************************** Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************** AMBON RUSUH LAGI, 13 TEWAS, LEBIH 50 ORANG LUKA-LUKA -------------------------------------------- Wednesday, May 17, 2000/1:45:52 PM Ambon, 17/5 (ANTARA) - Pertikaian antarwarga yang kembali terjadi di beberapa kawasan di Kodya Ambon pada Selasa (16/5) hingga Rabu (17/5) dinihari, telah menelan korban sedikitnya 13 orang tewas dan lebih dari 50 orang menderita luka ringan dan berat. Dari pantauan wartawan di lapangan, Rabu, para korban yang tewas dan luka-luka, terkena peluru aparat keamanan ketika massa berupaya menerobos wilayah yang telah dibarikade aparat keamanan. Korban tewas yang teridentifikasi adalah Agus Muskita (23), Mohamad Silehu (25), Aliadi Watimury (18), Aftal Daeng Ngawi (32), Solaeman Uma Gapi (28), Zulkifli Suadn (15), Amir Bugis (24), Forman (20), Adam Tutupoho (20), Kopda Nurdin Safari (28) anggota Yonif 303 Garut. Korban tewas lainnya adalah Sertu Pol Alfian Hasanussy (19), Yusuf (37) serta Mohamad Aris (25). Para korban yang tewas umumnya terkena tembakan di bahagian kepala, leher, perut dan dada. Sementara lebih dari 50 orang yang menderita luka ringan dan berat, dirawat di Rumah Sakit Bersalin Al Fatah, RSU Gereja Protestan Maluku (GPM) maupun Rumah Sakit Bhakti Rahayu Ambon. Kebanyakan para korban tewas dan luka-luka terjadi di kawasan Jalan AY Patty, terkena peluru aparat keamanan ketika terjadi konsentrasi massa di kawasan itu. Pelaku penembakan belum diketahui. Kerusuhan berkepanjangan di Ambon, yang telah berlangsung lebih dari setahun, telah memakan banyak korban jiwa dan harta benda, namun hingga kini belum bisa dihentikan walau dalam beberapa waktu terakhir keadaan mulai membaik. Kerusuhan yang kembali merebak sejak Selasa siang, sampai berita ini diturunkan masih terus berlanjut dan semakin melebar ke beberapa kawasan lain. Bahkan titik-titik api (kebakaran) mulai tampak di kawasan Paradies Tengah sekitar pukul 11.00 WIT, dimana aksi penyerangan itu dimulai dengan teriakan takbir akbar dari salah satu masjid di kawasan Waehaong, dan ratusan massa berseragam putih-putih mulai bergerak menuju jalan AM Sangadji. Aksi pembakaran rumah penduduk dengan menggunakan bom-bom molotov dan bom rakitan di tengah berondongan tembakan aparat keamanan yang berupaya membubarkan massa, menghanguskan sekitar lima rumah di kawasan Paradise Tengah. Sementara itu, Komandan Sektor A yang bertanggung jawab atas keamanan wilayah Kota Ambon, Kol Inf Irwan Kusnadi, yang tertembak pada Rahang kanan, akan diupayakan dievakuasi ke Jakarta, Rabu. (U.ABN-03/ABN-02/PK-02/ABN-01/ND07/17/05/:0 13:29) =================================== ANTARA - Berita Ambon Wednesday, May 17, 2000/2:58:48 PM 15 ORANG TEWAS DALAM BENTROKAN DI AMBON ----------------------------------------------------------------- Ambon, 17/5 (ANTARA) - Korban tewas pada bentrokan antarkelompok di Jl AY Patti, Ambon, Rabu, hingga kini berjumlah 15 orang, terdiri atas 13 orang warga masyarakat dan dua aparat keamanan, sedangkan Komandan Sektor Pengamanan I Maluku, Kol Inf Irwan Kusnadi menderita luka berat karena tertembak di pipi. Dari Ambon, Rabu sore, wartawan ANTARA melaporkan bahwa Kol Inf Irwan Kusnadi bersama enam pengawalnya tertembak ketika sedang mengamankan pertikaian di Jl AY Patti, tiba-tiba ada tembakan dari arah Gedung Walikota Madya Ambon yang mengena pipi Irwan Kusnadi. Irwan Kusnadi menderita luka berat dan akan di terbangkan ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan. Kepala Penerangan Kodam XV Patimura Letkol Iwa Budiman ketika dihubungi ANTARA, di Ambon, Rabu, membenarkan peristiwa penembakan yang menimpa Komandan Sektor Pengamanan I Maluku Kol Inf Irwan Budiman tersebut. Sementara dua orang aparat yang meninggal akibat terkena tembakan, yakni Kopda Safari (28) dari Batalyon Kostrad 303 dan Sertu Pol Alfian Hasanudi (19) yang tertembak di Jl AM Sangaji, Ambon. Sekretaris Eksekutif Posko MUI Maluku, Malik Selan yang dihubungi ANTARA menyatakan, bentrokan antarkelompok di Jl AY Patti, Ambon, menewakan 12 orang dari kelompok putih dan luka berat dari kelompok yang sama mencapai 40 orang. Sedangkan, korban di pihak kelompok merah yakni satu tewas dan delapan orang luka berat. Direktur RS Al Fatah Ambon, Dr P Suryaman mengatakan, rata-rata korban meninggal dunia akibat terkena peluru tajam pada kepala, perut, dada dan leher. Situasi kota Ambon saat ini tampak lumpuh yang ditandai perkantoran tutup, pasar tampak sepi, dan jalan-jalan raya di blokade aparat. (L.ABN-001/KPU-02/ND07/17/05/:0 14:53) "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
