''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Selasa, 30 Mei 2000 ================================ @Soeharto Dikenai Tahanan Rumah Belum Tahu Status Penahanan Kesulitan Jawab 25 Pertanyaan @Bondan Digantikan Djohan Effendi Saya tidak Ingin Membebani Presiden @DPR menduga Medan akan dijadikan Ambon kedua @Maraden Panggabean Dimakamkan Besok Merasa Sedih Difitnah Todong Soekarno @Tukang Becak Mengamuk di Makassar Keroyok Polisi dan Lempari Rumah Walikota --------- Luar Negeri --------------- **Howard Abaikan Seruan Minta Maaf ---------------------------------------- Soeharto Dikenai Tahanan Rumah Belum Tahu Status Penahanan Kesulitan Jawab 25 Pertanyaan --------------- JAKARTA - Setelah sempat direncanakan akan dipindahkan dari kediamannya di Jalan Cendana No 8 oleh Jaksa Agung Marzuki Darusman, dengan pertimbangan keamanan, akhirnya tersangka HM Soeharto dikenai tahanan rumah. Keputusan pengalihan status penahanan mantan presiden RI tersebut disampaikan Kapuspenkum Kejaksaan Agung Yushar Yahya SH dalam konferensi pers, kemarin sore. Menurutnya, tahanan rumah bagi Soeharto ditetapkan kemarin (29/5), dan berlaku sampai tanggal 11 Juni mendatang. Surat pengalihan tahanan tersebut, menurut Yushar, ditandatangani oleh Direktur Penyidikan Ris Pandapotan Sihombing SH. Surat tersebut telah diterima tim penasihat hukum dan ditandatangani oleh Soeharto. Selengkapnya : http://www.suaramerdeka.com/harian/0005/30/nas1.htm Bondan Digantikan Djohan Effendi * Saya tidak Ingin Membebani Presiden -------------------- Jakarta, Kompas Presiden Abdurrahman Wahid secara resmi menerima pengunduran diri Bondan Gunawan (52) dari jabatan Sekretaris Pengendalian Pemerintahan dan juga sebagai pejabat Sekretaris Negara. Kepala Litbang Departemen Agama Djohan Effendi akan menggantikan posisi Bondan sebagai Sekretaris Negara, sedangkan posisi Sekretaris Pengendalian Pemerintahan belum ada penggantinya. Hal itu dikemukakan Presiden Abdurrahman Wahid kepada wartawan di Istana Merdeka, Senin (29/5) malam, di Jakarta. "Pelantikan akan dilakukan besok (Selasa ini-Red)," kata Presiden. Kemarin sore, Djohan diantar beberapa staf Sekretariat Negara (Setneg) terlihat di Gedung Setneg. "Beliau sudah berkantor di sini sejak beberapa minggu lalu," ujar seorang staf di Setneg. Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0005/30/UTAMA/bond01.htm DPR menduga Medan akan dijadikan Ambon kedua Laporan Asih Nurhayati ----------------- satunet.com - Kalangan DPR memprihatinkan dan menyesalkan kasus pemboman gereja di Medan (Minggu, 28/5). Kasus ini dinilai menunjukkan masih banyaknya pihak yang menginginkan kekacauan di masyarakat. Zulvan Lindan, anggota DPR dari F-PDIP melihat pemboman gereja itu sebagai usaha memancing kemarahan masyarakat. Sebab, menurutnya sebelum kasus itu di Medan ada pula mesjid-mesjid yang diganggu pihak tak dikenal. "Tapi, masyarakat tidak terpancing. Para pengganggu itu melihat Medan potensial untuk dibuat rusuh berkepanjangan seperti di Ambon," katanya. Selengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/05/30/16516.html Maraden Panggabean Dimakamkan Besok Merasa Sedih Difitnah Todong Soekarno --------------- JAKARTA - Setelah menderita stroke, Jenderal TNI (Purn) Maraden Saur Halomoan Panggabean, meninggal dunia di RSCM Jakarta, pukul 18.50, Minggu lalu. Jenderal yang terakhir menjabat Ketua DPA itu akan dimakamkan pada Rabu (31/5) di TMP Kalibata. Sejumlah pejabat dan mantan pejabat, serta masyarakat, Senin kemarin, melayat di rumah duka Jl Teuku Umar 21, Jakarta. Hari Senin kemarin memang dijadwalkan untuk acara pelayatan. Para pelayat tampak tertegun dan memberikan penghormatan terakhir di depan jenazah almarhum yang masih tampak gagah dengan pakaian kebesaran TNI. Hari ini (Selasa) akan dilakukan acara pelepasan jenazah di Gereja HKPB Menteng. Pemakaman akan dilakukan Rabu pukul 14.00. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0005/30/nas7.htm Tukang Becak Mengamuk di Makassar Keroyok Polisi dan Lempari Rumah Walikota ---------------- Makassar Sedikitnya seribu tukang becak Makassar kemarin (29/5) mengamuk. Mereka melakukan aksi unjukrasa dengan membakar ban-ban bekas di tengah jalan. Bukan hanya itu, mereka pun sempat melakukan konvoi. Dalam aksinya itu, seorang polisi bersama motor yang dikendarainya jadi korban. Beberapa tukang becak sempat nekat mencabuti rambu lalulintas yang dilaluinya dan sempat melempari rumah dinas walikota Makassar. Beberapa lampu jalan dan lampu di halaman serta kaca jendela rumah jabatan walikota pecah. Tukang becak itu memprotes kebijakan Pemda yang memberlakukan shift operasi becak berdasarkan warna. Anggota Poltabes Makassar yang jadi bulan-bulanan itu, Sertu Subair, dilarikan ke RS Bhayangkara, kemarin sore. Pasalnya, luka yang diderita akibat pemukulan dan pengeroyokan beberapa tukang becak yang sedang melakukan konvoi keliling kota cukup parah. Beberapa bagian tubuhnya tampak luka memar, sementara bagian kepalanya sempat mengeluarkan darah. Selengkapnya: http://www.jawapos.co.id/hotnews/200005/30/20000530-090034.asp --------- Luar Negeri --------------- Howard Abaikan Seruan Minta Maaf --------------- Canberra- PM Australia John Howard, Senin (29/5) kemarin menolak tunduk terhadap tekanan masyarakat, yang mendesaknya untuk meminta maaf secara resmi atas perlakuan tak adil terhadap etnik Aborigin di masa lalu. Aksi unjuk rasa besar-besaran menuntut keselarasan hubungan antar ras berlangsung di Australia. Howard menolak bergabung dalam pawai, sesuai dengan keputusannya untuk menolak meminta maaf secara resmi atau merundingkan pembentukan pakta tertentu bersama sekitar 400.000 warga Aborigin, yang jumlahnya sekitar dua persen dari 19 juta jiwa penduduk Australia. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/5/30/m2.htm "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
