************************** Laporkan Situasi lingkungan <[EMAIL PROTECTED]> Atau Hub Eskol Hot Line Telp: 031-5479083/84 ************************** Para pembaca yth, Perintah telah dikeluarkan oleh Penguasa Darurat Sipil di Maluku kepada Pangdam untuk memulangkan pasukan Jihad. Kita hanya bisa berharap semoga Pangdam dapat melaksanakan instruksi ini. Selain itu, pemerintah diharapkan memperhatikan nasib para pengungsi yang keluar dari Ambon maupun yang masih ada di pegunungan-pegunungan di sekitar kota Ambon. Salam, Redaksi Eskol Net ---------------------- PENGUASA DARURAT SIPIL PERINTAHKAN PANGDAM PULANGKAN LASKAR JIHAD Friday, July 21, 2000/8:24:22 PM Ambon, 21/7 (ANTARA) - Penguasa Darurat Sipil Daerah Maluku, Saleh Latuconsina mengatakan, ia telah memerintahkan Pangdam XVI/Pattimura, Brigjen TNI I Made Yasa untuk memulangkan kelompok yang menyebut diri "laskar jihad" karena menganggap kehadiran mereka turut memperkeruh situasi kerusuhan bernuansa SARA. "Saya telah melakukan perintah tertulis beberapa hari lalu. Untuk kejelasannya, tolong dicek ke Posko Darurat Sipil mengenai surat perintah tersebut," katanya ketika dikonfirmasi ANTARA, di Ambon, Jumat. Pernyataan Latuconsina yang juga Gubernur Maluku itu, sekaligus menjawab keterangan Pangdam Yasa, akhir pekan lalu bahwa ia siap memulangkan laskar jihad sekiranya ada perintah tertulis dari Penguasa Darurat Sipil setempat. Ia mengakui, pemulangan laskar jihad tidak mudah, karena membutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk menyiapkan faZCZC JAK407 D210680 231 PEMERINTAH PUSAT DIMINTA MEMPERHATIKAN PENGUNGSI MALUKU Friday, July 21, 2000/6:27:57 PM Tual, 20/7 (ANTARA) - Para pemimpin Agama di Kabupaten Maluku Tenggara secara tegas meminta perhatian serius dari Pemerintah Pusat untuk menangani puluhan ribu pengungsi korban kerusuhan Maluku dan Maluku Utara yang saat ini berada di daerah itu karena kehadirannya sangat membebani warga setempat. "Warga Maluku Tenggara dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) saat ini sangat terbebani dengan kehadiran ribuan pengungsi korban kerusuhan Maluku dan Maluku Utara terutama menyangkut kebutuhan pangan setiap hari sehingga perlu perhatian khusus dari Pemerintah Pusat," kata Imam Mesjid Agung Tual, Ahmad Kabalmay, kepada wartawan di Tual, Jumat. Dia menyatakan keprihatinnya terhadap kondisi perekonomian umat beragama pada dua daerah itu pasca kerusuhan 31 Maret 1999 lalu cukup kritis sehingga masih butuh bantuan dari Pemerintah Pusat. Namun kondisi itu diperparah lagian dari Presiden untuk menuntaskan kasus Ambon dan Maluku sehingga tidak merebak di wilayah lainnya terutama di Kabupaten Maluku Tenggara dan Maluku Tenggara Barat," kata Wakil Uskup Kei-Aru, Pastor Gino Farneubun, MSC. Sesuai data, kerugian material akibat kerusuhan yang terjadi 31 Maret 1999 di Maluku Tenggara dan Maluku Tenggara Barat tercatat sebanyak 3.084 unit rumah penduduk, 48 unit rumah ibadah, 34 unit sekolah serta 20 unit sarana kesehatan yang musnah ataupun rusak. Sementara jumlah pengungsi sampai saat ini tercatat sebanyak 8.000 Kepala Keluarga (KK) atau 43.582 jiwa. (U.ABNPK02/PTU06/21/07/:0 17:45/ND08/B 2107001826 NNNN "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Roma 11:36) *********************************************************************** Moderator EskolNet berhak menyeleksi tulisan/artikel yang masuk. Untuk informasi lebih lanjut, pertanyaan, saran, kritik dan sumbangan tulisan harap menghubungi [EMAIL PROTECTED] Bank Danamon Cab. Ambengan Plaza Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc.No. 761.000.000.772 atau BCA Cab. Darmo Surabaya, a.n. Martin Setiabudi Acc. No. 088.442.8838 *********************************************************************** Kirimkan E-mail ke [EMAIL PROTECTED] dengan pesan: subscribe eskolnet-l ATAU unsubscribe eskolnet-l
