************************* Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************* Para pembaca yang budiman, Berikut ini kami postingkan sebuah renungan sekaligus seruan dari Forum Persaudaraan Sejati Jawa Timur yang disampaikan kepada Gus Dur (Presiden RI), yang juga ditindaskan ke PW NU Jawa Timur, sekaligus renungan bagi kita semua sebagai anak bangsa. Salam, Eskol Net ------------ <><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><> BERJALAN BERSAMA DALAM MASA PERALIHAN ------------------------------------------------------------- Gus Dur, Selama ini kita sudah berjalan bersama, dari masa lampau menuju masa depan, dari yang lama menuju yang baru. Kita berada dalam sebuah masa kini yang masih ada campuran unsur-unsur lama, menuju ke masa depan yang belum semua jelas. Tetapi yang jelas, kita masih berjalan bersama. Marilah kebersamaan ini kita syukuri. Meski ada perbedaan-perbedaan di antara kita, tetapi perbedaan itu tidak membuat kita bertikai, saling melukai atau pecah, melainkan menjadi kesempatan bagi kita untuk saling memperkaya, saling melengkapi, saling mengkoreksi untuk mendapatkan kehidupan yang lebih bermutu. Secara singkat, dan sederhana Gus, semangat lama itu nampak dalam berbagai suasana. Kami sebut saja beberapa: Pertama, suasana yang serba pusat, apa saja baru terjadi kalau pusat yang menentukan atau atau sentralistis. Kedua, suasana penuh kekerasan dan kekerasan itu dilakukan oleh negara yang sebetulnya bertugas untuk melindungi rakyat. Ketiga, suasana yang menjadikan pembangunan sebagai ideologi. Demi pembangunan, apa saja dapat dilakukan bahwa pelanggaran hak asasi manusia pun dilakukan demi pembangunan. Keempat, lingkungan hidup yang rusak, kota yang berjubel sehingga sanitasi dibahayakan, hutan yang menjadi gundul, sungaia yang tercemar, udara yang semakin tidak layak untuk dihirup. Kelima, munculnya pertikaian yang disebabkan oleh adanya pebedaan-perbedaan. Keenam, pembodohan melalui pendidikan. Pendidikan tidak lagi memberi susana dan kemungkinan manusia untuk menjadi lebih manusiawi. Ketujuh, pelecehan terhadap perempuan, mulai dari pelecehan seksual sampai ke pengingkaran bahwa mereka itu juga manusia. Kedelapan, agama dipergunakan untuk melejimitasi kekuasaan dan akhirnya, ke sembilan, masyarat seperti tidak memiliki hukum lagi. Sedangkan suasana baru yang kita rindukan adalah suasana yang melawan suasana lama yang mendekam sehingga kita merasa hidup dalam sebuah rejim yang menjajah.Adapun suasana dan semangat baru yang kita tuju adalah, susana yang mengakui keaneka ragaman, suasana yang menghargai manusia sebagai manusia, suasana yang tidak mengobyekkan daerah.. Itulah suasana yang ditentukan oleh kebijaksanaan sipil, yang tidak mengandalkan jalan kekerasan dalam menyelesaikan masalah. Bila demikian lingkungan dapat dilestarikan. Suasana baru itu juga merupakan suasana yang menghargai perempuan sebagai manusia bermartabat. Suasana baru itu adalah juga suasana di mana pendidikan manusia berorientasi kepada nilai-nilai kemanusiaan. Bila demikian hukum dapat ditegakkan. Untuk melaksanakannya diperlukan kesadaran di dalam masyarakat.: 1. Kesadaran dalam menghargai martabat dan kesetaraan pribadi manusia Bahwa dia memiliki martabat. Kami memandang demikian karena manusia itu memiliki dimensi ilahi. 2. Kesadaran bahwa manusia itu memiliki hak dan tanggung jawab Karena memiliki martabat ilahi, maka setiap orang memiliki hak-hak dasar dan sekaligus tanggung jawab yang berdasar pada hakekat kita sebagai manusia. 3. Kesadaran bahwa manusia itu makluk sosial. Hal ini merupakan hakekat sosial Setiap orang adalah sosial. Ini bukan pilihan, Ini bawaan, ini kodratnya. Maka manusia saling tergantung. Untuk itu manusia membuat komunitas. Di dalam komunitas itu harkatnya diwujudkan. Kodrat itu dibudayakan. 4. Kesadaran akan perlunya kesejahteraan bersama Manusia tidak dapat hidup sendirian dan memenuhi segala kebutuhannya sendiri. Kesejahteraan bersama adalah seluruh keseluruhan kondisi sosial, ekonomi, politik, jasmani dan rohani serta budaya yang diperlukan agar seorang manusia dapat mewujudkan martabatnya dan dengan demikian memenuhi potensinya sebagai manusia. 5. Kesadaran akan kaidah yang dapat menghargai jenjang-jenjang di dalam berorganisi. Apa yang sudah dapat dilakukan oleh sebuah tingkat di bawah tidak boleh diambil oleh tingkat yang diatasnya. 6. Kesadaran akan pentingnya solidaritas. Manusia disatukan dalam satu kemanusiaan, meskipun dibedakan oleh melalui suku, bahasa, nasionalitas. Tetapi perbedaan itu tidak dipandang sebagai bahan mentah untuk bertentangan, melainkan untuk saling memperkaya. Solidaritas mengajak orang untuk memenuhi kebutuhan diri melalui pemenuhan kebutuhan orang lain, sehingga kebutuhan bersama menjadi kerangka kehidupan bermasyarakat. 7. Mengutamakan mereka yang orang miskin, yang kecil, yang menjadi korban.; Kemiskinan menunjukkan bahwa martabat manusia tidak mendapat penghargaan. Maka nilai kemanusiaan belum terlaksana bila di dalam masyarakat masih ada orang miskin, dalam wajah mana pun juga. Semoga Gus, kita dapat melangkah untuk meninggalkan yang lama dan lebih merasuki suasana baru. Kepemimpinan Gus Dur kiranya merupakan kepemimpinan yang menjawab kebutuhan itu. Semoga kehendak untuk mempertahankan kesempitan, memaku diri pada masa lampau, memegang teguh pandangan yang sempit dihindarkan dari perjalanan bangsa kita dalam mengarungi sejarah ini. Oleh karena itu, semua pihak baik Gur Dur sebagai Presiden ,aparat keamanaan dan semua yang melihat masalah ini kiranya akan bersama -sama berusaha agar: Segala bentuk kekerasan dapat dihentikan Tindak-tindakan yang menggunakan agama untuk kepentingan politik kekuasan dapat dihindarkan Aparat keamaan bisa segera mengambil tindakan untuk pemulihan keamanan dan ketertiban tanpa mengabaikan hukum dan hak asasi manusia Semangat para Bapak bangsa ketika mendirikan Negara ini tetap menjadi semangat kita bersama Tindakan -tindakan mengadu domba ,memancing konflik dimasyarakat bisa segera dihentikan demi rasa aman dan ketentraman semua masyarakat Hukum bisa ditegakkan dengan baik dan benar Kami mengajak kepada semua agar memperhatikan suara hati dan membangkitkan kembali semangat persaudaraan sejati diantara kita dengan mengatasi perbedaan -perbedaan primordial .Semoga kebersamaan kita dalam berjuang bersama membawa hasil bagi sekruh bangsa kita maupun dunia. Malang 29 Juni 2000 Forum Persaudaraan Sejati Jawa Timur "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
