'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
SARI BERITA : Senin, 5 Juni 2000
================================
- Presiden Harus Jelaskan Buloggate ke DPR
  Suwondo Aktif di Kegiatan Fordem
- Kongres Rakyat Papua Tolak Bersatu dengan RI
  * Pemerintah Harus Tegas Menolak
- Keinginan Merdeka Rakyat Papua Akan Dibawa ke PBB
- Membonsai Megawati, Menuai Badai
- Gempa Goncang Jawa-Sumatera
  Di Bengkulu, 25 Orang Tewas
- Multipartai Menuju Kehidupan Islam

---------------------- Luar Negeri -----------------------------
*Bandara Manila Diserang Bom
*Rancangan Clinton dan Tentangan Putin
-------------------------------------------------------------------

Presiden Harus Jelaskan Buloggate ke DPR
Suwondo Aktif di Kegiatan Fordem
---------------
JAKARTA -- Semasih belum menghilang, Suwondo aktif dalam berbagai kegiatan
diskusi Forum Demokrasi (Fordem), lembaga yang dibidani kelahirannya oleh
Abdurahman Wahid dan Bondan Gunawan. Meski demikian, tidak jelas diketahui
apakah 'tukang pijit' itu aktivis resmi Fordem atau tidak.
Informasi bahwa Suwondo aktif di Fordem dikemukakan koordinator Government
Watch (Gowa), Farid R Faqih, di Jakarta, kemarin. ''Sama halnya dengan Gus
Dur, Suwondo juga aktivis Fordem. Bahkan, sumber saya juga mengatakan dalam
beberapa kali forum diskusi yang diadakan organisasi itu Suwondo juga ikut
hadir,'' kata Farid R Faqih, di Jakarta kemarin.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2006/04/20247.htm

Kongres Rakyat Papua Tolak Bersatu dengan RI
* Pemerintah Harus Tegas Menolak
----------------------
Jayapura, Kompas
Kongres Rakyat Papua, yang berakhir Minggu (4/6), menyatakan, menolak
penyatuan Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Proses
penyatuan Papua yang dilakukan Pemerintah Belanda dan Pemerintah Indonesia,
selanjutnya dikukuhkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dinilai cacat
hukum. Sebab itu, kongres meminta dukungan internasional untuk kemerdekaan
Papua. Demikian resolusi Kongres Rakyat Papua yang dibacakan oleh Ketua
Pimpinan Sidang Kongres Thaha Al-Hamid di hadapan ribuan warga Papua,
sebelum penutupan kongres. Menurut resolusi yang dihasilkan oleh kongres
itu, bangsa Papua telah berdaulat sebagai sebuah bangsa dan negara sejak 1
Desember 1961.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Akbar Tandjung, Ketua Fraksi Reformasi
Hatta Radjasa, Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (F-KB) Taufiqurrahman, yang
dihubungi secara terpisah mengatakan, pemerintah harus dengan tegas menolak
pernyataan pemisahan Papua dari Republik Indonesia.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0006/05/UTAMA/tola01.htm

Keinginan Merdeka Rakyat Papua Akan Dibawa ke PBB
--------------
Jayapura,
Keinginan merdeka rakyat Papua untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI) akan terus diperjuangkan ke Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB).
Selain itu perjuangan kemerdekaan rakyat Papua untuk mengembalikan
kedaulatan mereka yang sudah dicapai 1 Desember 1961 juga akan terus
dilakukan melalui lobi-lobi Internasional guna mencari dukungan dari
negara-negara maju.
Wakil Ketua Dewan Presidium Papua, Thom Beanal dalam sambutan penutupan
Kongres Nasional Papua Barat, Minggu malam di Jayapura mengatakan, Dewan
Presidium akan membawa seluruh agenda keputusan kongres, termasuk keinginan
merdeka rakyat Papua itu secara damai.
"Papua sudah merdeka 1 Desember 1961 dengan atribut kenegaraan, namun
dijual oleh Belanda kepada Indonesia melalui PBB dan Amerika Serikat," kata
Beanal yang disambut terikan sekitar 50.000 warga Papua yang memadati
halaman GOR Jayapura.
Selengkapnya:
http://www.jawapos.co.id/hotnews/200006/04/20000604-200256.asp

Membonsai Megawati, Menuai Badai
------------------
SEMBOYAN `Menang secara Ksatria` yang dicanangkan Ketua Umum DPP Golkar
Wahono pada Pemilu 1992 membawa dampak yang panjang dalam perjalanan
politik nasional terutama berkaitan dengan Golkar.
Pada pemilu tersebut Golkar meraih 282 kursi atau turun 17 kursi dari hasil
Pemilu 1987. Saat itu PDI pimpinan Soerjadi mencatat penambahan kursi yang
signifikan sebanyak 16 buah, sehingga menjadi 56 kursi dari hasil pemilu
sebelumnya yang mencapai 40 kursi. Sedangkan PPP juga mencatat penambahan
satu kursi menjadi 62 kursi.
Secara faktual, Pemilu 1992 dimenangkan PDI. Meski mengalami penurunan dan
tetap menjadi mayoritas tunggal, duet Wahono-Rachmat Witoelar tetap bangga
bahwa kemenangan yang diraih Golkar pada pemilu tersebut merupakan
kemenangan murni dan mendekati `kekuatan sesungguhnya`.
Selengkapnya:
http://www.mediaindo.co.id/detail_news.asp?id=2000060500291854

Gempa Goncang Jawa-Sumatera
Di Bengkulu, 25 Orang Tewas
Reporter: Arif Shodiq
--------------------
detikcom - Jakarta, Jumlah korban tewas akibat gempa di Bengkulu semakin
terkuak. Setelah di RS DKT dan Rafflesia diketahui 6 korban meninggal, dari
RSUD M Yunus dilaporkan 8 orang lagi tewas. Sementara di Kecematan Sukaraja
7 orang tewas dan 3 lainnya tewas di Bengkulu Selatan dan Bengkulu Utara.
Dan di Kota Mana ditemukan seorang lagi tewas.
Dengan demikian hingga pukul 04.15 WIB Senin (5/6/2000), korban tewas
akibat gempa berkekuatan 7,3 skala Richter itu mencapai 25 orang. Demikian
informasi yang disampaikan Firdaus, seorang wartawan Harian Semarak
Bengkulu saat dihubungi Radio Elshinta.
Selengkapnya: http://detik.com/peristiwa/2000/06/05/200065-043650.shtml

Multipartai Menuju Kehidupan Islam
-------------------
Haruskah partai-partai Islam bersatu? Dalam konteks ini, gagasan multi
partai menjadi menarik untuk diperbincangkan. Pertama, gagasan ini
menghilangkan sangsi dan kekhawatiran, seperti yang dialami Kuntowijoyo
sewaktu mencarikan enam alasan bagi kaum muslimin agar tidak mendirikan
partai politik dan beraktivitas politik. (Sahar L. Hassan dkk. Memilih
Partai Islam: Visi, Misi dan Persepsi, GIP, 1998).
Kedua, gagasan ini menimbulkan keberanian dan percaya diri kaum muslimin
terhadap 'perbedaan' di antara mereka. Ungkapan mengapa partai-partai Islam
tidak bersatu saja dalam sebuah partai Islam adalah pertanyaan yang skeptis
dan berangkat dari kenyataan banyaknya partai Islam, jamaah yang sama-sama
memperjuangkan Islam.
Selengkapnya: http://www.republika.co.id/2006/04/20229.htm

---------------------- Luar Negeri -----------------------------
Bandara Manila Diserang Bom
--------------------
MANILA (AFP): Sebuah bom meledak di luar terminal penumpang bandara Manila
kemarin, merusak sejumlah fasilitas meski tidak mencederai seorang pun.
Bersamaan dengan itu, sebuah bom meledak di terminal bus di Filipina
selatan menewaskan seorang dan mencederai dua lainnya.
Serangan di bandara itu meledakkan rumpun tanaman dan merusak sebagian atap
garbarata -- koridor penumpang penghubung gedung bandara dengan pesawat --
dan menghancurkan kaca ruang tunggu yang terletak dekat tempat parkir
pesawat.
Jadwal penerbangan sama sekali tidak terganggu akibat kejadian itu.
Polisi mencurigai orang-orang sebagai tersangka pemboman. Mereka
mengendarai van dan beberapa saat setelah ledakan, yang terjadi pukul 7:10
waktu setempat itu, menerobos lampu merah.
Selengkapnya:
http://www.mediaindo.co.id/detail_news.asp?id=2000060500291224

Rancangan Clinton dan Tentangan Putin
------------------
PERTEMUAN resmi pertama Bill Clinton dan Vladimir Putin hari Minggu (4/6)
kemarin dalam kapasitas masing-masing sebagai presiden agaknya tidak
terlalu mulus, terutama jika dilihat dari sudut misi utama yang dibawa
Clinton. Rancangan Washington untuk membangun sistem perisai rudal nuklir
di negerinya guna menangkis serangan rudal dari negara-negara
"bandel"-seperti Korea Utara, Iran, Irak, dan lain-lain-kandas ditentang
Rusia.
Mengabaikan begitu saja Rusia juga tidak mungkin. Sebab Amerika Serikat
terikat pada Perjanjian Rudal Anti-Balistik (ABM) tahun 1972. Dalam
perjanjian itu disepakati, kedua negara dilarang menggelar sistem
pertahanan rudal nasionalnya masing-masing. Logikanya, begitu salah satu
negara membuat sistem pertahanan, maka negara lain akan berupaya keras
menggelar lebih banyak lagi rudal nuklir untuk bisa menembus pertahanan
lawan.
Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0006/05/LN/ranc03.htm

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke