'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Kamis, 4 Mei 2000
================================
@ Menteri Keuangan:
Ekonomi tak Lagi "Siaga Satu"
@ Kwik Bantah akan Mundur
@ Ada Skenario Adu Domba Gus Dur-Mega
@ Marsilam soal Bagi-Bagi Wewenang Presiden
@ Frans Seda Puji Megawati
@ Ada Konglomerat Menginginkan Pergantian Presiden September
------ Luar Negeri ------
**Ethiopia dan Ladang Pemakaman
**Hari Ini, Nasib Immunity Pinochet
----------------------------------------------
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Menteri Keuangan:
Ekonomi tak Lagi "Siaga Satu"
===========================
Jakarta, Kompas
Kondisi perekonomian Indonesia sudah tidak lagi berada pada posisi "siaga
satu" karena pemulihan ekonomi sudah terjadi. Perekonomian Indonesia sudah
bergeser ke ekonomi jangka menengah dan jangka panjang, bukan lagi jangka
pendek. Pemerintah tidak lagi bertindak sebagai "pemadam kebakaran" dan
mulai saat ini sudah bisa lebih rileks. Demikian diungkapkan oleh Menteri
Keuangan (Menkeu) Bambang Sudibyo usai Sidang Kabinet di Bina Graha,
Jakarta, Rabu (3/5). Meskipun demikian, Menkeu mengingatkan, pemerintah
harus tetap hati-hati karena pemulihan ekonomi tidak akan berkelanjutan
jika pemerintah tidak konsisten dengan reformasi di bidang ekonomi, hukum,
keamanan, dan lainnya.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0005/04/UTAMA/ekon01.htm
Kwik Bantah akan Mundur
=======================
JAKARTA -- Sebagaimana bosnya, Presiden Abdurrahman Wahid, Menko Ekuin Kwik
Kian Gie juga membantah akan mundur segera setelah dana dari Dana Moneter
Internasional (IMF) cair. Ia juga menolak isu tentang penarikan dirinya
dari kabinet sehubungan dengan pencopotan Laksamana Sukardi sebagai Meneg
Penanaman Modal dan Pembinaan BUMN.
''Nggak benar, Ndak ada, nggak tahu kabar dari mana itu,'' ujar Kwik ketika
dikorfirmasi masalah pengunduran itu menjelang sidang kabinet di Jakarta
kemarin (Rabu, 3/3). Kwik juga mengaku tak tahu mengapa kabar itu beredar.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2005/04/17831.htm
Ada Skenario Adu Domba Gus Dur-Mega
===================================
Jakarta (Bali Post) -
Pencopotan Laksamana Sukardi berkait dengan skenario pihak ketiga. Target
utama dari skenario ini adalah memporak-porandakan hubungan Gus Dur-Mega.
Ketua DPP PDI Perjuangan Imam Muchiat mengatakan hal itu, Rabu (3/5)
kemarin.
Dijelaskan, saat ini pihak ketiga yang mendalangi ketegangan Gus Dur-Mega
telah menyiapkan tiga skenario besar. Skenario itu yakni memunculkan
informasi buruk kepada Gus Dur dan Mega, membangun sekat antara Gus
Dur-Mega, dan terakhir membuat situasi yang memungkinan Gus Dur-Mega
berhadap-hadapan secara langsung.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/5/4/nusap2.htm
Bukan Kompensasi untuk Megawati
Marsilam soal Bagi-Bagi Wewenang Presiden
=======================================
JAKARTA-Keputusan Presiden KH Abdurrahman Wahid untuk membagi wewenang
dengan Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri ternyata mendapat tanggapan
beragam. Wakil Ketua DPR A.M. Fatwa menyatakan tidak sepakat soal model
pembagian wewenang ala mantan ketua umum PB NU ini. Mengapa? Menurut Fatwa,
tanggung jawab penyelenggaraan pemerintahan secara keseluruhan ada di
tangan presiden. Dengan demikian, tidak tepat kalau sebagian tanggung
jawabnya diberikan kepada wakil presiden. ''Saya tidak sependapat kalau
dibagi-bagi; seperti ekonomi pada Gus Dur, urusan pemerintahan diserahkan
kepada Megawati," katanya kepada Jawa Pos kemarin.
Selengkapnya :
http://www.jawapos.co.id/dailynews/200005/04/Berita_Utama/1-GUS.asp
Frans Seda Puji Megawati
=======================
Jakarta (Bali Post) -
Sesepuh PDI Perjuangan memuji sikap Megawati yang meminta pejabat teras DPP
PDI-P tidak reaktif dan emosional menghadapi pencopotan Laksamana Sukardi.
Mega juga dinilai mendahulukan kepentingan lebih luas daripada kepuasan
kelompok. ''Saat ini, yang harus dilakukan adalah mendinginkan situasi,
jangan membuat ketegangan baru,'' kata salah seorang sesepuh PDI Perjuangan
Frans Seda di Jakarta, Rabu (3/5) kemarin.
Tindakan yang dinilai baik yakni sikap PDI-P tidak menarik menterinya dari
kabinet. Menurutnya, penarikan menteri akan mengganggu kepentingan lebih
besar. Bahkan, sangat mungkin urusan negara juga terpengaruh. ''Saat ini,
sebaiknya tidak bertindak yang menimbulkan keguncangan baru. Jangan sampai
suasana negara ini makin panas,'' ujar Seda yang juga Wakil Ketua Deperpu
PDI-P ini.
Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/5/4/nusap1.htm
Ada Konglomerat Menginginkan Pergantian Presiden September
======================================================
YOGYAKARTA - Beberapa tokoh politik didukung konglomerat, menginginkan
perubahan besar bulan September mendatang. Mereka mulai membicarakan
perubahan mendasar yakni pergantian presiden. Namun belum jelas siapa tokoh
dan konglomerat tersebut.
''Saya dengar sejumlah konglomerat dan tokoh politik menginginkan perubahan
besar. Isunya mereka sudah membicarakan soal pergantian presiden,'' ungkap
pengamat hukum-politik Prof Dr Moh Mahfud MD ketika berbicara dalam
peluncuran buku Understanding Gus Dur di kantor harian berbahasa Inggris,
The Jakarta Post, Biro Yogyakarta, baru-baru ini.
Direktur Program Pascasarjana UII itu mengatakan, meskipun berkembang isu
demikian, dia berharap Presiden Gus Dur dapat merampungkan tugasnya sampai
dengan tahun 2004 mendatang. Tetapi berbeda persoalannya kalau rakyat
berkehendak lain.
Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0005/04/nas9.htm
----------- Luar Negeri ------------
Ethiopia dan Ladang Pemakaman
============================
KOTA Gode, salah satu kota di Ethiopia, Afrika, tiga bulan terakhir ini
menjadi kota paling memilukan. Setiap hari puluhan ribu pengungsi
berdatangan. Mereka tiba di Gode setelah menempuh perjalanan berhari-hari
dalam keadaan lapar, sakit, dan kelelahan.
Kota yang dikenal memiliki pusat rehabilitasi gizi terbesar di negeri
miskin seluas 93.679 kilometer persegi ini, sekarang menjadi tumpuan hidup
terakhir mereka di tengah meluasnya bencana kelaparan. Tetapi apa mau
dikata, jumlah mereka yang membutuhkan bantuan jauh lebih banyak dibanding
bantuan yang tersedia. Di kota ini, setiap hari lebih dari lima anak
meninggal karena kurang gizi, infeksi saluran pernapasan, radang paru-paru,
dan TBC.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0005/04/LN/ethi03.htm
Hari Ini, Nasib Immunity Pinochet
==============================
SANTIAGO - Pengadilan Banding Santiago, ibu kota Cile, hari ini WIB akan
melakukan pertemuan khusus menentukan nasib bekas diktator Augusto
Pinochet. Yakni, jadi dan tidaknya dilakukan tes medis baru kepada Pinochet
untuk melepas kekebalan hukumnya, sehingga nanti bisa diadili atas dakwaan
melakukan kejahatan kemanusiaan.
''Kami akan memanfaatkan waktu yang ada semaksimal mungkin dan, juga,
menimbang serius apakah menuruti keinginan pengacara (Pinochet),'' kata
Ketua Pengadilan Cile Ruben Ballesteros, Selasa malam waktu setempat.
Pada 26-29 April lalu, 92 kasus tuduhan pelanggaran HAM dan kejahatan
kemanusiaan dialamatkan ke Pinochet saat rezimnya memerintah dari
1973-1990. Pada sesi hearing ini, panel beranggotakan 21 hakim sama sekali
tidak menyebut tes medis baru setelah tes medis Inggris, Januari, yang
menggugurkan upaya ekstradisi Spanyol atas jendral berusia 84 tahun yang
kini jadi senator seumur hidup itu.
Selengkapnya:
http://www.jawapos.co.id/dailynews/200005/04/Internasional/IN-PINO.asp
"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l