''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Jumat, 12 Mei 2000 ================================ *Menkeu: Saya Tak Bisa Berbuat Apa-apa *Barnas: Hentikan Hujat Gus Dur *Kwik: Dolar bisa Tembus Rp 12.000 *Warga Tionghoa Gagal Temui Gus Dur *Warga Tionghoa Gagal Temui Gus Dur *Jawa Pos Tidak Jujur ------------ Luar Negeri ----------------------- - Siksa Penari Bugil, Tyson Diancam Penjara - Pesawat Australia Intai Indonesia --------------------------------------------------- Menkeu: Saya Tak Bisa Berbuat Apa-apa ------------------------------------------------- JAKARTA - Menkeu Bambang Sudibyo, usai rapat Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) di Bappenas, mengatakan penurunan nilai rupiah saat ini terjadi karena faktor-faktor nonekonomi. "Apa pun yang akan dilakukan tim ekonomi, tidak bisa memengaruhi rupiah. Jadi, saya sebagai menkeu tidak bisa berbuat apa-apa," katanya di Gedung Bappenas, Jakarta, kemarin. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0005/12/nas2.htm Barnas: Hentikan Hujat Gus Dur Rupiah Jadi Terpengaruh Siswono: Perbaiki Kekurangan --------------------------------------- JAKARTA - Barisan Nasional (Barnas) meminta partai politik dan masyarakat untuk menghentikan hujatan ke Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan memberi kesempatan kepada Kepala Negara bekerja menuntaskan program-program kerjanya. Permintaan Barnas itu disampaikan oleh Ketua Barnas Kemal Idris ke wartawan usai bertemu Presiden di Bina Graha, Jakarta, Kamis siang. Mereka menemui Gus Dur untuk memberikan dukungan moral kepada Kepala Negara, yang belakangan ini terus-menerus dihujat. "Kami menyampaikan bahwa kami sedih sekali, partai-partai politik saat ini atau anggota MPR/DPR yang saya tidak anggap wakil rakyat dan hanya wakil partai, menghujat terus. Mereka tak memberikan jalan keluar atas kesulitan yang kita hadapi," kata Kemal Idris, yang datang bersama Ali Sadikin, Rachmat Witoelar, Prof Dr Subroto, Saleh Basarah, dan Kharis Suhud. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0005/12/nas1.htm Kwik: Dolar bisa Tembus Rp 12.000 * Bambang Sudibyo Pasrah ------------------------------------------- Jakarta (Bali Post) - Nilai rupiah yang kian merosot ternyata membuat Menko Ekuin Kwik Kian Gie binggung juga. Bahkan, ia tak penepis dolar bisa menembus Rp 12.000. ''Bisa saja terjadi, tetapi tentu bisa juga turun,'' katanya kepada wartawan seusai diterima Presiden Abdurrahman Wahid di Bina Graha. Kamis (11/5) siang. Di tempat terpisah, Menkeu Bambang Sudibyo usai rapat Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) di Bappenas mengatakan, penurunan nilai rupiah saat ini terjadi karena faktor-faktor nonekonomi. ''Apa pun yang akan dilakukan tim ekonomi tidak bisa mempengaruhi rupiah. Jadi saya sebagai Menkeu tidak bisa berbuat apa-apa,'' katanya di gedung Bappenas, Jakarta, Kamis kemarin. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/5/12/p5.htm Waspadai Perangkap Internasional ------------------------------------------ Jakarta, Kompas Penandatanganan Kesepakatan Bersama (joint understanding) tentang Jeda untuk Kemanusiaan antara Pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang berlangsung hari Jumat (12/5) ini di Geneva, Swiss, menimbulkan reaksi pro dan kontra akibat pemilihan tempat penandatanganan dan tidak jelasnya posisi pemerintah dan GAM. Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar menegaskan, DPR akan menolak kesepakatan bersama tersebut apabila kesepakatan itu terjadi antara pemerintah dengan GAM. DPR setuju jika kesepakatan itu dimediasi Pemerintah Indonesia (bukan pihak asing) dan kedua belah pihak yang berunding berada di bawah Pemerintah RI. "Saya kira menteri luar negeri harus menjelaskan. Kalau perundingan itu antara GAM dengan pemerintah, DPR pasti menolak, karena menyalahi kewenangan," kata Muhaimin, Kamis (11/5). Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0005/12/utama/wasp01.htm Warga Tionghoa Gagal Temui Gus Dur --------------------------------------------- Jakarta (Bali Post) - Sejumlah warga keturunan Tionghoa, Kamis (11/5) kemarin melakukan demo ke Istana Negara minta Presiden Gus Dur untuk mengungkap kembali kerusuhan Mei 1998. Mereka -- jumlahnya tak lebih dari 20 orang -- bermaksud berdialog langsung dengan presiden, tetapi gagal karena pengamanan yang begitu ketat. Dua orang perwakilan demonstran yakni Nonik dan Ali Sutra sempat masuk ke halaman Istana Negara dan melakukan dialog dengan anggota Paspamres. Setelah melakukan orasi, akhirnya mereka membubarkan diri. Selengkapnya: http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2000/5/12/n7.htm Jawa Pos Tidak Jujur --------------------------- Reporter: Budi Sugiharto detikcom - Jakarta, Menanggapi terbitan Jawa Pos edisi "tiada maaf", Direktur Lembaga Konsumen Media Syirikit Syah menilai Jawa Pos tidak jujur. "Jika ada berita salah dimuat diseluruh terbitan di Indonesia tetapi ralatnya tidak, itu informasi yang tidak lengkap," kata Syirikit. Syirikit yang mantan wartawan The Jakarta Post ini menyampaikan pernyataannya usai dialog "PWI Jatim vs Ansor di Gedung PWI Jl Taman Apsari, Surabaya, Kamis (11/5/2000). Selengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/2000/05/11/2000511-211343.shtml ------------ Luar Negeri ----------------------- Siksa Penari Bugil, Tyson Diancam Penjara --------------------------------------------------- Los Angeles - 12 May 00 05:25 WIB (Astaga.com) Petinju bengal Mike Tyson memang tak pernah sepi kontroversi. Belum usai perbincangan soal aksinya menggigit kuping Evander Holyfield di atas ring, atau kelakuannya menggebuk orang di jalan, kali ini ia diancam penjara gara-gara dituduh menyiksa seorang penari bugil. Baik di atas maupun di luar ring, Si Leher Beton yang satu ini memang senantiasa bertinju. Tapi ujung-ujungnya, Tyson harus berurusan dengan pihak berwajib. Seperti sekarang ini. Kepolisian Los Angeles tengah menyelidiki Tyson berkenaan dengan kasus kekerasan yang dilakukannya pada seorang penari bugil, Victoria Bianco, di klub Cheetah, sebuah klub tari bugil di LA pada hari Selasa (9/5) lalu. Selengkapnya: http://www.astaga.com/Article/0,4536,15206,00.html Pesawat Australia Intai Indonesia ----------------------------------------- Canberra, Kamis Pihak Angkatan Udara Australia (RAAF) dilaporkan telah memodifikasi khusus sebuah pesawatnya guna misi mata-mata secara elektronik terhadap Indonesia. Pesawat ini akan melakukan misi penerbangan rahasia dengan kode operasi "Peacemaker" guna mengintai Indonesia dari wilayah udara internasional. Berita yang dilansir harian terkemuka Australia, The Australian Financial Review hari Kamis (11/5) ini, bakal merusak upaya-upaya memperbaiki kembali hubungan kedua negara yang memburuk akhir-akhir ini. Pemerintah Australia sejauh ini menolak mengomentari berita ini, dan membantah bahwa tidak ada penyusupan ilegal oleh pesawat Australia ke wilayah udara Indonesia. Selengkapnya: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0005/12/LN/pesa03.htm "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
