*************************
Laporkan Situasi lingkungan
<[EMAIL PROTECTED]>
Atau Hub Eskol Hot Line
Telp: 031-5479083/84
*************************

KRONOLOGI KERUSUHAN POSO (17 -04-2000)
-----------------------------------------------------------

LATAR BELAKANG KERUSUHAN

Ada empat hal mendasar yang melatarbelakangi kerusuhan Poso.

1. Drs. Afgar Patanga.
Adik kandung mantan Bupati Poso ini dituduh telah menyebarkan selebaran
gelap yang mengakibatkan meletuskan kerusuhan I Poso Desember 1998. Setelah
diteliti oleh Laboratorium Kriminal (Labkrim) Kepolisian Makasar,
dipastikan bahwa Afgar Patangan-lah penulisnya. Oleh karena itu Afgar
Patanga telah menjadi terdakwa sehubungan dengan kasus kerusuhan Poso
Desember 1998, dan sedang menunggu vonis dari Pengadilan Negeri Palu
tanggal 20 April 2000. Namun sebelum vonis dijatuhkan, terjadilah kerusuhan
kedua di Poso tanggal 17 April 2000. Kakaknya Arief Patanga yang disinyalir
juga sebagai aktor intelektual kerusuhan Poso bersama kelopmpok Islam tidak
menghendaki Afgar Patangan dihukum. Sehingga ada konflik antara Keluarga
Patanga dengan Pihak Kepolisian yang telah mengungkapkan dan memberitahukan
bahwa Afgar Patanga-lah yang menulis selebaran gelap itu. Tidak heran
tatkala terjadi kerusuhan baru-baru ini (17 April) ada massa yang berteriak
"Ganti Kapolres!"

2. Drs. Damsyik Ladjalani.
Ketua Bappeda Poso ini diduga terlibat pada kerusuhan Desember 1998. Bentuk
keterlibatan ialah memberi petunjuk rumah-rumah yang akan dijarah dan
dibakar. Kelompok mereka menghendaki agar Damsyik Ladjalani menjadi
Sekwilda menggantikan Yahya Patiro SH (Kristen). Namun oleh Gubernur,
Damsyik Ladjalani ditarik ke Palu. Sehingga ada rasa tidak puas dari pihak
mereka.

3. Yahya Patiro, SH (Sekwilda Poso).
Tatkala kerusuhan Posos I meletus, melalui selebaran gelap yang ditulis
oleh Afgar Patanga, Yahya Patiro (Kristen) diisukan dan dikambing hitamkan
sebagai dalang kerusuhan Poso. Namun setelah Tim Klarifikasi Gubernur dan
Pihak Kepolisian mengadakan  klarifikasi dan investigasi, Yahya Patiro
dinyatakan tidak terlibat dan sama sekali tidak bersalah. Namun pihak Islam
menghendaki agar Yahya Patiro dihukum.

Untuk meredam emosi massa, Yahya Patiro tidak lagi menjabat Sekwilda Poso.
Namun karena ia tidak bersalah, Gubernur memberikan dia posisi yang cukup
penting di Kantor Gubernur, yaitu menjadi Assisten III Gubernur. Hal ini
menimbulkan ketidakpuasan dari pihak Islam.

4. Daeng Raja.
Penyaluran dana Kredit Usaha Tani (KUT)  dengan nilai sekitar 100 juta
rupiah yang ditangani Daeng Raja bermasalah dan tidak jelas pertanggung
jawabannya. Disinyalir telah terjadi penyimpangan. Dana tersebut seharusnya
disalurkan kepada para petani di Lore Utara Kabupaten Poso. Kelompok Daeng
Raja juga jengkel kepada pihak Kepolisian yang ingin membongkar skandalnya.

PRA KONDISI
Harian Mercusuar edisi 15 April 2000 mengutip ucapan Hailani Umar (Anggota
DPRD dari PPP ) yang mengatakan, "Poso bisa rusuh jika aspirasi masyarakat
yang menghendaki Damsyik Ladjalani (Ketua Bappeda Poso) sebagai Sekwilda
Poso, tidak terpenuhi. Damsyik kemudian gagal menjadi Sekwilda setelah
dilantik sebagai Wakil Ketua Bappeda Sul-Teng, dan Poso benar-benar rusuh
sehari setelah pernyataan Hailani dimuat di Mercusuar. (Kompas, Sabtu, 29
April 2000 hal. 23 Kol. 1-3).

Pemicu Kerusuhan.
1. Bermula dari pertengkaran (rekayasa) antara 2 pemuda bernama Wawan
(Islam) dari Kelurahan Lombogia (mayoritas Kristen) dengan ........?
(Islam)  Dari Kelurahan Sayo (daerah Islam). Walaupun keduanya muslim,
tetapi karena yang satunya dari daerah Lombogia yang mayoritas Kristen maka
peristiwa itu dipolitisir seakan-akan Kristen lawan Islam. Saat
pertengkaran terjadi lewatlah pemuda dari Kelurahan Kayamanya bernama Dedy.
Dedy mengaku dipukul oleh pemuda dari Kelurahan Lombogia (Kristen) hingga
terluka. Tetapi menurut pemberitaan Harian Kompas, luka ditangan Dady
adalah karena sengaja Dedy melukai/menyayat tangannya  sendiri, yang
kemudian dipolitisir bahwa orang Kristenlah yang ingin membantainya. Mulai
dari peristiwa kecil inilah terjadinya kerusuhan di Poso tanggal 17 April
2000, disertai penyerangan ke daerah Kristen, pembakaran gereja dan
rumah-rumah orang Kristen serta penjarahan.

2. Karena Konsentrasi Massa sangat banyak,  maka pihak keamanan (Brimob)
membarikade perbatasan Kristen dan Islam. Namun Massa pihak Islam semakin
brutal dan tak terkendali sehingga Brimob terpaksa melepaskan tembakan
sehingga jatuh dua korban jiwa meninggal. Satu dari Bonesompe dan satu lagi
dari Kayamanya. Hal ini semakin membuat massa Islam bringas. Akibatnya,
Asrama Brimob dibakar dan Brimob diminta untuk ditarik dari Poso.

Korban Kerugian dan kerusakan.
1. Gereja GKST Pniel Poso : Pdt. Mbio, S.Th Jl. Ki Hajar Dewantoro 4 habis
dibakar.
2. GPDI Ebenhezer Poso : Pdt. Sammuel Lagarense B.Th, Telp. 0452-21709
3. Gereja Advent Poso dibakar.
4. GKI Sul-Sel Poso Jl. Samratulangi habis dibakar.
5. Kantor Klasis GKST Poso Kota di persimpangan antara Jl. Sudirman dan Jl.
Gatot Subroto dibakar.
6. Gereja GKST Zion (dilempar)
7. Gereja GKST Ekklesia (rusak)
8. Gereja GKST GKST Kasiguncu (rusak)
9. Gereja GKST Sayo (dirusak)
10. SMP Kristen GKST (dibakar)
11. SMU Kristen GKST (dibakar)
12. Ruang serba guna dan Konsistori GKST Jl. Ki Hajar Dewantoro 4 habis
dibakar.
13. Aula Polisi (Gedung Lama) di Jl. Sudirman dibakar. Ada 252 rumah
penduduk (mayoritas Kristen dibakar)
Ada 6 buah mobil dan 20 Sepada motor dibakar.

3400 jiwa kehilangan tempat tinggal.
Mereka mengungsi antara lain ke :
Tentena      400 jiwa
Tagolu      500 jiwa
Kawua 2.200 jiwa
Asrama Kodim      500 jiwa
Lainya ke Palu, Madale,  Gunung/hutan.

Para pengungsi pada umunya telah kehilangan rumah dan harta benda, sebab
rumah dibakar dan harta yang tertinggal dijarah dan dirusak oleh perusuh.

Akibat Kerusuhan
1. Satu Komunal Kristen Hilang. Dalam hal ini dipertanyakan:
a. Dimana hak kebebasan beragama?
b. Dimana hak untuk hidup?
c. Dimana hak untuk menikmati rasa aman?

2. Akan terjadi Krisis kepercayaan dan kecurigaan.
a. Kepada Pemerintah yang tidak mampu mengantisipasi dan mengatasi
kerusuhan.
b. Kepada Gereja yang juga tidak mampu memberikan sulosi.
c. Akan terjadi kecurigaan antar kelompok suku dan agama.

Kita kuatir kalau orang Kristen di Poso mengadakan perlawan di masa yang
akan datang, maka Poso akan menjadi Maluku kedua. Karena tingkat
heterogenitas di Sul-teng sangat tinggi, baik suku mapun agama. Lagi pula
secara geografis daerahnya sangat luas.

3. Trauma sebagai orang Kristen yang dikejar dan ditindas (cemas akut).

Jalan Keluar/ Solusi.

1. Non fisik.
Bagaimana membangun kembali moral dan mental Kekristenan.

Contoh beberapa peristiwa tragis yang menimpa orang Kristen.

a. Seorang Sopir bernama Yunus 19 April 2000 setelah diperiksa KTPnya oleh
massa Muslim, dan katahuan bahwa dia Kristen langsung dicincang dan dibakar
massa.

b. Seorang Calon Pendeta bernama Daniel ketika melihat orang membawa parang
ke rumahnya ia lari dan terjun ke sungai Poso dan mati karena tidak bisa
berenang. Bukti bahwa ia terancam adalah bahwa kaca mobil dan kaca rumahnya
pecah.

c. Ulan (Seorang Muslim) tinggal dengan Ibu Kristen ditemukan tawas tanggal
19 April. Mayatnya dililit kain sorban dan pakai songkok haji lalu
diprovokasi. Diduga ia terbunuh oleh orang Islam sendiri karena tinggal di
rumah orang Kristen. Orang Kristen tidak mungkin membunuh karena sejak
tanggal 17 April orang Kristen sudah menyingkir dari Poso. Tetapi setelah
mereka tahu bahwa ia muslin, mereka sengaja melilit kain sorban dan
mengenakan songkok haji dan menuduh orang Kristen yang membunuhnya.

2. Fisik.
a. Bantu pengungsi dengan memberikan sembako, obata-obatan dan pakaian.
b. Bangun kembali tempat ibadah yang dibakar/dirusak.
c. Bangun kembali rumah-rumah penduduk yang dibakar/dirusak saat kerusuhan.
d. Pulihkan kondisi keamanan.

Tulisan-tulian penghinaan dan pelecahan

1. Tobat Yesus
2. Kristen Babi
3. Yesus Kuda Cuki
4. Islam The Best

Jelas sekali bahwa untuk tujuan politik, ada elite birokrasi di daerah yang
mengadu domba antar umat beragama dan Suku, sehingga terjadi kerusuhan. Hal
inilah yang belum disadari oleh massa yang melakukan kerusuhan.

Kapankah asyarakat Poso bisa hidup berdampingan lagi secara damai tanpa
saling curiga? Apakah pemerintah dan aparat keamanan mampu mengungkap dan
memproses secara hukum aktor intelektual serta pelaku kerusuhan Poso ?

Sumber: Kontak Person

Salam dan doa,
Eskol Net
-------------------

"Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36)
***********************************************************************
Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk.
Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan
tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED]
Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya,
a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772
***********************************************************************
Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan:
subscribe eskolnet-l    ATAU    unsubscribe eskolnet-l

Kirim email ke