''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Rabu, 7 Juni 2000 ================================ *Pemerintah akan bahas anggota KPU baru *Gus Dur: Rezim Orba Membunuh 2500 Orang PPP *Bara Hasibuan Soal Syahril Sabirin: Politik Gus Dur Lebih Mencolok *Gus Dur Dikabarkan Akan Copot Alwi ++++++++++++++ Pemerintah akan bahas anggota KPU baru --------------------------------------------- satunet.com - Sebelas anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru akan dibicarakan oleh Menneg Otda Ryaas Rasyid bersama Mendagri Surjadi Soedirdja. "Saya akan bicara dengan mendagri soal 11 anggota KPU baru. Tapi sekarang belum ada nama seorang pun di kantung saya," ujar Ryaas kepada satunet.com usai Raker dengan Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Selasa. Sesuai dengan UU Pemilu baru yang merupakan revisi atas UU No.3/1999 tentang Pemilu, anggota KPU yang baru dibatasi hanya berjumlah 11 orang. Mereka direkrut dari kalangan yang independen, tidak memihak dan non-partisan. Sesuai dengan bunyi pasal 86 UU tersebut, keanggotaan KPU lama dengan sendirinya bubar dengan disahkannya UU baru tersebut. Menurut aturan pula, ke-11 anggota baru itu nantinya diajukan oleh pemerintah kepada DPR untuk disetujui. Lengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/06/07/17260.html Gus Dur: Rezim Orba Membunuh 2500 Orang PPP ---------------------------------------------------- JAKARTA, Mandiri - Presiden KH Abdurrahman Wahid mengemukakan, sekitar 2500 pengikut Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dibunuh rezim Orde Baru pada Pemilu tahun 1977 karena tidak mau memilih Golongan Karya (Golkar). Selain membunuh orang-orang PPP, kata Gus Dur, para bhiksu juga diinjak-injak dan disentrum rezim otoriter tersebut. Presiden mengungkapkan hal itu dalam dialog dengan berbagai unsur masyarakat di Gedung Perintis Kemerdekaan, Jakarta, Selasa (6/6). Persoalan itu mengemuka dalam dialog 'panas', dipicu Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Siti Hartati Murdaya yang merasa kecewa lantaran Gus Dur tidak hadir saat peringatan Waisak di Candi Borobudur, namun datang pada acara yang sama di Jakarta dengan penyelenggara Konferensi Agung Sangha Indonesia (KASI), tandingan Walubi. Murdaya tidak terima dengan penjelasan Gus Dur, yang mengemukakan bahwa para bhiksu diinjak-injak dan disetrum. Ia langsung bangkit menuju mikrophone dan meminta penjelasan Gus Dur. "Tidak ada bisku yang disetrum dan diinjak-injak," kata Murdaya, berang. Interupsi Ketua Walubi itu, tak pelak, menyebabkan nada suara Gus Dur melengking tinggi. "Di mana Ibu waktu Orde Baru. Saya ada di jalan. Ibu di mana?" kata Gus Dur, sengit. Gus Dur mengatakan tahu persis karena ia adalah salah seorang yang digencet saat Orde Baru berkuasa. Gus Dur mengemukakan persoalan antara Walubi dengan KASI hendaknya diselesaikan dengan baik. "Kampanye saja, lalu adakan pemungutan suara. Idealnya, ya, berdamai saja," kata Gus Dur (sumber "Mandiri Online") Bara Hasibuan Soal Syahril Sabirin: Politik Gus Dur Lebih Mencolok ------------------------------------- detikcom - Jakarta, Syahril Sabirin tetap 'ngotot' tak mau melepaskan jabatannya, malah berniat menggugat balik Gus Dur. Suasana ini tampaknya semakin memanas, bahkan kasus Bank Bali sendiri menjadi rancu dan kepentingan politik Gus Dur lebih mencolok. "Situasi ini agak rancu bagi saya. Kita sudah lama dengar niat Gus Dur untuk menggantikan Syahril, kenapa baru sekarang?" kata Wakil Sekjen DPP PAN Bara Hasibuan ketika dimintai komentarnya soal konflik Gus Dur-Syahril Sabirin ini, Rabu (7/6/2000) pukul 08.10 WIB. Bara Hasibuan yang dihubungi detikcom merasa heran dengan perkembangan kasus Bank Bali (BB) ini. Sebab, menurut data-data yang diperolehnya selama ini keterlibatan Syahril dalam kasus BB sangat besar, kenapa baru sekarang dikenakan status tersangka dan diminta mundur. Jadi, menurut dia, penanganan kasus ini sangat lamban dan ini ada upaya kasus ini digunakan sebagai agenda politik terselebung Gus Dur dan Marzuki Darusman Lengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/2000/06/07/200067-090057.shtml Gus Dur Dikabarkan Akan Copot Alwi Dugaan Terlibat Skandal Bulog FPP Pelopori Gunakan Hak Angket --------------------------------------- JAKARTA - Presiden Gus Dur disebut-sebut akan menindak Menteri Luar Negeri Alwi Shihab, sehubungan dengan dugaan keterlibatannya dalam kasus Bulog. Tapi sekali lagi Alwi menyatakan "bersih", bahkan untuk membuktikan dirinya tidak tersangkut dengan penggelapan Rp 35 miliar dana Bulog, dia menyatakan siap melakukan sumpah di bawah Alquran. Berita mengenai Gus Dur akan menindak Alwi itu kemarin beredar luas dan segera muncul di media dot.com. Menurut sumber-sumber di lingkungan pemerintahan dan legislatif, tindakan itu akan diambil Gus Dur berkaitan dengan keterlibatan Alwi dalam penggelapan dana Bulog Lengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0006/07/nas1.htm +++++++++++++++++++ "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
