************************** Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************** Bali Post, 30 Mei 2000 Medan akan Diambonkan Jakarta (Bali Post) - Ledakan bom yang mengguncang Medan, Minggu (28/5), membuat Presiden Gus Dur prihatin. Lebih-lebih lagi ledakan bom itu terjadi di sebuah gereja. Dari peritiwa itu dikhawatirkan Medan akan dijadikan Ambon kedua. Menurut Gus Dur, peristiwa itu terjadi karena adanya benturan perubahan paradigma dalam kehidupan antarumat beragama. Presiden mengemukakan hal itu di Bina Graha, Jakarta, Senin (29/5) kemarin, saat menerima sejumlah eksponen gereja se-Indonesia. Para eksponen gereja yang menghadap presiden kemarin, Pendeta Eka Dharmaputra, Martin Sirait, Andreas Yewangoe dan Martin Sinaga. Menurut Presiden, seperti dikutip Eka Dharmaputra, munculnya peristiwa berbau SARA jangan dipahami sebagai insiden yang lepas begitu saja. Soalnya, saat ini sedang terjadi suatu proses, di mana satu pihak cenderung ingin menonjolkan identitasnya secara berlebihan yang memunculkan konflik. ''Proses ini tak perlu dipandang secara pesimistis, namun sebagai suatu proses yang saat ini memang harus dilalui,'' kata Eka menyitir ucapan presiden. Untuk itu, presiden minta agar aparat keamanan segera memulihkan keamanan di Medan. Sementara itu, Fraksi PDI Perjuangan DPR mengkhawatirkan Medan dijadikan alternatif kerusuhan bernuansa SARA kedua setelah Ambon, Maluku. Anggota Fraksi PDI-P Zulvan Lindan dan Ketua Fraksi Arifin Panigoro dalam jumpa pers Senin petang kemarin menyebutkan, kedua daerah tersebut (Medan dan Ambon) memiliki kondisi sosial dan budaya yang hampir sama, sehingga sangat mungkin untuk dijadikan alternatif sebagai objek kerusuhan bernuansa SARA oleh oknum yang ingin merusak stabilitas nasional. Dikatakannya, sebelum pengeboman gereja tersebut teror serupa pernah terjadi di salah satu masjid di Medan, namun masyarakat tidak terpancing. ''Kita harapkan ledakan bom di gereja juga tidak membuat masyarakat terprovokasi,'' katanya. Sekarang ini, katanya, yang diperlukan adalah partisipasi semua pihak, terutama tokoh masyarakat untuk menciptakan kerukunan dan keamanan di Medan agar jangan sampai terjadi kerusuhan seperti di Ambon. ''Apalagi ada isu bahwa teror berikutnya akan dilakukan di masjid. Karena itu, semua pihak harus ikut membantu menenangkan suasana agar keinginan para provokator tidak terwujud,'' ujarnya. Zulvan mensinyalir tindakan pengeboman tersebut merupakan upaya orang-orang yang tidak puas agar kondisi menjadi tidak stabil. ''Ini jelas dilakukan orang-orang yang punya uang, punya kepentingan dan punya keterampilan,'' katanya. Senada dengan Zulvan, Arifin Panigoro mengatakan, dalam waktu yang hampir sama kerusuhan antaragama terjadi di mana-mana, sehingga sangat susah kalau dibilang tidak ada skenario besarnya. Arifin yang Selasa (30/5) ini secara resmi akan dilantik sebagai Ketua Fraksi PDI-P menggantikan Dimyati Hartono mengatakan, hal itu belum lagi ditambah masih terjadinya penyesuaian pemisahan TNI-Polri, di mana tidak mustahil ada ketidaksepahaman antarkedua institusi itu. ''Jadi, ini realitas yang bicara dan logikanya ada, sehingga sulit mengatakan tidak ada skenario besar di balik kerusuhan bernuansa SARA itu,'' katanya tanpa menyebut lebih jauh skenario besar yang dimaksudnya itu. Meski demikian, Arifin yakin bahwa masyarakat sekarang sudah mulai malas menanggapi provokasi-provokasi. Hanya harus diakui ada kekuatan yang sulit dideteksi yang selalu mengganggu dan mengembuskan kerusuhan. (032/pam) "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
