''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''' SARI BERITA : Selasa, 4 Juli 2000 ================================ <>ADA KORELASI GEJOLAK DI DAERAH <>DENGAN PEMERIKSAAN DI KEJAKGUNG <>10 Orang Diselamatkan Kapal Nelayan <>'Kami Dihajar Gelombang Ganas' <>Pemanggilan Anggota DPR Berkait Masalah Korupsi <>Hukum rimba berlaku, saat KM Cahaya Bahari mulai tenggelam <>Marzuki: Nama Amien Tak Ada <>Gus Dur: Tangkap Dulu Tukang Gosok <><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><> ADA KORELASI GEJOLAK DI DAERAH DENGAN PEMERIKSAAN DI KEJAKGUNG --------------------------------------------------- Jakarta, 3/7 (ANTARA) - Jaksa Agung Marzuki Darusman pada rapat Koordinasi Bidang Politik dan Keamanan (Rakor Polkam) di Jakarta, Senin, mengungkapkan adanya korelasi antara peningkatan gejolak di berbagai daerah dengan setiap langkah Kejaksaan dalam mengintensifkan pemeriksaan kasus-kasus yang ada untuk dibawa ke pengadilan. "Diakui oleh beliau (Marzuki) bahwa setiap langkah yang dilakukan secara hukum untuk diintensifkan pemeriksaannya ternyata terjadi gejolak juga di daerah. Beliau (Marzuki) mengatakan juga sehingga dengan demikian ada korelasi antara pusat dan daerah," ujar Asisten Menko Polkam Bidang Komunikasi Informasi dan Humas, I Wayan Karya dalam keterangan pers seusai rapat. Ketika ditanya kasus-kasus apa saja yang dimaksud Jaksa Agung tersebut, Wayan mengatakan, Marzuki tidak menjelaskan secara khusus melainkan hanya menyebutkan beberapa contoh kasus seperti kasus Bank Bali dan pemeriksaan mantan Presiden Soeharto. Wayan mengatakan bahwa Kejaksaan Agung sedang melakukan finalisasi berkas-berkas, yang dalam waktu singkat akan siap diajukan ke pengadilan. Selengkapnya: http://www.antara.co.id/topstory.asp?id=20000703191054D030748 10 Orang Diselamatkan Kapal Nelayan ---------------------------------------------- TEMPO Interaktif, Sangir Talaud: Korban Kapal Motor Cahaya Bahari yang diselamatkan kapal pengangkut ikan Minahasa IX akan tiba di Pelabuhan Samudera Bitung besok (4/7). "KRI Multatuli telah tiba di Lirung, Pulau Salibabu. Dan telah bertolak Senin sore menuju Bitung. Diperkirakan, sekitar pukul 06.00 sampai 08.00 Multatuli akan tiba di Bitung," kata R. Udiyanto SH, Koordinator Pelaksanaan SAR KM Cahaya Bahari. "Sepuluh korban yang selamat telah mendapat perawatan awal di Puskesmas Lirung," ujar Udiyanto, ketika ditemui TEMPO Interaktif, Senin (3/7) malam. Hingga pukul 20.00 tadi, belum ada laporan atau temuan terbaru tim SAR gabungan itu. Sedangkan, operasi pencarian kapal yang mengangkut para pengungsi Galela dan Tobelo ini dilakukan dengan mengerahkan kapal patroli cepat TNI Angkatan Laut dan pesawat Nomad. Bahkan, seluruh kapal motor dan kapal ikan yang beroperasi di perairan Sangir Talaud juga diminta memantau dan memberikan pertolongan bila menemukan korban Cahaya Bahari. Selengkapnya: http://www.tempo.co.id/news/2000/7/3/1,1,23,id.html Korban KM Cahaya Bahari Dibawa ke Bitung 'Kami Dihajar Gelombang Ganas' ----------------------------------------------------- detikcom - Jakarta, Puskesmas Lirung, Sulut, kini banyak didatangi orang. Di situlah para korban KM Cahaya Bahari dirawat. Banyak cerita yang bisa digali dari mereka. "Kejadian itu datang begitu cepat, kapal kami memang sarat penumpang dan gelombang ganas menghajar kami," cerita Stanley, salah satu korban. Cerita duka itu diungkapkan para korban di Puskesmas Lirung, Sulut saat dijenguk Komandan Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Armada Timur TNI AL Laksamana Pertama (Laksma) Djoko Sumaryon. Seperti diketahui, KM Cahaya Bahari dari Tobelo menuju Manado, tiba-tiba tak ketahuan keberadaannya. Diduga kuat kapal sudah tenggelam. Kemudian ditemukan 11 orang mengapung oleh kapal ikan KM Minahasa. Dari 11 korban pengungsi yang ditemukan, 10 selamat, satu diantaranya meninggal dunia. Saat ditemukan, mereka berada di laut lepas, sekitar 73 mil laut arah timur Lirung. Selengkapnya: http://www.detik.com/peristiwa/2000/07/04/200074-060426.shtml Jakgung: Pemanggilan Anggota DPR Berkait Masalah Korupsi ------------------------------------------------------------------------- Jakarta -- Rencana pemanggilan terhadap anggota MPR/DPR oleh Kejakgung sengaja dihembuskan beberapa pihak, seolah-olah senafas dengan persoalan politik. Padahal, pemanggilan terhadap mereka berkaitan dengan kasus korupsi seperti kasus Bank Bali, Yayasan HMS, dan pelanggaran HAM di Timtim, dan kasus 27 Juli. Hal itu diungkapkan Jakgung Marzuki Darusman kepada wartawan saat akan meninggalkan Gedung Kejakgung, sore ini. Marzuki mengakui bahwa pemanggilan terhadap anggota DPR/MPR tersebut tidak bisa dipisahkan dari segi politik. Alasannya, karena anggota DPR/MPR tersebut adalah insan politik. Berkaitan dengan nama-nama yang muncul di media masa yang diperkirakan akan dipanggil oleh Kejaksaan selama ini, mereka diasumsikan oleh masyarakat dekat dengan kegiatan politik. Marzuki mengakui, mereka memiliki kemampuan untuk melakukan tindakan-tindakan yang bersifat nyata. Dikatakanya, setiap kali ada upaya memajukan pemeriksaan terhadap HMS, selalu diikuti dengan adanya kerusuhan di daerah. Selengkapnya: http://www.berpolitik.com/article.pl?sid=100/07/03/210230 Hukum rimba berlaku, saat KM Cahaya Bahari mulai tenggelam -------------------------------------------------------------------------- satunet.com - Sejumlah penumpang berupaya mati-matian, lainnya nekat dan melompat ke laut yang bergelora, bahkan ada yang bersenjatakan pisau untuk menguasai pelampung. Hukum rimba berlaku di KM Cahaya Bahari ketika kapal mulai tenggelam. Kesepuluh penumpang kapal yang selamat mengungkapkan tragedi mengerikan yang mereka alami, Senin, sehari setelah mereka ditemukan terapung-apung terikat satu sama lain. "Penumpang terlalu banyak. Tapi kapal dipaksa untuk berlayar," ujar salah seorang penumpang yang selamat, Reny Sopakua (29), sambil terbaring di salah satu kapal perang TNI. KM Cahaya Bahari memang dirancang untuk 290 penumpang, tapi saat itu membawa hampir 500 orang. Selengkapnya: http://satunet.com/artikel/isi/00/07/04/19757.html Marzuki: Nama Amien Tak Ada -------------------------------------- JAKARTA - Walaupun sebelumnya selalu saja mengelak ketika dimintai konfirmasi seputar pernyataan Presiden Abdurrahman Wahid di Bali baru-baru ini, Jaksa Agung Marzuki Darusman akhirnya sedikit terpancing untuk memberikan komentar. Saat dicegat wartawan di Kejaksaan Agung seusai menghadiri Rakor Polkam, Marzuki sedikit membuka ''rahasia'' perihal perintah pemanggilan anggota MPR yang diduga terlibat dalam berbagai kasus saat ini. Dan, itu dimulai dari pertanyaan wartawan apakah Ketua MPR Amien Rais ada dalam daftar nama yang direncanakan dipanggil Kejaksaan Agung. ''Pak Amien setahu saya nggak ada,'' katanya. Namun Marzuki yang mantan ketua Komnas HAM tersebut mengaku, rencana pemanggilan untuk pemeriksaan tersebut bukannya terkait masalah-masalah gangguan kemanan di berbagai wilayah Tanah Air. Melainkan mereka diduga terkait kasus-kasus korupsi yang sedang ditangani Kejaksaan Agung. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0007/04/nas2.htm Gus Dur: Tangkap Dulu Tukang Gosok Bisa Dilepas Usai Sidang MPR Akbar: Perlu Segera Klarifikasi -------------------------------------- MEDAN - Presiden Abdurrahman Wahid memerintah Kapolri dan Panglima TNI untuk menangkap para tukang gosok yang disebutnya sebagai provokator selambat-lambatnya 15 Juli mendatang. Masalah terbukti atau tidak kesalahan tersebut, menurut Gus Dur, itu masalah lain, dan mereka bisa dilepas bila sidang MPR telah selesai. Hal ini diungkapkan menjawab pertanyaan seorang tokoh agama pada pertemuan Presiden dengan tokoh agama dan masyarakat di Wisma Bandeng, Medan, kemarin. Lebih jauh Presiden mengatakan, dia telah mengetahui siapa - siapa yang dianggapnya sebagai provokator selama ini. Namun menurut dia, sebagai presiden ia tidak asal main tunjuk begitu saja, meskipun tahu nama - namanya. Karena itu dia telah memerintah Kapolri dan Panglima TNI untuk menangkap para tukang gosok dan provokator selambat - lambatnya 15 Juli. Bila orang - orang tersebut tidak terbukti bersalah, bisa dilepas seusai sidang MPR Agustus mendatang. Selengkapnya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0007/04/nas1.htm "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
