*************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
*************************
Eskol Netters Yang Terhormat,
Pada hari Selasa, 23/5/2000 Pk. 04.00 WITA sekelompok orang (sekitar 15
orang),  menyerang Kelurahan Kayamanya - Poso  dan membakar sebuah rumah
yang dianggap milik seorang provokator pada kerusuhan beberapa waktu lalu.
Aksi ini diduga sebagai aksi balasan terhadap kerusuhan yang terjadi pada
17 April 2000 yang lalu. Terjadi bentrokan antara kelompok penyerang dengan
aparat keamanan. Salah seorang aparat meninggal dan kerusuhan terus
berlanjut dan akhirnya tiga orang lagi warga masyarakat meninggal
(keterlibatan warga masyarakat ini masih belum jelas). Dari hasil operasi
aparat, beberapa orang yg dianggap kelompok yg melakukan penyerangan
tertangkap. Dalam interogasi aparat mereka tidak mau mengaku siapa yang
mengotaki gerakan tersebut sehingga akhirnya mereka dibawa ke Polda
Sulteng-Palu.

Penyerangan ini memicu massa Muslim  melakukan pembakaran rumah-rumah warga
Kristen di Kelurahan Sayo dan sebuah asrama gereja Katolik Moengko, Poso.
Belum diketahui secara jelas apakah gedung Gereja juga turut dibakar,
tetapi sumber lain menyebutkan telah 2 (dua) gereja dibakar, yaitu Gereja
Katolik dan GKST Imanuel di Kel. Kayamanya. Massa muslim terus melakukan
pembakaran rumah-rumah warga Kristen secara sporadis dibeberapa daerah
sekitar. Akibat pembakaran dan penyerangan ini terjadi pengungsian ke
berbagai penjuru daerah dan sebagian besar di tampung di asrama Kompi
KAUWA. Sekarang ini Poso dalam keadaan siaga satu sementara aparat dari
Palu (Batalyon 711) sudah berada di Poso. Sumber lain mengatakan sampai
saat ini masih terjadi bentrokan antara kedua belah pihak yang bertikai.
Informasi yang terakhir yang diterima redaksi bahwa pasukan-pasukan massa
muslim dari Parigi dan Ampana sekitar seribu orang sudah masuk ke Poso.
Sementara dari massa Kristen sekitar 150 orang pemuda dari beberapa daerah
(tidak terkoordinasi) sudah turun di Poso dan memusatkan diri di desa
Tagolu.

Situasi Tentena

Di Tentena situasi sempat tegang karena pemuda-pemuda dari Tagolu datang ke
Tentena dan ingin bertemu dengan pimpinan sinode GKST agar diijinkan ke
Poso untuk melakukan perlawanan, tetapi dari pihak sinode GKST tidak
mengijinkan dan menahan mereka agar tidak ke Poso. Hal ini sempat
menimbulkan ketegangan diantara pemuda dan pihak Sinode. Tetapi setelah
diadakan dialog antara para pemuda gereja tersebut dengan pimpinan Sinode
GKST, Muspika dan aparat keamanan, situasi kembali mencair dan saat ini di
Tentena dalam keadaan normal. Dalam dialog tersebut para pemuda gereja
mengatakan bahwa mereka ke Poso bukan untuk melakukan penyerangan terhadap
rumah-rumah warga Muslim dan Mesjid, tetapi hanya ingin mempertahankan
milik warga Kristen.

Sumber : Krisis Centre GKST


"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
atau
BCA Cab. Darmo Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke