenarnya dia berperan besar dalam
penyerbuan tersebut. Dia paling aktif menghubungi Prabowo (saat itu sebagai
Danjen Kopassus) dan Syarwan Hamid (Kassospol) di lapangan, sebab dia
memang menerima perintah,'' katanya kepada wartawan di Surabaya, kemarin.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0005/02/nas1.htm

Jepang dan Singapura Dukung Gus Dur
-----------------------------------------------
Menlu Jepang Yohei Kono dan pimpinan Singapura mengimbau dukungan
internasional terhadap kebijakan Presiden Gus Dur dalam rekonsiliasi dengan
Timor Timur.
Kono mencapai kesepakatan itu dalam pertemuan terpisah dengan Perdana
Menteri Goh Chok Tong dan Menlu Singapura Shanmugam Jayakumar, Senin di
Singapura, kata seorang pejabat Jepang kepada pers.
Ia mengatakan, Kono menekankan "perlunya masyarakat internasional mendukung
Presiden Wahid" dan berharap Gus Dur meneruskan hubungan baik dengan
pimpinan CNRT Xanana Gusmao
Selengkapnya: http://www.jawapos.com/

23 Orang Meninggal pada Kasus Priok
----------------------------------------------
JAKARTA -- Kontroversi jumlah korban Tanjung Priok mulai sedikit terkuak.
Penjaga kamar mayat RSPAD Gatot Subroto H Abdul Aziz mengatakan seusai
insiden berdarah di Priok, pihaknya merawat 23 jenazah korban. Mayat
tersebut, katanya, diangkut dengan dua buah truk ke rumah sakit khusus
tentara.
''Saya memang merawat jenazah itu. Setelah dirawat 14 mayat pada malam itu
juga diambil. Dan sisanya delapan mayat itu diambil kemudian,'' kata H
Abdul Aziz, seusai memberikan keterangannya kepada anggota KPP HAM Kasus
Priok, kemarin (1/5). Selengkapnya:
http://www.republika.co.id/2005/02/17661.htm

'Presiden harus Memahami Kehendak Rakyat'
------------------------------------------------------
YOGYAKARTA -- Sebagai Presiden RI, pengamat politik UGM Dr Riswanda Imawan
berpendapat, KH Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur itu harus
pandai menyelami dan memahami kehendak segenap rakyat Indonesia. Hal itu,
katanya, lebih penting ketimbang mempermasalahkan bagaimana masyarakat
harus memahami terhadap Gus Dur.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2005/02/17619.htm

Lebih Baik Mundur pada SU Agustus
--------------------------------------------
JAKARTA - Tokoh poros tengah Dr Fuad Bawazier mencoba menanggapi secara
serius soal pernyataan Presiden Abdurrahman Wahid. Dia malah mendorongnya
untuk mundur saat sidang umum (SU) tahunan pada Agustus mendatang.
Mantan menkeu tersebut mengatakan hal itu ketika datang di arena Muktamar I
Partai Bulan Bintang (PBB) di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0005/02/nas3.htm

Gus Dur Perlu Instruksikan Pejabat Negara
Umumkan Kekayaan ----------------------------
------------------------
Jakarta, Kompas
Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) perlu mengambil langkah konkret guna
menunjukkan pemerintahnya punya komitmen penuh untuk menciptakan sebuah
pemerintah yang bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Di
saat legitimasinya mulai tergerogoti, Gus Dur perlu mengeluarkan Keputusan
Presiden (Keppres) yang isinya memerintahkan seluruh jajaran penyelenggara
negara untuk melaporkan kekayaannya dan menyampaikannya kepada publik.
Demikian rangkuman pendapat yang dihimpun Kompas dari Wakil Ketua DPR
Muhaimin Iskandar, Ketua Dewan Pengurus Yayasan LBH Indonesia (YLBHI)
Bambang Widjojanto, dan advokat Luhut MP Pangaribuan secara terpisah di
Jakarta, Senin (1/5).  Selengkapnya:
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0005/02/utama/umum01.htm

------ Luar Negeri ------
Ancaman Perang Nuklir
----------------------------
ANCAMAN perang nuklir di awal abad ke-21 itu masih ada, masih nyata, dan
tetap mencekam. Pernyataan Sekjen PBB Kofi Annan awal pekan lalu itu bukan
mengada-ada. Simak saja.
Ketika parlemen Rusia telah meratifikasi Perjanjian Pengurangan
Persenjataan Strategis (START) II dan perjanjian larangan uji coba nuklir
(dikenal sebagai CTBT-Perjanjian Larangan Uji Komprehensif), Amerika
Serikat hanya mau meratifikasi START II. Sedangkan larangan uji cobanya
ditolak Senat Oktober lalu.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0005/02/LN/anca03.htm

Camilla Tak Diundang ke Pesta Istana
---------------------------------------------
LONDON - Kekasih Pangeran Charles, Camilla Parker Bowles, ternyata tidak
tercantum dalam daftar undangan perayaan HUT ke-100 Ibu Suri (ibunda Ratu
Elizabeth), tulis harian Daily Mail, Senin.
Harian itu mengatakan, Charles yang putra mahkota Kerajaan Inggris, hanya
bisa pasrah dan kecewa karena kekasihnya tidak dapat menghadiri ulang tahun
seabad neneknya pada Juni mendatang.
Mengutip sumber di Istana Buckingham, Daily Mail mengatakan Ratu Elizabeth
tetap bersikeras menentang hubungan putranya dengan Camilla.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0005/02/int5.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke