''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Jumat, 30 Juni 2000 ================================ <> Kapal Pengungsi Maluku Tenggelam <> Kapolda Maluku bantah ada Penyanderaan 86 Anggota Brimob <> "Untuk Ketenteraman, Pak Harto Diampuni" <> Hamzah Haz: Kalau Tak Ingin Jatuh, Gus Dur Jangan Coba-coba Kucilkan Islam <> TNI jamin tak akan kudeta '''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' <><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><> Kapal Pengungsi Maluku Tenggelam ------------------------------------------- TEMPO Interaktif, Sangihe Talaud: Anggota tim SAR dari Manado, Satuan Polisi Perairan, dan Penjaga laut-Pantai, masih melakukan pencarian atas tenggelamnya kapal motor (KM) Cahaya Bahari di perairan Sangihe Talaud, Sulawesi Utara. Diperkirakan kapal yang mengangkut 492 orang pengungsi asal Tobelo dan Galela, Maluku Utara, tenggelam pada titik arah timur sekitar 50 mil laut dari Pulau Tabulandang. Demikian informasi yang berhasil dihimpun TEMPO Interaktif hari ini, Kamis (29/6) malam, masih bersama Tim SAR yang sedang melakukan pencairan. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, diperkirakan KM Cahaya Bahari mengalami musibah sekitar pukul 08.00 WITA akibat kerusakan kamar mesin. Informasi terakhir dari kapal itu diperoleh pada pukul 11.45 oleh KM Karya Baru. Sampai berita ini diturunkan, Tim SAR belum menemukan satupun korban dan bangkai KM Cahaya Bahari. KM Cahaya Bahari berangkat dari Pelabuhan Tobelo pukul 13.00, Rabu (28/6), dengan tujuan Manado, Sulawesi Utara. Dijadwalkan kapal tersebut tiba di Manado pukul 13.00 Kamis ini. (Verry Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/news/2000/6/29/1,1,27,id.html KAPOLDA MALUKU BANTAH ADA PENYANDERAAN 86 ANGGOTA BRIMOB -------------------------------------------------- Thursday, June 29, 2000/3:15:23 PM Ambon, 29/6 (ANTARA) - Kapolda Maluku, Brigjen Pol Drs Firman Gani membantah keras berita penyanderaan personil Brigade Mobil (Brimob) dari Resimen III Bogor ketika terjadi kerusuhan di kawasan Tantui, Kecamatan Sirimau, Kodya Ambon, Rabu (21/6). "Yang benarnya mereka adalah petugas yang di-Bawah Kendali Operasi (BKO)-kan ke Kodam, kemudian belum menguasai medan sehingga mereka terjebak namun saat ini telah berkumpul di kesatuannya," katanya kepada sejumlah wartawan di Ambon, Kamis. Berita penyanderaan terhadap 86 anggota Brimob di kawasan Tantui itu dilansir Surat Kabar Harian (SKH) di Kota Ambon edisi Kamis (29/6) ketika mereka sedang istirahat makan di sebuah pandopo dan dikepung sekelompok massa. Ia menjelaskan, berita tersebut tidak benar dan koran yang menulis berita seperti itu, dimiminta Gubernur selaku penguasa darurat sipil di Maluku untuk tidak menulis berita demikian. "Jelasnya saat ini kami sedang melakukan konsolidasi ke dalam terhadap pasukan yang indikasinya terpecah, baik konsolidasi personal, material maupun kinerja aparat kepolisian," tegasnya. Selengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20000629151523D290423 "Untuk Ketenteraman, Pak Harto Diampuni" --------------------------------------------------- BOYOLALI-Presiden Abdurrahman Wahid di depan peserta Kongres Gerakan Pemuda Ansor XII kembali mengingatkan perlunya mengambil sikap bijaksana, dengan bersikap lunak terhadap Soeharto melalui cara memberikan ampunan jika dia terbukti bersalah. "Ini dalam upaya agar tidak membuat ketakutan rakyat akibat sikap keras yang diputuskan pemerintah," kata Presiden di hadapan ribuan warga Nahdliyyin dan Ansor pada acara pembukaan Kongres di Asrama Haji Donohudan Boyolali, kemarin. "Ternyata ketika menyatakan Pak Harto dan Habibie kalau terbukti bersalah akan diampuni, waktu itu banyak yang marah, termasuk Ansor yang menganggap saya ini presiden apa,"ujar Gus Dur disambut ger-geran oleh hadirin yang memadati halaman Asrama Haji. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0006/30/nas3.htm Darurat Sipil Tak Kurangi Bentrok ----------------------------------------- AMBON - Pemberlakukan darurat sipil di Maluku dan Maluku Utara yang telah memasuki hari ketiga, belum mengurangi pertikaian dengan masih adanya upaya penyerangan di kawasan Batugantung, Kampung Kolam, dan OSM, Kecamatan Nusaniwe (Kota Ambon). Dilaporkan, Kamis kemarin masih ada pertikaian dengan peledakan granat, bom rakitan dan rentetan tembakan jenis standar/organik, sehingga masyarakat di sekitar kawasan itu trauma dan senantiasa berjaga-jaga terhadap kemungkinan lebih buruk. Situasi ini pun diperburuk dengan masih adanya rentetan tembakan dari kendaraan lapis baja (panser) yang masih diarahkan pada permukiman penduduk yang sebenarnya pada posisi diserang. Dentuman granat, bom rakitan dan rentetan tembakan standar/organik mencapai puncaknya saat berlangsung pertandingan semifinal sepakbola Euro 2000 Prancis melawan Portugal, Kamis subuh. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0006/30/nas2.htm Hamzah Haz: Kalau Tak Ingin Jatuh, Gus Dur Jangan Coba-coba Kucilkan Islam -------------------------------------------------- Kamis, 29 Juni 2000, @22:39 WIB Medan -- Kali ini Ketua Umum PPP Hamzah Haz, yang pernah menjabat Menko Kesra danTaskin dalam Kabinet Persatuan Nasional, mengancam. Katanya, kalau Gus Dur tak ingin jatuh dari posisinya sebagai Presiden, maka jangan coba-coba mengucilkan Islam. Ia mencontohkan jatuhnya Bung Karno dan Soeharto, tak lepas dari sikap mereka yang mengucilkan Islam. Kalau di era reformasi ini, penguasa mengucilkan Islam, hampir dipastikan penguasa itu bisa jatuh seperti penguasa sebelumnya. "PPP tetap berpegang pada amanah ulama. Hamzah Haz secara pribadi bisa dihancurkan, tapi PPP dan Islam tak bisa dihancurkan," katanya bersemangat. Hamzah juga menyinggung, bahwa pendidikan sangat penting, baik dalam kaitan duniawi maupun dalam hubungan ukhrawi (akhirat). Ia kembali mengingatkan, jika di tahun 50-an dan 60-an kita sama-sama maju dari negara tetangga seperti Malaysia, Philipina, Thailand, dan Korea. Tapi kini kita telah tertinggal dibandingkan dengan mereka. Selengkapnya: http://www.berpolitik.com/article.pl?sid=100/06/29/2239242 TNI jamin tak akan kudeta --------------------------------- satunet.com - Kalangan TNI tidak akan melakukan kudeta dan mengambil alih pemerintahan sipil, jamin Kaster Letjen TNI Agus Widjojo. Menurut Kaster, apa yang dilakukan TNI senantiasa berdasarkan kesepakatan nasional untuk kepentingan bangsa dan negara. Karena itu, kalangan sipil diimbau agar intropeksi, jangan asyik sendiri bermain dengan kekuasaan dan lupa menata dirinya sendiri. Hal itu terungkap dalam diskusi di Kosgoro yang menghadirkan pula pakar hukum tata negara dari Unpad Prof Bagir Manan. "Generasi perwira TNI kini dididik profesional. TNI adalah bagian dari keputusan nasional untuk demokratisasi," kata Agus seperti dikutip MI. Selengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/06/30/19422.html "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
