''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Senin, 10 April 2000 ================================ @ Komunisme, Siapa Takut? @ Apa yang Terjadi pada Johny Lumintang? @ NU tidak Mendukung Jihad Agitasi @ Tablig Akbar Antikomunis @ Kongres Papua Bukan Ancaman Bagi RI @ RI dinilai telah menunjukkan komitmen restrukturisasi ekonomi @ Pertamina Boleh Naikkan Harga BBM Non-Subsidi ---------- Luar Negeri ----------- Aborigin Ragukan Rekonsiliasi ------------------------------------- Komunisme, Siapa Takut? Bambang Widjojanto ------------------------------- Ribuan orang yang menamakan diri Front Umat Islam (FUI) tumplek menjadi satu di salah satu jalan utama di Jakarta, akhir pekan lalu. Mereka mendatangi Istana Negara sembari membawa berbagai poster, melontarkan yel-yel, dan melakukan orasi. Semua ekspresi itu mempersoalkan sikap dan pernyataan Gus Dur, sekaligus mengemukakan pendapat sendiri yang menolak pencabutan Tap MPRS No. XXV/1966 tentang pelarangan PKI dan ajaran marxisme komunisme. Usulan Gus Dur dan penolakan FUI, soal pro-kontra atas suatu masalah tertentu, harus diletakkan sebagai sesuatu yang umum dan biasa terjadi dalam sebuah negara yang demokratis. Itu artinya, FUI boleh-boleh saja dan sah mengemukakan pendapatnya untuk menolak pencabutan Tap MPR dengan menggelar demo secara damai. Sebaliknya, Gus Dur juga punya hak mengusulkan pencabutan ketetapan itu. Selengkapnya: www.jawapos.com Apa yang Terjadi pada Johny Lumintang? ------------------------------------------------- SECARA serentak berbagai media memberitakan bahwa Letjen (TNI) Johny Lumintang digugat di salah satu pengadilan di Amerika Serikat oleh seorang ibu Timor Timur yang mengklaim bahwa anaknya terbunuh. Bersama ibu tersebut ada dua orang penggugat lain, yaitu seorang lelaki yang dianiaya dan ditembak kakinya sehingga harus diamputasi, dan seorang lelaki lain yang ayahnya luka-luka sementara kakaknya juga terbunuh. Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0004/10/nasional/apa08.htm NU tidak Mendukung Jihad Agitasi ------------------------------------------- Surabaya, Kompas Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Muzadi menegaskan NU tidak mendukung adanya aksi solidaritas dalam bentuk jihad agitasi ke Ambon. Jihad dengan kekerasan atau agitasi, tidak akan menyelesaikan konflik di Ambon, tetapi justru memperparah. Agitasi juga jangan dilakukan di luar Ambon, seperti di Jakarta dan Mataram, karena hanya akan menimbulkan konflik dan luka baru. Penegasan Hasyim tersebut disampaikan usai Diskusi Interaktif Resolusi Konflik Pada Agama dan Etnis di Indonesia, yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-32 Universitas Surabaya, Sabtu (8/4). Hadir pula sebagai pembicara Prof Soetandjo Wigjosoebroto MA, Dr Hotman Siahaan, Dr Ma'arif Jamuin, dan penyair Zamawi Imron. Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0004/10/NASIONAL/nuti06.htm Tablig Akbar Antikomunis ------------------------------- EKSPRESIF: Budayawan kawakan, Taufiq Ismail, secara ekspresif menyampaikan pidatonya dalam ''Tabliq Akbar Antikomunisme'' di Gedung Bathari Sala, kemarin. Acara itu dihadiri ribuan umat Islam dari berbagai elemen. (Foto: Suara Merdeka/D11-15k) SALA - Budayawan dan penyair kawakan Taufiq Ismail menyatakan, lontaran pencabutan Tap MPRS XXV/66 harus dilawan. Sebab, pencabutan itu bisa menjadi malapetaka bagi bangsa. ''Ingat keganasan PKI tahun 1948. Saat itu di Gorang-gareng, Magetan, terdapat timbunan mayat para kiai dan ulama tak bersalah yang dibantai PKI. Jadi, memang hanya keledai dungu yang memberikan kesempatan bagi komunis untuk come back,'' tandas Taufiq di Gedung Bathari Sala, kemarin. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0004/10/nas2.htm Kongres Papua Bukan Ancaman Bagi RI ----------------------------------------------- Jayapura - 09 Apr 00 23:28 WIB (Astaga.com) Kongres Papua yang akan dilaksanakan masyarakat Papua dalam waktu dekat bukan merupakan ancaman bagi pemerintah Republik Indonesia. "Saya menilai Kongres Papua itu sebagai wacana demokrasi bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, maupun pemikiran baru dalam rangka membangun rakyat Papua," kata Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Irian Jaya, Drs Origenes Nauw kepada wartawan di Jayapura, Minggu (9/4). Selengkapnya: http://www.astaga.com/Article/1,2124,8446,00.html RI dinilai telah menunjukkan komitmen restrukturisasi ekonomi ----------------------------------------------------------------------- satunet.com - Menjelang pertemuan kreditor di Paris, Indonesia dinilai telah menunjukkan komiten untuk melakukan restrukturisasi ekonomi sesuai dengan program IMF. Anwop Singh, deputy director IMF untuk Asia mengatakan bahwa adanya tindakan yang kadang membingungkan, membuat IMF benar-benar hati-hati tapi optimis dengan tindakan Gus Dur dalam melaksanakan reformasi. "Kami yakin dengan usaha yang intensif selama dua pekan terakhir ini," katanya seperti dikutip Washington Post. "Kami hargai di wilayah ini sudah ada kemajuan yang penting." Indonesia membutuhkan bantuan dalam perundingan Paris Club Rabu ini. Pejabat IMF mengatakan bahwa bantuan pinjaman senilai 5 miliar dolar AS yang dijanjikan sebagai bagian dari restrukturisasi tak akan diberikan hingga review IMF bulan depan. Lengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/04/10/11974.html Pertamina Boleh Naikkan Harga BBM Non-Subsidi ----------------------------------------------------------- TEMPO Interaktif, Jakarta:Pertamina memang tidak wajib mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), sejauh yang dinaikkan bukanlah BBM yang disubsidi pemerintah. Demikian keterangan Ramli Djafar, kepala humas Pertamina kepada TEMPO Interaktif ketika dimintai konfirmasi perihal kenaikan harga BBM jenis bensin Premix dan Super TT sejak Sabtu (8/4) pukul 00.00 WIB. Ramli membenarkan bahwa sejak Sabtu ini Pertamina telah menginstruksikan seluruh Stasiun Pompa Bensin Umum (SPBU) di tanah air menaikkan harga Premix dan Super TT masing-masing sebesar Rp. 200, atau sekitar 15 persen. Dengan demikian, harga Premix per liter menjadi Rp.1500 dari semula Rp.1300. Sedangkan Super TT menjadi Rp. 1600 dari harga awal Rp. 1400. Menurut Ramli kenaikan itu terpaksa dilakukan karena harga minyak impor juga naik. Pertamina saat ini menangani penjualan sejumlah BBM yang tak lagi disubsidi oleh pemerintah. Selain Premix dan Super TT, Avtur (bahan bakar untuk pesawat udara) juga termasuk tidak disubsidi lagi. "Bahan bakar itu sudah dua tahun ini harganya tak disubidi pemerintah," kata Ramli. Namun untuk Avtur, menurut Ramli, Pertamina belum lagi berpikir untuk menaikan harga jualnya. "Setiap kenaikan harga tentu harus kita pertimbangkan secara cermat," tegasnya. Surat keputusan kenaikan harga BBM itu langsung ditandatangani Direktur Utama Pertamina, Ir Baihaki Hakim. Ramli berharap, masyarakat tak perlu cemas dengan kenaikan harga itu, karena konsumen Premix dan Super TT adalah dari kalangan mampu. "Sepantasnya untuk bahan bakar demikian, pemerintah tak perlu mensubsidi harganya lagi," ujar Ramli. Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/ ---------- Luar Negeri ----------- Aborigin Ragukan Rekonsiliasi ------------------------------------- SYDNEY - Pemerintah Australia kemarin mengatakan, rekonsiliasi dengan penduduk asli (Aborigin) masih mungkin dicapai, sekalipun kecaman terus bermunculan atas cara negara itu menangani isu warga pribumi. Kaum Aborigin mempertanyakan, mungkinkah rekonsiliasi atau kehidupan harmonis antarras bisa diwujudkan di Australia, pada saat negara itu diperintah oleh kubu liberal-konservatif pimpinan PM John Howard. Sebaliknya pemerintahan Howard kemarin bersikeras, pihaknya akan mempertahankan kebijakannya mengenai masalah-masalah kaum Aborigin. ''Saya kira kami belum menemui jalan buntu. Ini proses yang harus didukung semua pihak,'' kata Menteri Rekonsiliasi dan Imigrasi Philip Ruddock. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0004/10/int3.htm "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
